Minggu, 31 Mei 2020

KUNYIT YANG MENGGIURKAN

Kunyit merupakan salah satu tanaman rempah dan bahan baku obat alami asli dari wilayah Asia Tenggara. Karena manfaatnya yang cukup besar serta permintaan yang cukup banyak, budidaya kunyit pun mampu mendapatkan omset hingga puluhan juta rupiah perbulan. Kunyit merupakan tanaman obat berupa semak dan bersifat tahunan (perenial) yang tersebar diseluruh daerah tropis. Tanaman dengan nama latin Curcuma Domestica ini di daerah Jawa digunakan sebagai ramuan jamu karena berkhasiat menyejukan, membersihkan, mengeringkan, menghilangkan gatal dan menyembuhkan kesemutan.



Pembangunan biofarmaka termasuk tanaman obat yang potensial di suatu wilayah merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian wilayah, yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing wilayah tersebut. Untuk menciptakan kegiatan ekonomi yang efektif, efisien, berdampak bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat yang terlibat di dalamnya. Desa Kesamben Wetan Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik secara geografis mempunyai letak yang sangat strategis untuk pembudidayaan tanaman kunyit. Budidaya kunyit di Desa Kesamben Wetan khususnya dan di wilayah Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik pada umumnya, sudah menjadi pilihan petani di saat tegal / lahan kering yang ada di wilayah kecamatan Driyorejo sudah menjelang akhir musim hujan. Sekitar bulan Juni – Juli petani mulai ada yang memanen tanaman kunyitnya dan pada saat itu pula petani menanami kembali lahannya dengan bibit yang sudah disiapkan. Tentunya dipilih bibit dari kunyit yang bagus. Panen kunyit ini bisa dilakukan sampai bulan Desember tentunya di lahan yang belum dipanen kunyitnya. Desa Kesamben Wetan  berdasarkan pertimbangan untuk budidaya kunyit di lahan kering juga cukup bagus, kemudian pasokan pupuk kandang serta jarak yang cukup dekat dengan Kota Surabaya mapun Kota Gresik juga cukup dekat untuk pemasarannya bahkan bisa juga di eksport ke luar negeri.
            Ketua Gapoktan Kesamben Wetan, Bpk. Wakidi adalah seorang petani yang juga seorang pengusaha Kunyit dalam skala cukup besar. Dibawah bimbingan dan arahan dari Koordinator PPL Kec. Driyorejo, Bpk. Bambang Pujaratna,SP, Bpk Wakidi menampung seluruh hasil panen kunyit dari desa Kesamben Wetan, juga seluruh wilayah Kecamatan Driyorejo maupun di wilayah Kecamatan sekitar seperti Kecamatan Wringinanom, Kedamean dan Menganti. Hampir 90% kunyit berkualitas yang ada di wilayah tersebut adalah pemasok hasil kunyit ke pak Wakidi, sisanya sekitar 10% diperoleh dari hasil panen kunyit Kediri.
            Bekerjasama dengan eksportir dari Surabaya, di Panen perdana kunyit mampu menghasilkan produksi kunyit kering (sudah rajangan/irisan tipis) siap eksport ke India sebanyak 1200-1300 ton. Sebelum dikirim, kunyit kering disimpan di gudang kondisi kering sekitar 90% dan pada saat siap kirim di container kondisi kunyit sudah kering 100%. Dengan harga Rp.16.000 / kg (sesuai nilai kontrak pada saat itu), jika mampu mengirim 1.200 ton berarti Rp.16.000 x 1.200.000 kg = Rp.19.200.000,-
Biasanya kalau dikirim menggunakan truk container, satu container maksimal angkut kapasitas 25 ton. Berarti kalau kirim 1.200 ton harus menggunakan 1.200 : 25 = 48 truk container.
            Nah, pada saat pengiriman terakhir dan stok kunyit tinggal sekitar 300 ton (12 container) pandemic Covid 19 melanda dunia, sehingga pengiriman kunyit itu tertahan di pelabuhan sampai berbulan bulan. Kalau kondisi seperti ini, resiko yang tanggung adalah eksportir. Karena keterlambatan pengiriman akan kena claim sekitar 2 M. Itulah kenapa pak Wakidi memanage matang - matang hal hal seperti ini. Jadi ada Pandemi Covid 19 atau hal lain, tidak ikut kena imbasnya.

Bambang Pujaratna, SP

Minggu, 03 Mei 2020

MENGGERUS PAHITNYA PARE JADI MANIS

Di tengah wabah Pandemi Covid-19 yang melanda di seantero dunia, Sutrisno, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tenaru, Desa Tenaru Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, bertekad berjuang menyediakan bahan pangan bagi kepentingan masyarakat. Seperti yang diserukan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), tanggung jawab penyediaan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia merupakan spirit bagi keluarga besar Kementerian Pertanian dan semua pelaku pembangunan pertanian, pertanian tidak boleh berhenti. 



Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi juga menegaskan, “Masalah pangan adalah masalah yang sangat utama, hidup matinya suatu bangsa. Meskipun saat ini negara kita diserang wabah Covid-19 tetapi petani tetap semangat tanam, semangat olah dan semangat panen. Ini membuktikan Pertanian tidak berhenti”, ujar Dedi.
Dengan menggarap lahan seluas 1 (satu) ha di lahan desa Tenaru, Sutrisno mencoba berbudidaya tanaman pare tentunya dengan memperhatikan standar keamanan di tengah wabah Covid-19. Dibawah pengawalan dan pendampingan Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Driyorejo, Bambang Pujaratna, SP, beserta seluruh penyuluh pertanian lapangan di BPP Driyorejo, Sutrisno dengan semangat membara menggarap lahan parenya dengan mengikuti petunjuk teknis tentang bertanam pare. Hal ini juga merupakan wujud bahwa program strategis Kostranai yang digagas oleh Kementerian Pertanian telah berjalan dengan baik, yaitu dengan mengoptimalkan peran BPP bahi petani dan pelaku pertanian lainnya. 
Pare merupakan jenis tanaman yang merambat. Buahnya berbentuk lonjong dan berwarna hijau atau putih dengan permukaan kulit buah terdapat bintil-bintilnya. Batangnya kecil dan panjang serta lebih kuat dari pada mentimun. Untuk mendapatkan hasil yang baik Sutrisno memilih benih pare yang baik atau unggul, perawatan dan pemeliharaan yang tepat, pembuatan para-para atau ajir sebagai tempat tumbuh rambatan dari tanaman pare, penanaman pada tanah harus dalam keadaan gembur, bedengan dengan ketinggian sekitar 30 x 150 cm, panjang bedengan disesuaikan dengan luas lahan dan pemberian pupuk organik secara tepat. Agar pertumbuhan tanaman lebih bagus lagi, tanaman perlu juga diberikan pupuk anorganik yaitu pupuk NPK setelah umur 21 hari. Pare siap dipanen setelah umur 60 hari.
Menjelang bulan Puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, harga pare ini cukup menjanjikan, apalagi di tengah wabah Covid-19, dapat dipastikan bahwa hasil dari panen pare ini akan sangat menguntungkan bagi petani.
Bambang

Rabu, 08 April 2020

USAHA TANAM BUAH GARBIS MENJELANG HARI RAYA IDUL FITRI DI TENGAH WABAH COVID 19

USAHA TANAM GARBIS DAN TIMUN MAS MENJELANG HARI RAYA IDUL FITRI DI TENGAH WABAH 
VIRUS COVID 19

Pemikiran brilian tercetus di benak Ketua Gapoktan Tenaru desa Tenaru Kec. Driyorejo Kabupaten Gresik, Bpk. Sutrisno. Dengan arahan dan bimbingan dari Koordinator Penyuluh Pertanian Kec. Driyorejo, Bpk. Bambang Pujaratna, SP beserta Penyuluh Wilayah Binaan Desa Tenaru, Ibu Fitri Purwaningsih, SP, Bapak Sutrisno mengajak kerjasama Anggota Gapoktan dan Poktan wilayah desa Tenaru untuk bertanam dan budidaya Garbis/Blewah serta Timun Mas yang diharapkan akan panen menjelang Hari Raya Idul Fitri atau di saat bulan puasa.

Dengan memanfaatkan lahan yang ada di desa Petiken, Bpk. Sutrisno beserta anggota Gapoktan / Poktan desa Tenaru mulai menggarap lahan seluas sekitar 1 Ha itu pada akhir bulan Pebruari  2020. Pada saat ini Tanaman Garbis / Blewah dan Timun Mas sdh mulai berbuah meski masih kecil kecil.


Proses Penanaman Blewah ini tidaklah susah, efisien dan tidak banyak memerlukan biaya. Cara menaman Blewah kurang lebih sama dengan menanam semangka, dimulai dari penyiapan lahan tanah yang lebih baik kalau diolah kemudian dilubangi dengan jarak tanam antara 60-70 cm. Sebelumnya lahan dibuat bedengan dengan lebar 60-80 cm serta lebar parit 40 cm. Lahan diberi pupuk kandang, Untuk menjaga kadar kelembaban tanah, digunakan dolomit setelah penaburan pupuk kandang, mulsa plastik. Kadar kelembaban tanah ini harus dijaga untuk mendapatkan kualitas tanaman yang baik, pemberian pupuk Urea dengan dosis 200 kg/Ha. sebelum dimasukkan lubang tanam, benih blewah direndam dengan air kurang lebih selama 24 jam, hal ini untuk menjaga benih agar tidak mengalami kekeringan. Kemudian benih ditaburkan dua atau tiga benih ke lubang tanam, lalu ditimbun kembali dengan tanah. Agar mendapatkan tanaman blewah yang berkualitas, perawatan blewah harus dilakukan dengan baik. Pemupukan dilakukan  pada saat tanaman berumur 7 hari, 20 hari dan 35 hari. Pupuk yang digunakan harus dicampur dengan air, kemudian disiramkan ke seluruh tanaman secara merata.
Buah blewah mulai bisa dipanen ketika sudah berumur 50-60 hari. Dua atau tiga kali panen bisa dilakukan dalam sekali tanam.

Dengan budidaya yang relatif mudah dan menjanjikan inilah, meskipun di tengah wabah corona / covid 19, Bpk. Sutrisno dibantu Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kec. Driyorejo berupaya semaksimal mungkin agar tanaman bisa tumbuh dengan baik dan berbuah yang baik pula agar kualitas buah juga pemasaran bisa baik. Apalagi ditengah pandemi covid 19 ini menjelang Bulan Puasa dan Hari Raya Idul Fitri, Harga buah blewah pasti tinggi dan bisa meraup untung lebih banyak dari biasanya. (bb)














Senin, 03 Februari 2020

Jagung di Poktan Ngembes

Benih Jagung Hibrida Bantuan, Varietas Pertiwi 2 di Lahan Poktan Ngembes - Desa Mojosarirejo - Kecamatan Driyorejo.






Jumat, 06 September 2019

Menanam Kunyit Di Dalam Pot

Cara menanam kunyit di dalam pot dapat dilakukan dengan praktis menggunakan beberapa tahap seperti pembibitan, penyemaian, pengolahan tanah, penanaman bibit, pemupukan, dan penyiraman. Dalam ulasan kali ini, kami akan memamparkan tahap-tahap tersebut satu per satu. Namun sebelum itu, mari mengenal lebih jauh dulu tentang kunyit itu sendiri.
Kunyit merupakan jenis tanaman akar-akaran seperti laosjahekencur, dan lain-lain. Tanaman kunyit ini biasa disebut juga kunir atau janar. Ciri-ciri tanaman kunyit ini memiliki warna kuning pada buahnya, dan warna kuning kehijauan pada daunnya. Daun tumbuhan kunyit umumnya berukuran lebar. Kunyit dapat digunakan untuk bumbu masakan, pewarna alami, dan obat atau jamu herbal untuk menyembuhkan beberapa penyakit.

Meskipun tanaman kunyit terlihat sepele, namun ternyata tanaman kunyit ini mampu mendatangkan banyak manfaat seperti yang telah disebutkan di atas. Tanaman kunyit dapat dibudidayakan dengan mudah tanpa perlu lahan yang terlalu luas. Tanaman kunyit dapat dibudidayakan menggunakan pot atau polybag. Sederhana bukan? Jika Anda tertarik menanam kunyit dalam pot atau polybag, ada baiknya jika Anda mempelajari tips dan trik mudah yang akan kami jelaskan sebagai berikut.

Pembibitan dan Penyemaian Rimpang Kunyit

Pembibitan kunyit dapat dilakukan dengan mengambil rimpang kunyit yang sudah tua. Usia kunyit yang layak dijadikan sebagai bibit adalah sekitar 8 bulan. Karena semakin tua kunyit, maka semakin bagus pula bibit dan tunas yang akan dihasilkan. Jumlah rimpang yang digunakan untuk pembibitan disesuaikan dengan jumlah pot atau polybag yang Anda siapkan, karena saat penanaman, masing-masing pot hanya diisi dengan satu bibit saja. Langkah selanjutnya adalah penyemaian bibit kunyit, yaitu dengan cara:
  • Letakkan rimpang kunyit yang telah disiapkan di atas tanah yang lembab.
  • Pastikan rimpang tersebut tidak terkena paparan sinar matahari langsung.
  • Taburi rimpang kunyit tersebut dengan tanah secukupnya, dan siram setiap sore untuk menghasilkan tunas atau bibit kunyit yang bagus.
  • Jika rimpang kunyit telah tumbuh setinggi 10 cm, ambil tunas tersebut dan potonglah.
  • Masing-masing pot diisi dengan satu tunas.

Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah dilakukan dengan mencampur tanah gembur, kompos, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1. Campurkan ketiga bahan tersebut hingga merata, dan isikan ke dalam pot yang telah Anda siapkan. Ukuran pot ideal yang dapat Anda gunakan adalah pot dengan diameter 20 cm dan tinggi pot 40 cm. Campuran tanah, kompos, dan pupuk kandang sebaiknya Anda masukkan setinggi 30 cm saja. Jangan lupa untuk meletakkan pecahan batu bata atau pecahan genteng di bagian bawah pot sebelum media tanam dimasukkan. Hal ini bertujuan agar media tanam tidak terbawa air saat dilakukan penyiraman.

Penanaman Bibit Kunyit


Bibit kunyit yang telah siap tanam adalah bibit yang telah disemai dan telah muncul tunasnya. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat penanaman antara lain:
  • Buat lubang pada media tanam kurang lebih dengan kedalaman 8 cm.
  • Masukkan masing-masing bibit atau tunas ke dalam masing-masing lubang yang telah disiapkan.
  • Masing-masing lubang diisi dengan satu tunas atau satu bibit.
  • Tutup kembali lubang tanam dengan media tanam yang berupa campuran tanah, kompos, dan pupuk kandang.
  • Sirami bibit yang telah ditanam tersebut secukupnya.

Pemupukan

Pupuk yang digunakan untuk pemupukan tanaman sebaiknya pupuk kompos atau pupuk organik, bukan pupuk kimia. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir resiko yang berbahaya akibat penggunaan pupuk kimia. Pemupukan dilakukan setiap satu bulan sekali, dengan mengkombinasikan tanah, pupuk kandang, dan kompos dengan perbandingan 1:1:1.

Penyiraman

Penyiraman dilakukan setiap 2 hari atau 3 hari sekali untuk tetap menjaga kelembaban media tanam. Sebaiknya penyiraman dilakukan di sore hari. Perlu diperhatikan, jangan melakukan penyiraman terlalu banyak, karena air yang tergenang terlalu banyak pada media tanam dapat menyebabkan bibit atau rimpang kunyit cepat membusuk.

Masa Panen Kunyit

Masa panen ideal untuk tanaman kunyit adalah saat tanaman kunyit telah berusia 8 bulan setelah masa tanam. Mengapa perlu adanya masa tanam yang ideal? Hal ini bertujuan agar rimpang kunyit yang dihasilkan tidak kusut, sehat, tidak cepat membusuk, beratnya ideal, dan tetap segar meskipun disimpan dalam waktu yang lama.
Itulah beberapa tips dan trik mudah membudidayakan kunyit dalam pot maupun polybag. Tidak ada salahnya mencoba berkebun menggunakan lahan yang ada di pekarangan atau di kebun pribadi, tidak perlu repot-repot mencari atau menyewa lahan yang lebih luas untuk berkebun. Dengan memanfaatkan lahan yang ada di pekarangan dan kebun rumah, tanaman yang ditanam akan lebih mudah diawasi dan dirawat. Jika ingin lebih mudah, berkebun juga dapat dilakukan menggunakan pot atau polybag yang lebih menghemat lahan. 

Minggu, 30 Juni 2019

POTENSI KOMODITAS KUNYIT
DI DESA KESAMBEN WETAN – KEC. DRIYOREJO


A.   Gambaran Umum Wilayah
1. Keadaan Umum
                        Luas wilayah Desa Kesamben Wetan Kecamatan Driyorejo ± 5,29 Km2 dengan batas – batas sebagai berikut :
§  Sebelah Utara              :    Desa  Randegansari
§  Sebelah Timur              :    Desa  Petiken + Tenaru
§  Sebelah Selatan           :    Desa  Driyorejo
§  Sebelah Barat              :    Desa  Sumput






2. Data Kelembagaan.
Desa Kesamben Wetan Kecamatan Driyorejo Kab. Gresik, terdiri dari 2 (dua) dusun, yaitu Dusun Kesamben dan Dusun Pasinan. Sesuai SK Bupati Gresik tahun 2015, maka nama Kelompok Tani seluruh Kabupaten Gresik disesuaikan namanya dengan nama dusunnya. Sehingga Poktan di desa Kesamben Wetan menjadi Poktan Kesamben dan Poktan Pasinan. Sedangkan untuk Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) namanya menjadi Gapoktan Kesamben Wetan.

Susunan Pengurus Gapoktan Kesamben Wetan :
Ketua              : Wakidi
Sekretaris        : Ngaseri
Bendahara       : Sarono
Susunan Pengurus Poktan Kesamben   :
Ketua              : Sarip
Sekretaris        : Surayit
Bendahara       : H. Kasto
Susunan Pengurus Poktan Pasinan   :
Ketua              : Hadi Mulyo
Sekretaris        : Mardi
Bendahara       : Sumandri



B. Potensi Komoditas Kunyit.
Di Kecamatan Driyorejo, sentra tanaman kunyit / kunir adalah di Desa Kesamben Wetan, Sumput, Mojosarirejo, Karangandong, Banjaran, Tanjungan, Wedoroanom, Randegansari, Petiken, Tenaru dan Mulung.
Budidaya Kunyit dilakukan dalam bentuk tumpangsari dengan Jagung dan Lombok di tegal maupun di pekarangan. Luas lahan untuk tanaman kunyit di desa Kesamben Wetan sekitar 60 Ha, yang terbagi di Dusun Kesamben seluas 35 Ha dan di Dusun Pasinan seluas   25 Ha.
Komoditas Kunir yang dibudidayakan oleh petani desa Kesamben Wetan Kecamatan Driyorejo dijual produk kunyit basah dengan harga yang fluktuatif (harga saat ini /juni 2019 adalah Rp.1.700,- s/d Rp.3.000,- per kg keadaan kunir basah yang telah di sortasi. Tingkat Produktifitas rata-rata mencapai 20-25 ton/ha kunyit basah.
Komoditas Kunir kedepannya akan diangkat sebagai produk unggulan Kecamatan Driyorejo dan akan diupayakan agar menjadi produk komoditas yang bisa menambah penghasilan dan pendapatan bagi petani yang ada di desa Kesamben Wetan pada khususnya dan bagi petani di Wilayah Kecamatan Driyorejo pada umumnya.

Selasa, 23 April 2019

Padi di Lahan Kering

Tanaman padi bagus juga ditanam di lahan kering dengan perlakuan dan perawatan yang baik sehingga nantinya akan diperoleh hasil panen yang sesuai harapan dan tidak kalah dengan apabila budidaya tanaman padi di lahan basah atau lahan irigasi.
Salah satu usaha dalam percepatan pencapaian swasembada pangan utamanya padi maka program peningkatan produksi dan produktifitas padi diarahkan pada kegiatan optimalisasi lahan melalui pemaksimalan pemanfaatan lahan marginal atau lahan suboptimal. Oleh karena itu, dukungan teknologi budidaya padi spesifik agroekosistem mutlak diperlukan. Balitbangtan sebagai lembaga litbang pertanian telah dan terus berinovasi dalam menciptakan, mengembangkan dan memperbaiki teknologi budidaya padi selaras dengan dinamika perubahan preferensi masyarakat maupun dinamika perubahan iklim global. Teknologi pengelolaan tanaman terpadu padi (PTT Padi) yang semula dikembangkan pada lahan sawah irigasi dan telah ditransformasi melalui kegiatan SL-PTT dan GP-PTT, telah dikembangkan ke arah PTT padi spesifik lokasi seperti lahan sawah tadah hujan, lahan kering (padi gogo) dan lahan rawa lebak. Perbaikan teknologi PTT spesifik lokasi melalui kegiatan refocusing komponen PTT sesuai dengan kebutuhan lahan, potensi lokal dan sumber daya.

Teknologi budidaya padi lahan kering dibagi menjadi dua: 1) teknologi optimasi lahan terbuka dan 2) teknologi optimasi lahan di bawah tegakan. Komponen utma dalam teknologi optimasi lahan terbuka adalah penentuan kesesuaian varietas. Varietas Inpago (inbrida padi gogo) diantaranya Inpago 4, Inpago 5, Inpago 7, Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10, Situ Patenggang, Batutegi dan Limboto sesuai untuk karakter lahan kering terbuka dengan sistem pengolahan lahan melalui prinsip konservasi (kemiringan <15%). Benih bersertifikat atau memenuhi standart mutu benih merupakan syarat utama teknologi PTT yang dipadukan dengan seed treatment untuk mencegah infeksi dan infestasi organisme pengganggu tanaman (OPT) sejak dini. Waktu tanam disesuaikan dengan kalender tanam (Katam Terpadu) serta disesuaikan dengan kedalaman basah tanah (10 – 20cm). Sistem tanam jajar legowo 2:1 (20 cm x 15 cm) – 30 dianjurkan untuk lahan kering terbuka. Pemupukan dilakukan berdasarkan petunjuk PUTK sehingga dapat ditentukan kebutuhan pupuk anorganik dan pengelolaan bahan organik sesuai dengan kebutuhan lahan. Pemeliharaan tanaman yang utama adalah pengendalian OPT terpadu (gulma dan hama penyakit). Kegiatan panen dan pasca panen diusahakan untuk seminimal mungkin kehilangan hasil dengan pengelolaan susut panen melalui panen pada saat masak fisiologis menggunakan sabit bergerigi, threser, terpal dan mini combine harvester disesuaikan dengan kondisi lahan dan ketersediaan SDM. Penanganan pasca panen dengan mesin pengering dan penggiingan dua pas sangat dianjurkan.
Komponen teknologi optimasi lahan di bawah tegakan sama dengan komponen teknologi optimasi lahan terbuka. Varietas yang dianjurkan hanya Situ Patenggang (toleran naungan) dan Jatiluhur dengan pengolahan tanah melalui prinsip konservasi (kemiringan 45%). Beberapa varietas unggul baru (VUB) padi yang dianjurkan untuk dikembangkan di kedua tipe lahan kering mempunyai sifat keunggulan masing-masing (Tabel 1). Konservasi lahan diarahkan pada teknik vegetatif 9alley croping, strip rumput dan wana tani. Teknologi budidaya padi lahan kering harus didukung dengan pengelolaan air melalui teknik panen air seperti ketersediaan embung, kedung, rorak maupun dam parit yang diikuti dengan teknologi sistem pemberian dan pendistribusian air (irigasi suplemen). Penerapan teknologi penegelolaan hara terpadu dengan pemanfaatan secara berimbang antara pupuk anorganik, pupuk organik dan pupuk hayati merupakan usaha pengelolaan hara tanah yang disarankan. Penggunaan Test Kit PUTK untuk rekomendasi pemupukan spesifik lokasi sangat memudahkan dalam mementukan kebutuhan pupuk. Rekomendasi penggunaan VUB padi spesifik lahan kering harus diikuti kesiapan ketersediaan logistik benih sehingga dapat dipetakan berapa luas pengembangan yang dapat segera dilaksanakan dan dapat ditentukan target luasan pada musim tanam berikutnya.