Kamis, 31 Januari 2013
PEMUPUKAN TANAMAN PADI
Untuk memahami pemupukan bagi tanaman padi, kita harus mengetahui umur tanaman padi terlebih dahulu. Sekarang ini banyak varietas padi yang dilepas pemerintah berumur genjah. Contoh, Inpari 10 berumur 108-116 hari dan Inpari 13 berumur 103 hari.
Tetapi untuk padi ciherang dan IR 64 umumnya berumur 115-125 hari.
Dengan melihat 2 kondisi ini saja, kita akan kesulitan untuk menentukan kapan waktu pemupukan yang tepat bagi keduanya.
Untuk menentukan kapan tanaman padi dipupuk dilihat dari fase-fase tumbuhnya tanaman padi.
Ambil contoh padi ciherang yang berumur 115 – 125 hari.
Biasanya pembagian fase-fase ini adalah sbb :
- persemaian 20 hari
- fase vegetatif 35 hst
- fase generatif reproduktif 36-65 hst
- fase generatif pematangan 66-100 hst
- PUPUK DASAR, Sewaktu bibit pindah tanam, bibit perlu waktu sekitar 8-12 hst atau rata-rata 10 hst untuk dapat memperkokoh perakaran. Saat inilah, sebaiknya pemupukan pertama dilakukan. Sebab pada saat itu daun dan akar tanaman padi sudah mulai berkembang. Dengan demikian akan maksimal menyerap unsur hara.
Jangan diberikan pada waktu 0-5 hst, sebab daun dan akar tanaman padi belum berkembang dan masih dalam kondisi stres. Artinya akar belum siap menerima pupuk. Bila kita berikan akan sia-sia, apalagi kita berikan pupuk urea dalam jumlah yang tinggi. Sebab pupuk urea mudah menguap dan bersifat higroskopis. Pada waktu pemberian sebaiknya memperhatikan kondisi air. Sebaiknya sewaktu pemberian pupuk, saat kondisi air lagi macak-macak.
- PUPUK SUSULAN KE-1 . Diberikan sekitar pekan ke 3 ( sekitar 21-25 hst ) ditandai setelah para petani melakukan pengoyosan, saat inilah pemupukan dilakukan. Sewaktu pengoyosan dilakukan maka akar tanaman padi akan putus. Dengan putusnya akar, tanaman akan membentuk anakan baru. Pada kondisi ini seperti ini, tanaman dapat maksimal penyerap unsur hara yang diberikan. Dengan demikian, tanaman padi akan menghasilkan jumlah anakan yang maksimal ke depannya.
- PUPUK SUSULAN KE-2. Diberikan sekitar umur tanaman mencapai pekan ke 5 ( sekitar 30-40 hst ). Masa ini adalah peralihan dari fase vegetatif ke generatif. Dalam kondisi ini tanaman sedang membutuhkan nutrisi yang tinggi. Hal ini ditandai dengan keluarnya daun bendera atau padi bunting. Artinya malai padi akan segera keluar. Pada umur tersebut adalah saat yang tepat pemupukan tahap ke 3 diberikan. Dengan demikian, tanaman padi akan menghasilkan malai yang optimal.
Jadi bila kita ingin melakukan pemupukan tanaman padi, lihatlah 3 kondisi yang disebutkan di atas. Saat itulah kondisi tanaman padi akan maksimal menyerap unsur hara yang kita berikan. hasilnya tentu saja akan optimal .................!!!!
Selasa, 25 Desember 2012
SISTEM JAJAR LEGOWO PADA PADI
Tanaman Padi merupakan salah satu komoditas strategis baik secara ekonomi,
sosial maupun politik. Pada umumnya usahatani padi masih merupakan
tulang punggung perekonomian keluarga tani dan perekonomian pedesaan. Untuk mencapai target atau sasaran tersebut maka diluncurkan Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN), dengan mengimplementasikan strategi Peningkatan produktivitas,Perluasan areal, Pengamanan produksi.
JAJAR LEGOWO
Legowo menurut bahasa jawa berasal dari kata “Lego” yang berarti luas dan “dowo” yang berarti panjang. Pada prinsipnya sistem tanam jajar legowo adalah meningkatkan populasi dengan cara mengatur jarak tanam. Selain itu sistem tanam tersebut juga memanipulasi lokasi tanaman sehingga seolah-olah tanaman padi dibuat menjadi taping (tanaman pinggir) lebih banyak. Seperti kita ketahui tanaman padi yang berada dipinggir akan menghasilkan produksi lebih tinggi dan kualitas gabah yang lebih baik hal ini disebabkan karena tanaman tepi akan mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak.
JAJAR LEGOWO
Legowo menurut bahasa jawa berasal dari kata “Lego” yang berarti luas dan “dowo” yang berarti panjang. Pada prinsipnya sistem tanam jajar legowo adalah meningkatkan populasi dengan cara mengatur jarak tanam. Selain itu sistem tanam tersebut juga memanipulasi lokasi tanaman sehingga seolah-olah tanaman padi dibuat menjadi taping (tanaman pinggir) lebih banyak. Seperti kita ketahui tanaman padi yang berada dipinggir akan menghasilkan produksi lebih tinggi dan kualitas gabah yang lebih baik hal ini disebabkan karena tanaman tepi akan mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak.
Gbr. Tanam Padi sistem jajar Legowo di Poktan Randegan Sari - Kec. Driyorejo
Legowo merupakan rekayasa teknik tanam dengan mengatur jarak tanam antar rumpun maupun antar barisan, sehingga terjadi pemadatan rumpun padi di dalam barisan dan memperlebar jarak antar barisan. Pada sistem jajar legowo dua baris semua rumpun padi berada di barisan pinggir dari pertanaman. Akibatnya semua rumpun padi tersebut memperoleh manfaat dari pengaruh pinggir (border effect). Permana (1995) melaporkan bahwa rumpun padi yang berada di barisan pinggir hasilnya 1,5 – 2 kali lipat lebih tinggi dari produksi pada yang berada di bagian dalam.
Paket budidaya tanaman padi sawah sistem
legowo merupakan paket teknologi yang dikembang kan dengan tujuan untuk
meningkatkan produksi beras dalam upaya pemerintah dalam kegiatan
intensitifikasi pertanian dalam kegiatan pembangunan pertanian.
Sistem legowo ini memilki pola tanam
monokultur dengan populasi tananam 37.000/Ha. Penyemaian benih pada
sistem legowo ini dengan cara benih disebar pada bedengan-bedengan yang
terisolasi di luar areal penanaman Bibit dipindahkan ke lahan pada umur
21 hari. Bila lokasi penanaman terdapat penyakit akar gada, maka
penyemaian dilakukan pada kantong plastik atau kantong yang dibuat dari
daun pisang dan tanah diambil dari lokasi yang belum terinfeksi penyakit
tersebut, kemudian bibit baru dipindahkan ke lapangan pada umur 45
hari.
Gbr. Tanam Padi sistem jajar Legowo di Poktan Bunut - Randegan Sari - Kec. Driyorejo
Keuntungan Penanaman padi dengan sistem jajar legowo dua baris diantaranya :
- Semua barisan rumpun tanaman berada pada bagian pinggir yang biasanya memberi hasil lebih tinggi (efek tanaman pinggir),
- Pengendalian hama, penyakit, dan gulma lebih mudah,
- Penyediaan ruang kosong untuk pengaturan air, saluran pengumpul keong mas atau untuk mina padi, dan
- Penggunaan pupuk lebih berdaya guna (suhendrata et al, 2004: badan litbang pertanian, 2007a; suhendrata et al, 2008).
Ada beberapa tipe sistem tanam jajar legowo:
- Jajar legowo 2:1. Setiap dua baris diselingi satu barisan kosong dengan lebar dua kali jarak dalam barisan. Namun jarak tanam dalam barisan yang memanjang dipersempit menjadi setengah jarak tanam dalam barisan.
- Jajar legowo 3:1. Setiap tiga baris tanaman padi diselingi satu barisan kosong dengan lebar dua kali jarak dalam barisan. Jarak tanam tanaman padi yang dipinggir dirapatkan dua kali dengan jarak tanam yang ditengah.
- Jajar legowo 4:1. Setiap tiga baris tanaman padi diselingi satu barisan kosong dengan lebar dua kali jarak dalam barisan. Demikian seterusnya. Jarak tanam yang dipinggir setengah dari jarak tanam yang ditengah.
Berdasarkan hasil pengkajian menunjukkan
bahwa tanam sistem jajar legowo dua baris dengan jarak tanam 20 x 10 x
40 cm dapat meningkatkan produksi antara 560 – 1.550 kg/ha dibandingkan
dengan taman sistem tegel dengan jarak tanam 20 x 20 cm, dan R/C
meningkat dari 1,16 menjadi 1,43 dengan peningkatan keuntungan
Rp1.352.000/ha (Widarto dan Yulianto, 2001).
Hasil pengkajian yang dilaksanakan di
Desa Palur Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo pada MT I 2007/2008
(November 2007- Maret 2008) menunjukkan bahwa dengan menerapkan sistem
tanam jajar legowo 4:1 (empat baris) dapat meningkatlkan produktivitas
padi varietas Cisantana rata-rata ± 1,03 t/ha atau 18,00% dibandingkan
dengan sistem tanam tegel, sedangkan system tanam jajar legowo 2:1 (dua
baris) di Desa Gapuro, Kecamatan Warung Asem, Kabupaten Batang pada MT
II (Juni – September) 2007 dapat meningkatkan produktivitas padi
varietas Mekongga rata-rata ± 1,01 t/ha atau 14,15% dibandingkan dengan
sistem tanam tegel.
Adapun manfaat sistem tanam jajar legowo adalah :
- Menambah jumlah tanaman padi seperti perhitungan diatas
- Otomatis juga akan meningkatkan produksi tanaman padi
- Memperbaiki kualitas gabah dengan semakin banyaknya tanaman pinggir
- Mengurangi serangan penyakit
- Mengurangi tingkat serangan hama
- Mempermudah dalam perawatan baik itu pemupukan maupun penyemprotan pestisida
- Menghemat pupuk karena yang dipupuk hanya bagian dalam baris tanaman
Selain manfaat sistem tanam jajar legowo juga punya kelemahan antara lain:
- Membutuhkan tenaga tanam yang lebih banyak dan waktu tanam yang lebih lama pula
- Membutuhkan benih yang lebih banyak dengan semakin banyaknya populasi.
- Biasanya pada legowonya akan lebih banyak ditumbuhi rumput
Selasa, 06 November 2012
BERTANAM BELIMBING DALAM POT
a. Penyiapan bibit
Belimbing dapat dibedakan menjadi dua kelompok :
1. Belimbing manis (Averrhoa carambola)
2. Belmibing wuluh (Averrhoa bilimbi)
Banyak kultur unggul yang banyak di budidayakan antara lain :
Belimbing Philipina, Parir, Sembiring, Dewi, Bangkok, Malaya, dll

b. Perbanyakan
Tanaman belimbing dapat diperbanyak dengan cara melalui biji cara vegetatif.
c. Pemeliharaan
Belimbing dalam pot membutuhkan perawatan yang lebih cermat dibanding yang hidup di tanah. Penyiraman, pemberian pupuk, pemangkasan serta penggantian media tanam dalam pot merupakan kegiatan perawatan yang pokok.
TEKNIK BUDIDAYA PADI HIBRIDA
Padi hibrida adalah turunan pertama (F1) dari persilangan antara
dua galur murni. Varietas padi hibrida yang akan dikembangkan merupakan
generasi F1 hasil persilangan antara galur mandul jantan (A) dengan
restorer (R).
Ada 2 varietas yang telah dihasilkan oleh Balai Penelitian Tanaman Padi, yaitu varietas Rokan dan Maro. Kedua varietas ini mempunyai daya hasil tinggi, di lokasi yang sesuai dapat menghasilkan 10 s.d. 15 ton / hektar lebih tinggi daripada varietas IR 64. Namun demikian, kedua varietas hibrida ini tidak selalu memberikan hasil yang tinggi daripada IR 64 di semua lokasi. Artinya, tidak semua lokasi sesuai untuk budidaya padi hibrida tersebut.
Dengan sifat – sifat seperti diuraikan di atas, padi hibrida dianjurkan untuk dibudidayakan di lokasi yang sesuai pada lahan sawah yang subur dengan irigasi terjamin dan bukan daerah endemik hama wereng coklat dan penyakit virus tungro.
TEHNIK BUDIDAYA
1. Benih
Benih padi hibrida hanya dapat digunakan untuk satu kali musim pertanaman. Karena benih dari hasil pertanaman padi hibrida tidak dapat ditanam kembali, maka setiap kali menanam harus menggunakan benih baru. Untuk 1 hektar areal pertanaman membutuhkan antara 10 – 20 kg benih. Sebelum disebar, benih direndam selama 24 jam kemudian ditiriskan dan diperam selama 24 jam ditempat yang aman.
2. Pesemaian
- Areal untuk lahan pesemaian diusahakan bukan bekas tanaman padi atau bero untuk menghindari benih tercampur dengan padi varietas lain.
- Tanah diolah, dicangkul atau dibajak, dibiarkan dalam kondisi macak-macak selama minimal 7 hari agar gabah yang ada dalam tanah tumbuh sehingga bisa dibersihkan sebelum benih disebar.
- Buat bedengan dengan tinggi 5-10 cm, lebar 110 cm dan panjang disesuaikan dengan ukuran petak dan kebutuhan.
- Pupuk pesemaian dengan Urea, SP.36 dan KCl masing-masing sebanyak 5 gr/m2.
- Sebar benih yang telah diperam dengan merata.
3. Persiapan Lahan.
- Tanah diolah secara sempurna yaitu dibajak I, dibiarkan selama 5-7 hari dalam keadaan macak-macak kemudian dibajak II dan digaru untuk melumpurkan dan meratakan tanah.
Untuk menekan pertumbuhan gulma, lahan yang telah diratakan disemprot dengan herbisida pratumbuh dan dibiarkan selama 7-10 hari.
4. Penanaman.
- Penanaman dilakukan saat bibit berumur 21 hari.
- Jarak tanam 20 x 20 cm, satu tanaman per rumpun, atau pakai sistem jajar legowo 40 x 20 x 10 cm.
- Biasanya pada umur 21 hari ada sebagian bibit yang telah mempunyai anakan karena populasi bibit dipesemaian lebih jarang dari yang biasa dipraktekan petani. Bibit yang telah mempunyai anakan tidak boleh dipisahkan pada saat menanam.
5. Pemupukan.
a. Musim kemarau
- Takaran pupuk : 300 kg urea, 100 kg SP 36
dan 150 kg KCl/ha.
- Waktu pemberian :
1. Saat tanam : 60 kg urea + 100 kg SP 36
+ 100 kg KCl/ha.
2. 4 MST : 90 kg urea /ha.
3. 7 MST : 75 kg urea + 50 kg KCl/ha.
4. 5% berbunga : 75 kg urea/ha.
b. Musim hujan
- Takaran pupuk : 250 kg urea, 100 kg SP 36
dan 150 kg KCl/ha.
- Waktu pemberian :
1. Saat tanam : 50 kg urea + 100 kg SP 36
+ 100 kg KCl/ha.
2. 4 MST : 75 kg urea /ha.
3. 7 MST : 75 kg urea + 50 kg KCl/ha.
4. 5% berbunga : 50 kg urea/ha.
6. Pemeliharaan Tanaman
- Penyiangan dilakukan secara intensif paling sedikit 2 kali menjelang pemupukan 2 dan 3
- Padi hibrida peka terhadap penyakit tungro dan hama wereng coklat, oleh karena itu hindari pengembangan di daerah endemis hama dan penyakit, terapkan PHT dengan monitoring keberadaan tungro dan populasi wereng coklat. Perhatikan juga serangan hama tikus dan penerbangan ngengat penggerek batang.
- Insektisida yang manjur mengendalikan hama wereng coklat dan wereng punggung putih diantaranya fipronil dan imidakloprid. Insektisida buprofezin juga dapat digunakan untuk mengendalikan. Untuk mengendalikan penyakit tungro dapat digunakan insektisida imidakloprid, tiametoksan, etofenproks dan karbofuran.
7. Panen
- Saat panen yang tepat adalah pada waktu biji telah masak fisiologis, atau sekitar 90 % malai telah menguning.
- Setelah dipanen, gabah harus segera dikeringkan agar diperoleh rendemen dan mutu beras yang baik.
- Pada prinsipnya cara panen dan pengolahan hasil padi hibrida tidak berbeda dengan padi biasa (padi inbrida).
Ada 2 varietas yang telah dihasilkan oleh Balai Penelitian Tanaman Padi, yaitu varietas Rokan dan Maro. Kedua varietas ini mempunyai daya hasil tinggi, di lokasi yang sesuai dapat menghasilkan 10 s.d. 15 ton / hektar lebih tinggi daripada varietas IR 64. Namun demikian, kedua varietas hibrida ini tidak selalu memberikan hasil yang tinggi daripada IR 64 di semua lokasi. Artinya, tidak semua lokasi sesuai untuk budidaya padi hibrida tersebut.
Dengan sifat – sifat seperti diuraikan di atas, padi hibrida dianjurkan untuk dibudidayakan di lokasi yang sesuai pada lahan sawah yang subur dengan irigasi terjamin dan bukan daerah endemik hama wereng coklat dan penyakit virus tungro.
TEHNIK BUDIDAYA
1. Benih
Benih padi hibrida hanya dapat digunakan untuk satu kali musim pertanaman. Karena benih dari hasil pertanaman padi hibrida tidak dapat ditanam kembali, maka setiap kali menanam harus menggunakan benih baru. Untuk 1 hektar areal pertanaman membutuhkan antara 10 – 20 kg benih. Sebelum disebar, benih direndam selama 24 jam kemudian ditiriskan dan diperam selama 24 jam ditempat yang aman.
2. Pesemaian
- Areal untuk lahan pesemaian diusahakan bukan bekas tanaman padi atau bero untuk menghindari benih tercampur dengan padi varietas lain.
- Tanah diolah, dicangkul atau dibajak, dibiarkan dalam kondisi macak-macak selama minimal 7 hari agar gabah yang ada dalam tanah tumbuh sehingga bisa dibersihkan sebelum benih disebar.
- Buat bedengan dengan tinggi 5-10 cm, lebar 110 cm dan panjang disesuaikan dengan ukuran petak dan kebutuhan.
- Pupuk pesemaian dengan Urea, SP.36 dan KCl masing-masing sebanyak 5 gr/m2.
- Sebar benih yang telah diperam dengan merata.
3. Persiapan Lahan.
- Tanah diolah secara sempurna yaitu dibajak I, dibiarkan selama 5-7 hari dalam keadaan macak-macak kemudian dibajak II dan digaru untuk melumpurkan dan meratakan tanah.
Untuk menekan pertumbuhan gulma, lahan yang telah diratakan disemprot dengan herbisida pratumbuh dan dibiarkan selama 7-10 hari.
4. Penanaman.
- Penanaman dilakukan saat bibit berumur 21 hari.
- Jarak tanam 20 x 20 cm, satu tanaman per rumpun, atau pakai sistem jajar legowo 40 x 20 x 10 cm.
- Biasanya pada umur 21 hari ada sebagian bibit yang telah mempunyai anakan karena populasi bibit dipesemaian lebih jarang dari yang biasa dipraktekan petani. Bibit yang telah mempunyai anakan tidak boleh dipisahkan pada saat menanam.
5. Pemupukan.
a. Musim kemarau
- Takaran pupuk : 300 kg urea, 100 kg SP 36
dan 150 kg KCl/ha.
- Waktu pemberian :
1. Saat tanam : 60 kg urea + 100 kg SP 36
+ 100 kg KCl/ha.
2. 4 MST : 90 kg urea /ha.
3. 7 MST : 75 kg urea + 50 kg KCl/ha.
4. 5% berbunga : 75 kg urea/ha.
b. Musim hujan
- Takaran pupuk : 250 kg urea, 100 kg SP 36
dan 150 kg KCl/ha.
- Waktu pemberian :
1. Saat tanam : 50 kg urea + 100 kg SP 36
+ 100 kg KCl/ha.
2. 4 MST : 75 kg urea /ha.
3. 7 MST : 75 kg urea + 50 kg KCl/ha.
4. 5% berbunga : 50 kg urea/ha.
6. Pemeliharaan Tanaman
- Penyiangan dilakukan secara intensif paling sedikit 2 kali menjelang pemupukan 2 dan 3
- Padi hibrida peka terhadap penyakit tungro dan hama wereng coklat, oleh karena itu hindari pengembangan di daerah endemis hama dan penyakit, terapkan PHT dengan monitoring keberadaan tungro dan populasi wereng coklat. Perhatikan juga serangan hama tikus dan penerbangan ngengat penggerek batang.
- Insektisida yang manjur mengendalikan hama wereng coklat dan wereng punggung putih diantaranya fipronil dan imidakloprid. Insektisida buprofezin juga dapat digunakan untuk mengendalikan. Untuk mengendalikan penyakit tungro dapat digunakan insektisida imidakloprid, tiametoksan, etofenproks dan karbofuran.
7. Panen
- Saat panen yang tepat adalah pada waktu biji telah masak fisiologis, atau sekitar 90 % malai telah menguning.
- Setelah dipanen, gabah harus segera dikeringkan agar diperoleh rendemen dan mutu beras yang baik.
- Pada prinsipnya cara panen dan pengolahan hasil padi hibrida tidak berbeda dengan padi biasa (padi inbrida).
Kamis, 18 Oktober 2012
KUNJUNGAN LAPANG PELATIHAN PUAP DI GAPOKTAN DRIYOREJO
Hari Rabu Tanggal 17 Oktober 2012, bertempat di Balai Desa Driyorejo Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik, diadakan Kunjungan Lapang / Study Banding bagi peserta Pelatihan PUAP se Kabupaten Tahun 2012. Sebanyak 40 orang Petani / Pengurus Gapoktan dari 16 Kecamatan di Wilayah Kabupaten Gresik mengikuti kegiatan Pelatihan PUAP ini.
Pelatihan PUAP yang dilaksanakan selama 5 (lima) hari dari tanggal 15-19 Oktober 2012 di Lantai 3 Kabupaten Gresik, pada tanggal 17 Oktober 2012 melaksanakan Kunjungan Lapang di Gapoktan Driyorejo. Tim dari BP4K Kabupaten Gresik yang di pimpin oleh Ibu Minarsih, SP mewakili Kepala BP4K Kabupaten Gresik ini beranggotakan sebanyak 5 orang, yaitu Ibu Minarsih, SP, Bpk. Suwono, S.Pi, Bpk. Abdul Alim, S.Pt, Bpk. Abdul Gofar Ismail, SP dan Bpk. Sarwiyono, SP.
Dalam kesempatan yang baik ini, peserta Kunjungan Lapang dapat menggali informasi sebanyak-banyaknya dari Gapoktan Driyorejo, Gapoktan yang sudah menggulirkan PUAP sejak tahun 2008. segala hal yang berkaitan dengan RUA, RUK, Administrasi maupun jenis usaha kelompok disampaikan disini.
Pelatihan PUAP yang dilaksanakan selama 5 (lima) hari dari tanggal 15-19 Oktober 2012 di Lantai 3 Kabupaten Gresik, pada tanggal 17 Oktober 2012 melaksanakan Kunjungan Lapang di Gapoktan Driyorejo. Tim dari BP4K Kabupaten Gresik yang di pimpin oleh Ibu Minarsih, SP mewakili Kepala BP4K Kabupaten Gresik ini beranggotakan sebanyak 5 orang, yaitu Ibu Minarsih, SP, Bpk. Suwono, S.Pi, Bpk. Abdul Alim, S.Pt, Bpk. Abdul Gofar Ismail, SP dan Bpk. Sarwiyono, SP.
Dalam kesempatan yang baik ini, peserta Kunjungan Lapang dapat menggali informasi sebanyak-banyaknya dari Gapoktan Driyorejo, Gapoktan yang sudah menggulirkan PUAP sejak tahun 2008. segala hal yang berkaitan dengan RUA, RUK, Administrasi maupun jenis usaha kelompok disampaikan disini.
Jumat, 21 September 2012
BERTANAM CABE DALAM POT
CARA BERTANAM CABE DALAM POT :
1. MEMILIH POT
Pot yang digunakan dapat berupa Polybag, kaleng bekas, tanah, ember bekas dan Sebagainya.
2. MEDIA TANAM
Media
tanam dalam pot merupakan merupakan campuran tanah dan pupuk kandang
atau kompos perbandingan 1:1 bila tanah yang digunakan tanah liat maka
perlu ditambah pasir dengan perbandingan untuk semua campuran 1:1:1.
3. PENANAMAN
Cara penanaman sebagai berikut :
a. Dasar Pot diberi kerikil, pecahan genteng atau bata.
b. diatas pecahan kerikil diletakkan media tanaman dengan ketinggian 5-10 cm sebelum permukaan pot.
c. bibit cabai ditanam.
4. PERAWATAN TANAMAN
a. Pemupukan
- sebulan setelah tanam diberi campuran pupuk SP.36 sebanyak 10 g dengan pupuk ZK atau KCI sebanyak 7 g.
- pada umur 6 minggu diberi pupuk Urea sebanyak 7 g
- setelah umur 8-10 minggu diberi campuran Urea, SP.36, KCI perbandingan 1:1:1 sebanyak 7-10 gram.
b. Penyiraman
5. PEMANENAN
Penyiraman dilakukan 2-3 hari sekali tergantung kelembaban.
Bambang Pujaratna, SP
Jumat, 31 Agustus 2012
PLANTING YAM
PreliminaryJicama
is a family Papilenaceae fruit crops, such as herbs lelilit, climb and
twist to the left, plant height 5-6 meters, taproot, tuber anatar
diameter of 5-30 cm,
brown leather, ivory white fruit, hairy stems, trifoliate leaves, leaves alternate location, non-toxic, child leaves oval, white or purple flowers, pods 8-14 cm, length bebrbentuk flat, seed number between 4-12 pieces, colored brown, kuirang 1 cm in diameter and toxic. Yam tuber eaten raw, juicy and sweet.

1. TillageLand to be cultivated plant Jicama first processed, namely by hoeing. Cangkulan land should be nice and smooth, then made a disbuat bedengan.Bedengan tailored to the circumstances yangb land there, but the beds are usually made with a width of 1 meter, a length of 15 meters to 20 meters in tune with the existing land, beds of 25 cm height, distance between beds of 50 cm.Beds that have been made later diberkan manure (organic fertilizer) as much as 4 sacks. How manure is placed or mounted in a row to be planted yam in order to be more economical and efficient.2. CultivationPlants propagated by seed yam. Before planting seed yam should be treated, the soaked seeds submarine 6-12 hours, then removed the seeds that have been soaked and drained into a container or basket first be backed with leaves, and put the room is damp or wet, then left for one night or to germinate.Once germinated seeds can be planted on land that had been prepared. Planting seed yam menugalkan way on the line with a depth of 5 cm. Spacing of 15 x 15 cm each planting hole 1 seed yam seeds. Seed needs to land 1 ha is 25-30 kg.
3. Maintenance.a. Supplementary FertilizationObservations of plants during pertuimbuhan done regularly and intensively. After a week of planting should be observed when there are plants that do not grow, do immediately replanting crops so that plants grow equally well.Yam plants after the age of 1 month, when the growth is not good, it is done by using a supplementary fertilizer NPK fertilizers. Needs 150 kg of NPK / ha.b. WeedingWeeding should be done if a disturbance weed plants have been grown, by unplugging the appliance or the manner in danger.c. PruningYam plants aged 6-8 weeks done by using a pruning cut, the scissors or knife. When the plants have spread long yam, plant stems trimmed or cut and left 50 cm from the base of the plant.Trimming on repeat after three weeks or see the growth of plants. If the plant has spread length, then immediately do the trimming again. Yam plants at the age of 4 months are usually the trimming has been done 4 times. The purpose of pruning is to establish yam tubers of yam pieces that shape bias in accordance with what we want or large fruit, round, smooth and good quality.d. Pest ControlIf there is a pest on the plant yam, which is characterized adamnya attack on the leaves, it can be controlled by spraying insecticides. Yam plants normally are not many pests that destroy crops, but need intensive observation.4. HarvestYam crops can be harvested when the desire bulan.Namun umur4 yam pieces with a size larger then the harvest can be done at the age of 5 months and a maximum age of 8 months have already been harvested, because it will change the quality of the fruit and less fibrous fruit crisp.How to harvest yam crop is by unplugging the plant stems, where dry land and not loose, then how can be done using a hoe or other tool to remove the fruit surface yam.Yam has been lifted directly collected surface, cut at the base of the fruit, and stems of the plant was also cut, but the left end of the piece 15 cm, the goal for the binding of yam pieces in time to market.Jicama has harvested done treatment as follows:1. Clean up with a way so that the fruit yam washed clean, look good, healthy, smooth and attractive2. Performed by drying overlaid on an open space that has been given a mat / mat, and then cleared of roots and stems that are still carried on with a knife.3. Grouping pieces of fruit on the basis of large, medium and small, to facilitate and accelerate time binding of the fruit.4. Yam fruit marketed in units of tissue. Yam bundle comprising 2-5 pieces bengkuiang, depending on the size of fruit yam. If the yam pieces are 3-4 pieces / tissue.5. Before the market let the yam in the open, and do not be kept in a sealed bag, so that the fruit remains in a state of fresh yam.
brown leather, ivory white fruit, hairy stems, trifoliate leaves, leaves alternate location, non-toxic, child leaves oval, white or purple flowers, pods 8-14 cm, length bebrbentuk flat, seed number between 4-12 pieces, colored brown, kuirang 1 cm in diameter and toxic. Yam tuber eaten raw, juicy and sweet.
1. TillageLand to be cultivated plant Jicama first processed, namely by hoeing. Cangkulan land should be nice and smooth, then made a disbuat bedengan.Bedengan tailored to the circumstances yangb land there, but the beds are usually made with a width of 1 meter, a length of 15 meters to 20 meters in tune with the existing land, beds of 25 cm height, distance between beds of 50 cm.Beds that have been made later diberkan manure (organic fertilizer) as much as 4 sacks. How manure is placed or mounted in a row to be planted yam in order to be more economical and efficient.2. CultivationPlants propagated by seed yam. Before planting seed yam should be treated, the soaked seeds submarine 6-12 hours, then removed the seeds that have been soaked and drained into a container or basket first be backed with leaves, and put the room is damp or wet, then left for one night or to germinate.Once germinated seeds can be planted on land that had been prepared. Planting seed yam menugalkan way on the line with a depth of 5 cm. Spacing of 15 x 15 cm each planting hole 1 seed yam seeds. Seed needs to land 1 ha is 25-30 kg.
3. Maintenance.a. Supplementary FertilizationObservations of plants during pertuimbuhan done regularly and intensively. After a week of planting should be observed when there are plants that do not grow, do immediately replanting crops so that plants grow equally well.Yam plants after the age of 1 month, when the growth is not good, it is done by using a supplementary fertilizer NPK fertilizers. Needs 150 kg of NPK / ha.b. WeedingWeeding should be done if a disturbance weed plants have been grown, by unplugging the appliance or the manner in danger.c. PruningYam plants aged 6-8 weeks done by using a pruning cut, the scissors or knife. When the plants have spread long yam, plant stems trimmed or cut and left 50 cm from the base of the plant.Trimming on repeat after three weeks or see the growth of plants. If the plant has spread length, then immediately do the trimming again. Yam plants at the age of 4 months are usually the trimming has been done 4 times. The purpose of pruning is to establish yam tubers of yam pieces that shape bias in accordance with what we want or large fruit, round, smooth and good quality.d. Pest ControlIf there is a pest on the plant yam, which is characterized adamnya attack on the leaves, it can be controlled by spraying insecticides. Yam plants normally are not many pests that destroy crops, but need intensive observation.4. HarvestYam crops can be harvested when the desire bulan.Namun umur4 yam pieces with a size larger then the harvest can be done at the age of 5 months and a maximum age of 8 months have already been harvested, because it will change the quality of the fruit and less fibrous fruit crisp.How to harvest yam crop is by unplugging the plant stems, where dry land and not loose, then how can be done using a hoe or other tool to remove the fruit surface yam.Yam has been lifted directly collected surface, cut at the base of the fruit, and stems of the plant was also cut, but the left end of the piece 15 cm, the goal for the binding of yam pieces in time to market.Jicama has harvested done treatment as follows:1. Clean up with a way so that the fruit yam washed clean, look good, healthy, smooth and attractive2. Performed by drying overlaid on an open space that has been given a mat / mat, and then cleared of roots and stems that are still carried on with a knife.3. Grouping pieces of fruit on the basis of large, medium and small, to facilitate and accelerate time binding of the fruit.4. Yam fruit marketed in units of tissue. Yam bundle comprising 2-5 pieces bengkuiang, depending on the size of fruit yam. If the yam pieces are 3-4 pieces / tissue.5. Before the market let the yam in the open, and do not be kept in a sealed bag, so that the fruit remains in a state of fresh yam.
Langganan:
Postingan (Atom)



