Acara Sambung Rasa Gapoktan oleh Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian (BP4K) Kabupaten Gresik di Kecamatan Driyorejo di laksanakan di Balai Desa Karangandong. Sebanyak 600 undangan hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari Gapoktan, Poktan, Kepala UPT-BP3K, Penyuluh Pertanian, Penyuluh Swadaya di Wilayah eks Pembantu Bupati Driyorejo *Kec. Driyorejo, Menganti, Kedamean dan Wringinanom) maupun Pihak Terkait seperti Muspika, Kepala Desa, dan lain - lain.
Acara Sambung Rasa ini dilaksanakan pada hari Kamis, Tanggal 24 Oktober 2013 dengan Tema : Sambung Rasa Wahana Membantu Pemecahan Masalah dan Mengikhtiarkan Kemudahan bagi Pelaku Utama dan Pelaku Usaha di Bidang Agribisnis. Acara yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada para petani ini berlangsung meriah dan mengena di hati para peserta. Disamping ada undian berupa 2 ekor kambing serta barang - barang elektronik, bapak Bupati Gresik juga memberikan bantuan kepada para warga miskin.
Tak kalah meriahnya, acara ini juga menampilkan grup Orkes yang ada di desa Karangandong dengan artis - artisnya, serta di dokumentasi dan ditayangkan di Stasiun Televisi JTV Jawa Timur.
Kamis, 07 November 2013
Rabu, 25 September 2013
BUDIDAYA TANAMAN PISANG
SERI KEDUA
Pemeliharaan Tanaman
Pemeliharaan Tanaman
1. Penjarangan : Untuk
mendapatkan hasil yg baik, satu rumpun harus terdiri atas 3-4 batang.
Pemotongan anak dilakukan sedemikian rupa sehingga dlm satu rumpun terdapat
anakan yg masing-masing berbeda umur (fase pertumbuhan). Setelah 5 tahun rumpun
dibongkar untuk diganti dengan tanaman yg baru.
2. Penyiangan :
Rumput/gulma di sekitar pohon induk harus disiangi agar pertumbuhan anak &
juga induk baik. Penyiangan dilakukan bersamaan dengan penggemburan &
penimbunan dapuran oleh tanah agar perakaran & tunas bertambah banyak. Perlu
diperhatikan bahwa perakaran pisang hanya rata-rata 15 cm di bawah permukaan
tanah, sehingga penyiangan jangan dilakukan terlalu dalam.
3. Perempalan : Daun-daun
yg mulai mengering dipangkas agar kebersihan tanaman & sanitasi lingkungan
terjaga. Pembuangan daun-daun ini dilakukan setiap waktu.
4. Pemupukan : Pisang
sangat memerlukan kalium dlm jumlah besar. Untuk satu hektar, pisang memerlukan
207 kg urea, 138 kg super fosfat, 608 kg KCl & 200 kg batu kapur sebagai
sumber kalsium. Pupuk N diberikan dua kali dlm satu tahun yg diletakkan di dlm
larikan yg mengitari rumpun tanaman. Setelah itu larikan ditutup kembali dengan
tanah. Pemupukan fosfat & kalium dilaksanakan 6 bulan setelah tanam (dua
kali dlm setahun).
5. Pengairan & Penyiraman : Pisang akan tumbuh subur & berproduksi dengan baik selama pengairannya terjaga. Tanaman diairi dengan cara disiram atau mengisi parit-parit/saluran air yg berada di antara barisan tanaman pisang.
6. Pemberian Mulsa : Tanah di sekitar rumpun pisang diberi mulsa berupa daun kering ataupun basah. Mulsa berguna untuk mengurangi penguapan air tanah & menekan gulma, tetapi pemulsaan yg terus menerus menyebabkan perakaran menjadi dangkal sehingga pada waktu kemarau tanaman merana. Karena itu mulsa tidak boleh dipasang terus menerus.
7. Pemeliharaan Buah : Jantung pisang yg telah berjarak 25 cm dari sisir buah terakhir harus dipotong agar pertumbuhan buah tidak terhambat. Setelah sisir pisang mengembang sempurna, tandan pisang dibungkus dengan kantung plastik bening. Kantung plastik polietilen dengan ketebalan 0,5 mm diberi lubang dengan diameter 1,25 cm. Jarak tiap lubang 7,5 cm. Ukuran kantung plastik adalah sedemikian rupa sehingga menutupi 15-45 cm di atas pangkal sisir teratas & 25 cm di bawah ujung buah dari sisir terbawah.
Hama
1. Ulat daun (Erienota
thrax.)
o Bagian yg diserang
adalah daun.
o Gejala: daun menggulung
seperti selubung & sobek hingga tulang daun.
o Pengendalian: dengan
menggunakan insektisida yg cocok belum ada, dapat dicoba dengan insektisida
Malathion.
2. Uret kumbang
(Cosmopolites sordidus)
o Bagian yg diserang
adalah kelopak daun, batang.
o Gejala: lorong-lorong ke
atas/bawah dlm kelopak daun, batang pisang penuh lorong.
o Pengendalian: sanitasi
rumpun pisang, bersihkan rumpun dari sisa batang pisang, gunakan bibit yg telah
disucihamakan.
3. Nematoda (Rotulenchus
similis, Radopholus similis).
o Bagian yg diserang
adalah akar.
o Gejala: tanaman
kelihatan merana, terbentuk rongga atau bintik kecil di dlm akar, akar bengkak.
o Pengendalian: gunakan
bibit yg telah disucihamakan, tingkatkan humus tanah & gunakan lahan dengan
kadar lempung kecil.
4. Ulat bunga & buah
(Nacoleila octasema.)
o Bagian yg diserang
adalah bunga & buah.
o Gejala: pertumbuhan buah
abnormal, kulit buah berkudis. Adanya ulat sedikitnya 70 ekor di tandan pisang.
o Pengendalian: dengan
menggunakan insektisida.
Penyakit
1. Penyakit darah
o Penyebab: Xanthomonas
celebensis (bakteri). Bagian yg diserang adalah jaringan tanaman bagian dalam.
o Gejala: jaringan menjadi
kemerah-merahan seperti berdarah.
o Pengendalian: dengan
membongkar & membakar tanaman yg sakit.
2. Panama
o Penyebab: jamur Fusarium
oxysporum. Bagian yg diserang adalah daun.
o Gejala: daun layu &
putus, mula-mula daun luar lalu daun di bagian dalam, pelepah daun membelah
membujur, keluarnya pembuluh getah berwarna hitam.
o Pengendalian: membongkar
& membakar tanaman yg sakit.
3. Bintik daun
o Penyebab: jamur
Cercospora musae. Bagian yg diserang adalah daun dengan gejala bintik sawo
matang yg makin meluas.
o Pengendalian: dengan
menggunakan fungisida yg mengandung Copper oksida atau Bubur Bordeaux (BB).
4. Layu
o Penyebab: bakteri
Bacillus . Bagian yg diserang adalah akar.
o Gejala: tanaman layu
& mati.
o Pengendalian: membongkar
& membakar tanaman yg sakit.
5. Daun pucuk
o Penyebab: virus dengan
perantara kutu daun Pentalonia nigronervosa. Bagian yg diserang adalah daun pucuk.
o Gejala: daun pucuk
tumbuh tegak lurus secara berkelompok.
o Pengendalian: cara
membongkar & membakar tanaman yg sakit.
Gulma
Tidak lama setelah tanam & setelah kanopi dewasa
terbentuk, gulma akan menjadi persoalan yg harus segera diatasi. Penanggulangan
dilakukan dengan:
1. Penggunaan herbisida
seperti Paraquat, Gesapax 80 Wp, Roundup & dalapon.
2. Menanam tanaman penutup
tanah yg dapat menahan erosi, tahan naungan, tidak mudah diserang
hama-penyakit, tidak memanjat batang pisang. Misalnya Geophila repens.
3. Menutup tanah dengan
plastik polietilen.
1. Ciri & Umur Panen
Pada umur 1 tahun rata-rata pisang sudah berbuah. Saat
panen ditentukan oleh umur buah & bentuk buah. Ciri khas panen adalah
mengeringnya daun bendera. Buah yg cukup umur untuk dipanen berumur 80-100 hari
dengan siku-siku buah yg masih jelas sampai hampir bulat. Penentuan umur panen
harus didasarkan pada jumlah waktu yg diperlukan untuk pengangkutan buah ke
daerah penjualan sehingga buah tidak terlalu matang saat sampai di tangan
konsumen. Sedikitnya buah pisang masih tahan disimpan 10 hari setelah diterima
konsumen.
2. Cara Panen
Dalam budidaya buah pisang dipanen bersama-sama
dengan tandannya. Panjang tandan yg diambil adalah 30 cm dari pangkal sisir
paling atas. Gunakan pisau yg tajam & bersih waktu memotong tandan. Tandan
pisang disimpan dlm posisi terbalik supaya getah dari bekas potongan menetes ke
bawah tanpa mengotori buah. Dengan posisi ini buah pisang terhindar dari luka
yg dapat diakibatkan oleh pergesekan buah dengan tanah. Setelah itu batang
pisang dipotong hingga umbi batangnya dihilangkan sama sekali. Jika tersedia
tenaga kerja, batang pisang bisa saja dipotong sampai setinggi 1 m dari
permukaan tanah. Penyisaan batang dimaksudkan untuk memacu pertumbuhan tunas.
3. Periode Panen
Pada perkebunan pisang yg cukup luas, panen dapat
dilakukan 3-10 hari sekali tergantung pengaturan jumlah tanaman produktif.
4. Perkiraan Produksi
Belum ada standard produksi pisang di Indonesia, di
sentra pisang dunia produksi 28 ton/ha/tahun hanya ekonomis untuk perkebunan
skala rumah tangga. Untuk perkebunan kecil (10-30 ha) & perkebunan besar
(> 30 ha), produksi yg ekonomis harus mencapai sedikitnya 46 ton/ha/tahun.
Secara konvensional tandan pisang ditutupi dengan daun
pisang kering untuk mengurangi penguapan & diangkut ke tempat pemasaran
dengan menggunakan kendaraan terbuka/tertutup. Untuk pengiriman ke luar negeri,
sisir pisang dilepaskan dari tandannya kemudian dipilah-pilah berdasarkan
ukurannya. Pengepakan dilakukan dengan menggunakan wadah karton. Sisir buah
pisang dimasukkan ke dos dengan posisi terbalik dlm beberapa lapisan. Sebaiknya
luka potongan di ujung sisir buah pisang disucihamakan untuk menghindari
pembusukan.
BUDIDAYA TANAMAN PISANG
SERI PERTAMA
SYARAT TUMBUH TANAMAN PISANG
SYARAT TUMBUH TANAMAN PISANG
Iklim
1. Iklim tropis basah,
lembab & panas untuk budidaya buah pisang. Namun demikian pisang
masih dapat tumbuh di daerah subtropis. Pada kondisi tanpa air, pisang masih
tetap tumbuh karena air disuplai dari batangnya yg berair tetapi produksinya
tidak dapat diharapkan.
2. Angin dengan kecepatan
tinggi seperti angin kumbang dapat merusak daun & mempengaruhi pertumbuhan
tanaman.
3. Curah hujan optimal
adalah 1.520–3.800 mm/tahun dengan 2 bulan kering. Variasi curah hujan harus
diimbangi dengan ketinggian air tanah agar tanah tidak tergenang.
Media Tanam
1. Pisang dapat tumbuh di
tanah yg kaya humus, mengandung kapur atau tanah berat. Tanaman ini rakus
makanan sehingga sebaiknya budidaya buah pisang di tanah berhumus
dengan pemupukan.
2. Air harus selalu
tersedia tetapi tidak boleh menggenang karena pertanaman pisang harus diari
dengan intensif. Ketinggian air tanah di daerah basah adalah 50 - 200 cm, di
daerah setengah basah 100 - 200 cm & di daerah kering 50 - 150 cm. Tanah yg
telah mengalami erosi tidak akan menghasilkan panen pisang yg baik. Tanah harus
mudah meresapkan air. Pisang tidak hidup pada tanah yg mengandung garam 0,07%.
Ketinggian Tempat
Tanaman ini toleran akan ketinggian & kekeringan.
Di Indonesia umumnya dapat tumbuh di dataran rendah sampai pegunungan setinggi
2.000 m dpl. Pisang ambon, nangka & tanduk tumbuh baik sampai ketinggian
1.000 m dpl.
Pembibitan
Pisang diperbanyak dengan cara vegetatif berupa
tunas-tunas (anakan).
1. Persyaratan Bibit :
Tinggi anakan yg dijadikan bibit adalah 1-1,5 m dengan lebar potongan umbi
15-20 cm. Anakan diambil dari pohon yg berbuah baik & sehat. Tinggi bibit
akan berpengaruh terhadap produksi pisang (jumlah sisir dlm tiap tandan). Bibit
anakan ada dua jenis: anakan muda & dewasa. Anakan dewasa lebih baik
digunakan karena sudah mempunyai bakal bunga & persediaan makanan di dlm
bonggol sudah banyak. Penggunaan bibit yg berbentuk tombak (daun masih
berbentuk seperti pedang, helai daun sempit) lebih diutamakan daripada bibit
dengan daun yg lebar.
2. Penyiapan Bibit : Bibit
dapat dibeli dari daerah/tempat lain atau disediakan di kebun sendiri. Tanaman
untuk bibit ditanam dengan jarak tanam agak rapat sekitar 2 x 2 m. Satu pohon
induk dibiarkan memiliki tunas antara 7-9. Untuk menghindari terlalu banyaknya
jumlah tunas anakan, dilakukan pemotongan/penjarangan tunas.
3. Sanitasi Bibit Sebelum
Ditanam : Untuk menghindari penyebaran hama/penyakit, sebelum
ditanam bibit diberi perlakuan sebagai berikut:
1. Setelah dipotong,
bersihkan tanah yg menempel di akar.
2. Simpan bibit di tempat
teduh 1-2 hari sebelum tanam agar luka pada umbi mengering. Buang daun-daun yg
lebar.
3. Rendam umbi bibit
sebatas leher batang di dlm insektisida 0,5–1% selama 10 menit. Lalu bibit
dikeringanginkan.
4. Jika tidak ada
insektisida, rendam umbi bibit di air mengalir selama 48 jam.
5. Jika di areal tanam
sudah ada hama nematoda, rendam umbi bibit di dlm air panas beberapa menit.
Pengolahan Media Tanam
1. Pembukaan Lahan :
Pemilihan lahan harus mempertimbangkan aspek iklim, prasarana ekonomi &
letak pasar/industri pengolahan pisang, juga harus diperhatikan segi keamanan
sosial. Untuk membuka lahan perkebunan pisang, dilakukan pembasmian gulma,
rumput atau semak-semak, penggemburan tanah yg masih padat; pembuatan sengkedan
& pembuatan saluran pengeluaran air.
2. Pembentukan Sengkedan
Bagian tanah yg miring perlu disengked (dibuat teras). Lebar sengkedan
tergantung dari derajat kemiringan lahan. Lambung sengkedan ditahan dengan
rerumputan atau batu-batuan jika tersedia. Dianjurkan untuk menanam tanaman
legum seperti lamtoro di batas sengkedan yg berfungsi sebagai penahan erosi,
pemasuk unsur hara N & juga penahan angin.
Pembuatan Saluran Pembuangan Air Saluran ini harus
dibuat pada lahan dengan kemiringan kecil & tanah-tanah datar. Di atas
landasan & sisi saluran ditanam rumput untuk menghindari erosi dari
landasan saluran itu sendiri.
Teknik Penanaman
1. Penentuan Pola Tanaman : Jarak tanam dalam budidaya buah pisang cukup lebar sehingga
pada tiga bulan pertama memungkinkan dipakai pola tanam tumpang sari/tanaman
lorong di antara tanaman pisang. Tanaman tumpang sari/lorong dapat berupa
sayur-sayuran atau tanaman pangan semusim. Di kebanyakan perkebunan pisang di
wilayah Asia yg curah hujannya tinggi, pisang ditanam bersama-sama dengan
tanaman perkebunan kopi, kakao, kelapa
& arecanuts. Di India Barat, pisang untuk ekspor ditanam secara permanen
dengan kelapa.
2. Pembuatan Lubang Tanam :
Ukuran lubang adalah 50 x 50 x 50 cm pada tanah berat & 30 x 30 x 30 cm
atau 40 x40 x 40 cm untuk tanah-tanah gembur. Jarak tanam 3 x 3 m untuk tanah
sedang & 3,3 x 3,3 m untuk tanah berat.
3. Cara Penanaman : Penanaman dilakukan menjelang musim hujan (September-Oktober). Sebelum tanam lubang diberi pupuk organik seperti pupuk kandang/kompos sebanyak 15–20 kg. Pemupukan organik sangat berpengaruh terhadap kualitas rasa buah
bersambung ke seri 2
3. Cara Penanaman : Penanaman dilakukan menjelang musim hujan (September-Oktober). Sebelum tanam lubang diberi pupuk organik seperti pupuk kandang/kompos sebanyak 15–20 kg. Pemupukan organik sangat berpengaruh terhadap kualitas rasa buah
bersambung ke seri 2
Kamis, 29 Agustus 2013
LARAS FOOD
'LARAS FOOD` adalah merek dagang yang digunakan oleh Family food dan bergerak dibidang pengolahan hasil perikanan di desa Tenaru Kecamatan Driyorejo - Gresik.
Menyediakan berbagai jenis produk frozen yaitu : seafood crispy deli,
shrimp spring roll,
martabak udang,
seafood siu mai,
seafood kekeian,
drumb stik,
tail on shrimp dumpling,
tail on shrimp roll,
nuget kepiting,
nuget udang,
shrimp puff.
ebi furai,
chiken katsu,
ekado,
breaded fish,
LARAS FOOD telah mendapatkan izin dari DEPKES dan HALAL MUI
Semboyan kami ;
MUTU BERSAING DENGAN HARGA TERJANGKAU
Pemilik/Pengusaha : Ibu Ririn
No. HP : 62081230552686
Menyediakan berbagai jenis produk frozen yaitu : seafood crispy deli,
shrimp spring roll,
martabak udang,
seafood siu mai,
seafood kekeian,
drumb stik,
tail on shrimp dumpling,
tail on shrimp roll,
nuget kepiting,
nuget udang,
shrimp puff.
ebi furai,
chiken katsu,
ekado,
breaded fish,
LARAS FOOD telah mendapatkan izin dari DEPKES dan HALAL MUI
Semboyan kami ;
MUTU BERSAING DENGAN HARGA TERJANGKAU
Pemilik/Pengusaha : Ibu Ririn
No. HP : 62081230552686
Rabu, 24 Juli 2013
PEMANFAATAN PEKARANGAN
PENDAHULUAN
PENATAAN PEKARANGAN
POTENSI PENGEMBANGAN
Komoditi yang diusahakan dipekarangan sebaiknya disesuaikan dengan kesesuaian komoditi dengan daerah yang bersangkutan, peluang pasar, dan nilai guna meliputi:
DAUR ULANG DI PEKARANGAN
BUDIDAYA ORGANIK
POLA TANAM VERTIKAL (TANAM BERSUSUN)
TABULAPOT
Pekarangan adalah sebidang tanah darat
yang terletak langsung di sekitar rumah tinggal dan jelas
batas-batasnya, karena letaknya di sekitar rumah, maka pekarangan
merupakan lahan yang mudah diusahakan oleh seluruh anggota keluarga
dengan memanfaatkan waktu luang yang tersedia. Pemanfaatan pekarangan
yang baik dapat mendatangkan berbagai manfaat antara lain:
- Sumber pangan, sandang dan papan penghuni rumah
- Sumber plasma nutfah dan ragam jenis biologi,
- Lingkungan hidup bagi berbagai jenis satwa,
- Pengendali iklim sekitar rumah dan tempat untuk kenyamanan,
- Penyerap karbondioksida dan penghasil oksigen,
- Tempat resapan air hujan dan air limbah keluarga ke dalam tanah,
- Melindungi tanah dari kerusakan erosi
- Tempat pendidikan bagi anggota keluarga
PENATAAN PEKARANGAN
Pekarangan merupakan lahan di sekitar
rumah, karena itu pemanfaatan pekarangan bukan hanya mempertimbangkan
hasil, tapi juga perlu mempertimbangkan aspek keindahan. Sebagai acuan,
penataan pekarangan dapat dilakukan sebagai berikut :
- Halaman depan (buruan):, tanaman hias, pohon buah, tempat bermain anak, bangku taman, tempat menjemur hasil pertanian
- Halaman samping (pipir): tempat jemur pakaian, pohon penghasil kayu bakar, bedeng tanaman pangan, tanaman obat, kolam ikan, sumur dan kamar mandi
- Halaman belakang (kebon): bedeng tanaman sayuran, tanaman bumbu, kandang ternak, tanaman industri
POTENSI PENGEMBANGAN
Komoditi yang diusahakan dipekarangan sebaiknya disesuaikan dengan kesesuaian komoditi dengan daerah yang bersangkutan, peluang pasar, dan nilai guna meliputi:
- Tanaman pangan: umbi-umbian, kacang-kacangan, sayuran, buah-buahan, bumbu-bumbuan, obat
- Tanaman bernilai ekonomi tinggi: buah, sayuran, hias (bunga potong, tanaman pot, tanaman taman, anggrek)
- Ternak: ternak unggas hias, ternak petelur, ternak pedaging
- Ikan: ikan hias, ikan produksi daging, pembenihan dll.
DAUR ULANG DI PEKARANGAN
Usahatani di pekarangan dapat
dilakukan dengan biaya yang lebih murah karena, limbah yang dihasilkan
dapat di daur ulang untuk kepentingan usahatani berikutnya:
- Sampah pekarangan dan sampah rumah tangga dapat dikomposkan dengan membuat lubang sampah atau bak-bak pengomposan.
- Selain untuk pupuk, sampah organik dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak dan ikan
- Pupuk kandang dan endapan lumpur dari kolam digunakan untuk pupuk bagi tanaman
BUDIDAYA ORGANIK
Budidaya tanaman di pekarangan
sebaiknya dilakukan secara organik atau sesedikit mungkin menggunakan
bahan kimia. melalui upaya tersebut bahan pangan yang dihasilkan lebih
sehat.
- Bahan organik berasal dari sisa tanaman, limbah ternak, libah rumah tangga atau lumpur endapan kolam ikan.
- Proses pengomposan dapat dipercepat dengan menggunakan biodekomposer yang banyak dijual di pasaran ( EM4, STARDEC, BIODEC, dan lain-lain)
POLA TANAM VERTIKAL (TANAM BERSUSUN)
Pola tanam vertikal merupakan usaha
pertanian dengan memanfaatkan lahan semaksimal mungkin dengan
memanfaatkan potensi ketinggian, sehingga tanaman yang diusahakan per
satuan luas lebih banyak. Pola ini selain menghemat tempat juga hemat
dalam penggunaan pupuk dan air
- Media tanam dapat menggunakan media campuran tanah, pupuk kandang dan pasir/sekam dengan perbandingan 1:1:1 yang ditempatkan pada bak-bak tanaman (paralon, bambu, pot) yang diatur bersusun ke atas..
- Tanaman yang menginginkan keteduhan diletakan paling bawah dan yang lebih suka panas diletakkan di atas.
TABULAPOT
Tabulapot adalah menanam tanaman buah-buahan (bisa tanaman lainnya: bunga) di dalam pot.
- Media tanam harus mampu menopang tanaman, dapat menyediakan hara, air dan aerasi yang baik (sama dengan untuk pola tanam vertikal)
- Pot yang kurang baik, akan menghasilkan tata udara yang kurang baik sehingga kurang menguntungkan untuk perkembangan akar.
PASCA PANEN JAGUNG
Pasca
panen merupakan kegiatan yang menentukan terhadap kualitas dan
kuantitas produksi, kesalahan dalam penanganan panen dan pasca panen
dapat mengakibatkan kerugian yang sangat besar bahkan produk kehilangan
nilai ekonomi. Karena itu penanganan pasca panen secara benar perlu
mendapat prioritas dalam proses produksi usahatani
Menurut
para ahli dalam proses produksi jagung, energi yang dibutuhkan untuk
kegiatan produksi sekitar 32% dari total energi yang dibutuhkan
sedangkan untuk penanganan panen dan pasca panen mencapai 72%. Hal ini
menunjukan bahwa penanganan panen dan pasca panen secara benar
membutuhkan curahan kerja yang cukup besar, sebagai gambaran energi
yang dibutuhkan dalam proses produksi jagung sebagai berikut:
- Pembajakan 16%
- Pemeliharaan dan penanaman 12%
- Pemanenan 6%
- Pengeringan 60%
- Transportasi 6%
KEGIATAN PASCA PANEN JAGUNG
Pasca
panen adalah tahapan kegiatan sejak pemungutan hasil di lapangan sampai
siap untuk dipasarkan, sedangkan penanganan pasca panen merupakan
tindakan yang disiapkan atau dilakukan pada hasil pertanian agar hasil
pertanian siap dan aman untuk dikonsumsi atau diolah lebih lanjut oleh
industri.
PENGARUH KEGIATAN PASCA PANEN
TERHADAP MUTU JAGUNG
Kerusakan
jagung akibat penanganan pasca panen yang salah dapat terjadi pada
setiap tahapan kegiatan karena Jagung membutuhkan penanganan yang cepat
setelah panen. Beberapa kegiatan pasca panen yang berpengaruh terhadap
mutu jagung sbb.
Tabel 1. Kegiatan Pasca Panen yang Berpengaruh Terhadap Kerusakan Jagung
Kegiatan
|
Kadar air
|
Butir Rusak
|
Butir warna lain
|
Kotoran
|
Pemanenan
|
V
|
V
|
V
|
V
|
Pengangkutan
|
-
|
-
|
-
|
V
|
Pengeringan
|
V
|
V
|
V
|
V
|
Pemipilan
|
V
|
V
|
-
|
V
|
Penundaan
|
V
|
V
|
V
|
-
|
Penyimpanan
|
V
|
V
|
V
|
V
|
Keterangan:
V = berpengaruh
- = tidak berpengaruh
BENTUK KERUSAKAN BIJI JAGUNG
a. Rusak Fisik
Berupa
kerusakan endosferm, terutama disebabkan sering terjadinya perubahan
kadar air, perubahan kadar air disebabkan oleh cuaca seperti panas,
hujan, pergantian siang dan malam. Butir retak dalam proses selanjutnya
dapat menjadi butir pecah, juga dapat disebabkan oleh proses pemipilan
dengan menggunakan alat pemukul atau mesin perontok yang kurang
sempurna.
b. Rusak Bilogis
Disebabkan
oleh kegiatan selama penyimpanan seperti hama, jamur, dan mikroba.
Padaserangan hama sebagian endosferm dimakan dan sisanya berupa butir
berbetuk biji cacat. Biji cacat mudah mengalami oksidasi asam lemak,
menghasilkan asam lemak bebas dan memberikan bau tidak enak. Hama tikus
merupakan sumber kontaminasi jagung yang berupa bulu dan kotoran
sehingga mutu jagung menjadi rendah
c. Rusak Kimia
Disebabkan
adanya dekomposisi kimia selama penyimpanan, seperti penurunan kadar
karbohidrat, protein, dan lemak karena metabolisme baik oleh serangga
dan mikroba maupun oleh biji-bijian yang disimpan. Rusak kimia tidak
dapat diamati secara visual.
PENANGANAN PANEN DAN PASCA PANEN JAGUNG
WAKTU PANEN
Umur panen jagung tergantung dari masing-masing varitas yang ditanam, tetapi biasanya 2 bulan setelah 50% keluar rambut. Umur panen pada beberapa varietas jagung sbb
Tabel 2. Umur Panen Potensi Hasil Dan Rata-Rata Hasil Berbagai Varietas Jagung
Varietas
|
Umur
|
Potensi Hasil
(Ton/ha)
|
Rata- rata
Hasil (Ton/ha)
|
C5
|
95-105
|
-
|
8,0
|
C6
|
98-105
|
-
|
10-10,3
|
C7
|
95-105
|
10-12,4
|
8,1
|
Pioneer 10
|
93-117
|
10-11
|
7,66
|
Pioneer 11
|
96-124
|
10-12
|
7,66
|
Pioneer 12
|
92-120
|
10-12
|
8,105
|
Pioneer 13
|
90-115
|
10-11
|
8,027
|
Pioneer 14
|
89-112
|
10-11
|
7,578
|
CPI -1
|
97
|
-
|
6,2
|
CPI- 2
|
97
|
8-9
|
6,2
|
IPB 4
|
100-105
|
-
|
6,6
|
Semar 1
|
95-100
|
8-9
|
5,3-6,4
|
Semar 2
|
91
|
-
|
5,0-6,1
|
Semar 3
|
94
|
8-9
|
5,3
|
Secara visual, jagung sudah siap dipanen bila :
· Batang, daun dan kelobot berubah menjadi kuning atau telah mengering
· Klobot kering berwarna kuning dan bila dikupas biji mengkilap.
· Bila biji ditekan dengan kuku tidak berbekas.
· Terdapat bintik hitam pada bagian biji yang melekat pada tongkol
CARA PANEN
- Panen dilakukan pada kadar air 17-18%
- Sebelum
dipanen dapat dilakukan pemangkasan batang bagian atas untuk menurunkan
kadar air tongkol disertai dengan pengupasan klobot sebagian atau
seluruhnya
- Cara panen jagung yang matang fisiologis adalah dengan memutar tongkol berikut kelobotnya, atau dapat dilakukan dengan mematahkan tangkai buah jagung. Pada lahan yang luas dan rata pemanenan sangat cocok bila menggunakan alat mesin
PERLAKUAN HASIL
Pemisahan Tongkol
Pemisahan tongkol dilakukan untuk memisahkan tongkol yang baik dan kurang baik. Dengan tujuan
- Menghindari Penularan Hama Penyakit
- Menjaga Kualitas Jagung Pipilan Yang Dihasilkan
- Memudahkan penanganan selanjutnya
Pengupasan
Jagung
dikupas pada saat masih menempel pada batang atau setelah pemetikan
selesai. Pengupasan dilakukan untuk menjaga agar kadar air di dalam
tongkol dapat diturunkan dan kelembaban di sekitar biji tidak
menimbulkan kerusakan biji atau mengakibatkan tumbuhnya cendawan.
Pengupasan dapat memudahkan atau memperingan pengangkutan selama proses
pengeringan.
Langganan:
Postingan (Atom)





