Rabu, 25 Juli 2012

BUDIDAYA JAGUNG MANIS

Di Kabupaten Gresik sebagian besar lahan pertaniannya adalah tadah hujan.

Wilayah Kecamatan Driyorejo Adalah Gresik bagian selatan yang berbatasan dengan Surabaya dan Sidoarjo. Lahannya sangat cocok untuk ditanami Tanaman jagung termasuk jagung Manis.
 
Jagung Manis dapat ditanam di daerah dataran rendah dan tinggi sampai ketinggian 900 meter dari permukaan laut. Suhu ideal untuk pertumbuhan jagung manis adalah 21 – 30 0 C tanah yang baik adalah tanah yang subur dan gembur, keasaman tanah antara 5 - 6.

Keadaan tempat untuk jagung manis baiknya yang terbuka, memerlukan sinar matahari yang cukup banyak, tidak tergenang air. Pada musim kemarau baik ditanam di sawah tadah hujuan yang ada air sedikit dan pada musim hujan baiknya ditanam di lahan kering atau tegalan.
Kebutuhan benih jagung manis untuk 1 hektar sekitar 7 kg. 

Pengolahan Tanah :  bersihkan areal dari rumput liar dan jerami yang tdk berguna, cangkul lahan sedalam 30 – 40 cm, buat garitan dengan jarak antar garitan 80 – 90 cm. Taburkan pupuk organik misalnya Bokashi kotoan ayam, kotoran kambing, Petroganik sebanyak 5 - 10 ton/ ha.

Penanaman jagung dan perlakuan tanam :
Penanaman benih jagung manis dengan cara ditugal atau digarit, taburkan furadan diatas benih sebanyak 0,5 gram perlobang tanam, taburkan NPK dengan jarak 10 cm dari biji jagung sebanyak 2 gram per lubang:

# 7 – 15 hari setelah tanam dilakukan penyulaman, pemberian pupuk ZA : 150 kg perhektar, SP.36 : 300 kg/ ha, bila perlu semprot dengan PPC/ Insektisida nabati.
# 25 – 30 hari setelah tanam dilakukan penyiangan sekaligus pengguludan, bila perlu di taburi lagi Furadan 3G pada titik tumbuh sekitar 5 butir kecil per tanaman, semprot dengan PPC.
# 40 -45 hari setelah tanam dilakukan pemupukan dengan KCL atau KNOɜ lakukan penyemprotan bila ada hama yang sudah melebihih ambang ekonomi.
# 50 – 55 hari setelah tanam, mulai seleksi tongkol atau pohon jagung, penyemprotan bila perlu pada ketiak daun. Pada saat ini usahakan kebun jangan terganggu akan mempengaruhi proses persarian.
# 75 – 80 hari setelah tanam Waktu pemetikan 

Panen Jagung manis sebaiknya dilakukan pada pagi hari. Udara panas cenderung dapat mengurangi kandungangula pada biji jagung manis . Untuk mempertahankan kadar gula lebih lama, selepas panen dari kebun harus segera masuk ke ruang pendingin pada temperature 1 – 5 0 C ini akan mempertahankan kemanisan hingga 10 hari, yang paling ideal yaitu dengan perlakuan khusus, setelah panen, Jagung langsung diangkut ke gudang atau ruang pendingin dan langsung dilaksanakan penyortiran dan pengemasan dengan plastic roping film. Plastik ini berfungsi sebagai penjaga kelembaban, mencegah kehilangan air, memperpanjang kesegaran jagung manis.

Senin, 23 Juli 2012

SPOT STOP

Spot Stop adalah Gerakan Pengendalian Hama Tikus yang dicanangkan oleh Bapak Bupati Gresik.
Pada Hari Kamis, tanggal 19 Juli 2012 bertempat di desa Kedunganyar - Wringinanom dicanangkan Gerakan Pengendalian Hama Tikus. Hal ini dilakukan karena Populasi Hama Tikus di Kabupaten Gresik meningkat sangat tajam, sehingga petani mengeluh dan dihantui gagal panen.


Bekerja sama dengan PT. Petrokimia Gresik, dilaksanakanlah kegiatan ini secara serentak di 15 Kecamatan di Kabupaten Gresik. Dalam gerakan pengendalian hama tikus ini, digunakan obat pembasmi tikus seperti Petrokum, Sidarat, Joskus dan emposan belerang. dalam kesempatan ini bapak Bupati Gresik sekaligus memberikan bantuan Pestisida, saprodi, baju pengaman dan perlengkapannya, serta dana sosial kepada Rumah tangga miskin di kecamatan wringinanom senilai 43 juta rupiah.



Dalam sambutannya Bupati Gresik mengatakan agar petani harus berusaha tani secara optimal, melakukan pengamatan secara kontinyu terhadap tanamannya sehingga tidak mudah terserang hama dan penyakit yang bisa mengakibatkan kerugian dan gagal panen. Setelah sambutan, Bapak Bupati beserta Wakil Bupati, Kepala Dinas Pertanian, PT. Petrokimia Gresik terjun ke sawah untuk langsung mencoba alat dan obat yang akan digunakan untuk memerangi hama tikus.

Bambang Pujaratna, SP
Penyuluh Pertanian Kec. Driyorejo

Rabu, 27 Juni 2012

SISTEM TANAM PADI "JAJAR LEGOWO"

Upaya untuk meningkatkan produktivitas usaha tani padi masih terus di lakukan dalam rangka meningkatkan pendapatan. Sistem Jajar Legowo adalah salah satu teknologi penanaman padi yang dikembangkan untuk tujuan tersebut. Dengan system tanam Jajar Legowo, tanaman padi dapat berproduksi lebih tinggi karena adanya pengaruh dari tanaman pinggir.



TEKNOLOGI SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO
Jajar Legowo merupakan rekayasa teknik tanam dengan mengatur jarak tanam antar rumpun dan antar barisan,sehingga terjadi pamadatan rumpun padi didalam barisan dan melebar jarak antar barisan tanaman. Sistem tanam Jajar Legowo ini tidak mengakibatkan populasi tanaman berkurang dan bahkan semakin bertambah karena adanya tambahan rumpun padi di dalam masing-masing barisan tanaman. Jajar Legowo berasal dari kata “ jejer” yang artinya berjajar, “lego” yang artinya luas dan “dowo”yang artinya memanjang. Jadi di antara kelompok barisan tanaman padi terdapat lorong yang luas dan memanjang sepanjang barisan. Dengan demikian pada system tanam Jajar Legowo 2 : 1. yaitu 2 barisan tanaman diselingi 1 barisan kosong, semua rumpum padi berada di barisan pinggir dari pertanaman karena adanya ruang terbuka yang lebih lebar. Akibatnya semua rumpun padi tersebut memperoleh manfaat dari pengaruh tanaman pinggiran yang hasilnya bisa mencapai 1,5 - 2 kali lipat lebih tinggi dari produksi padi yang berada di bagian dalam. Berkurangnya barisan tanaman padi dengan dibiarkanya barisan yang kosong pada system tanam Legowo, dapat di kompensasi dengan meningkatkannya hasil tiap barisan tanaman sehingga di capai peningkatan produksi padi dibandingkan cara tanam secara penuh.

MACAM-MACAM SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO
Jajar legowo 2 : 1 adalah cara tanam yang memiliki 2 barisan kemudian diselingi oleh 1 barisan kosong dimana pada setiap baris pinggir mempunyai jarak tanam 1/2 kali jarak tanam antar barisan. Dengan demikian, jarak tanam pada tipe legowo 2 : 1 adalah 20 cm (antar barisan) x 10 cm (barisan pinggir) x 40 cm (barisan kosong).

Jajar legowo 3 : 1 adalah cara tanam yang memiliki 3 barisan kemudian diselingi oleh 1 barisan kosong dimana pada setiap baris pinggir mempunyai jarak tanam >2 kali jarak tanam pada barisan tengah. Dengan demikian, jarak tanam pada tipe legowo 3 : 1 adalah 20 cm (antar barisan dan pada barisan tengah) x 10 cm (barisan pinggir) x 40 cm (barisan kosong).

Jajar legowo 4 : 1 adalah cara tanam yang memiliki 4 barisan kemudian diselingi oleh 1 barisan kosong dimana pada setiap baris pinggir mempunyai jarak tanam >2 kali jarak tanam pada barisan tengah. Dengan demikian, jarak tanam pada tipe legowo 4 : 1 adalah 20 cm (antar barisan dan pada barisan tengah) x 10 cm (barisan pinggir) x 40 cm (barisan kosong).

TUJUAN SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO :
1. Memanfaatkan sinar matahari bagi tanaman yang berada pada bagian pinggir barisan. Semakin banyak sinar matahari yang mengenai tanaman, maka proses fotosintesis oleh daun tanaman akan semakin tinggi sehingga akan mendapatkan bobot buah yang lebih berat.
2. Mengurangi kemungkinan serangan hama, terutama tikus. Pada lahan yang relatif terbuka, hama tikus kurang suka tinggal di dalamnya.
3. Menekan serangan penyakit. Pada lahan yang relatif terbuka, kelembaban akan semakin berkurang, sehingga serangan penyakit juga akan berkurang.
4. Mempermudah pelaksanaan pemupukan dan pengendalian hama / penyakit. Posisi orang yang melaksakan pemupukan dan pengendalian hama / penyakit bisa leluasa pada barisan kosong di antara 2 barisan legowo.
5. Menambah populasi tanaman. Misal pada legowo 2 : 1, populasi tanaman akan bertambah sekitar 30 %. Bertambahnya populasi tanaman akan memberikan harapan peningkatan produktivitas hasil.
Dari hasil penelitian, tipe terbaik untuk mendapatkan produksi gabah tertinggi dicapai oleh legowo 4:1, dan untuk mendapat bulir gabah berkualitas benih dicapai oleh legowo 2:1.

Rabu, 01 Februari 2012

BERTANAM MELON

Melon (Cucumis melo L.) merupakan tanaman buah termasuk famili Cucurbitaceae, banyak yang menyebutkan buah melon berasal dari Lembah Panas Persia atau daerah Mediterania yang merupakan perbatasan antara Asia Barat dengan Eropa dan Afrika. Dan tanaman ini akhirnya tersebar luas ke Timur Tengah dan ke Eropa. Pada abad ke-14 melon dibawa ke Amerika oleh Colombus dan akhirnya ditanam luas di Colorado, California, dan Texas. Akhirnya melon tersebar keseluruh penjuru dunia terutama di daerah tropis dan subtropis termasuk Indonesia.




SYARAT TUMBUH
Iklim
1) Angin yang bertiup cukup keras dapat merusak pertanaman melon, dapat mematahkan tangkai daun, tangkai buah dan batang tanaman.
2) Hujan yang terus menerus akan menggugurkan calon buah yang sudah terbentuk dan dapat pula menjadikan kondisi lingkungan yang menguntungkan bagi patogen. Saat tanaman melon menjelang panen, akan mengurangi kadar gula dalam buah.
3) Tanaman melon memerlukan penyinaran matahari penuh selama pertumbuhannya.
4) Tanaman melon memerlukan suhu yang sejuk dan kering untuk pertumbuhannya. Suhu pertumbuhan untuk tanam melon antara 25–30 derajat C. Tanaman melon tidak dapat tumbuh apabila kurang dari 18 derajat C.
5) Kelembaban udara secara tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman melon. Dalam kelembaban yang tinggi tanaman melon mudah diserang penyakit.
Media Tanam
1) Tanah yang baik untuk budidaya tanaman melon ialah tanah liat berpasir yang banyak mengandung bahan organik untuk memudahkan akar tanaman melon berkembang. Tanaman melon tidak menyukai tanah yang terlalu basah.
2) Tanaman melon akan tumbuh baik apabila pH-nya 5,8–7,2.
3) Tanaman melon pada dasarnya membutuhkan air yang cukup banyak. Tetapi, sebaiknya air itu berasal dari irigasi, bukan dari air hujan.
Ketinggian Tempat
Tanaman melon dapat tumbuh dengan cukup baik pada ketinggian 300–900 meter dpl. Apabila ketinggian lebih dari 900 meter dpl tanaman tidak berproduksi dengan optimal.


BUDIDAYA
Teknik Penanaman
1) Penentuan Pola Tanam
Tanaman melon merupakan tanaman semusim yang biasa ditanam dengan pola monokultur.
2) Pembuatan Lubang Tanam
Untuk membuat lubang tanam dengan menggunakan pelat pemanas atau memanfaatkan bekas kaleng susu kental. Plat pemanas yang berupa potongan besi dengan diameter 10 cm, dibuat sedemikian rupa hingga panas yang ditimbulkan dari arang yang dibakar mampu melubangi mulsa PHP dengan cepat. Model penanaman dapat berupa dua baris berhadap-hadapan membentuk segi empat ati dia baros berhadap-hadapan membentuk segi tiga.
3) Cara Penanaman
Bibit yang telah di semai + 3 minggu dipindahkan kedalam besar beserta medianya. Akar tanaman diusahakan tidak sampai rusak saat menyobek polibag kecil. Cetakan tanah yang telah berisi bibit melon, diletakkan pada lubang yang telah ditugal dan diusahakan agar tidak pecah/hancur karena bisa mengakibatkan kerusakan akar dan tanaman akan layu jika hari panas.

Pemeliharaan Tanaman
1) Penjarangan dan Penyulaman
Penjarangan dan penyulaman dilakukan bila dalam waktu 2 (dua) minggu setelah tanam bibit tidak menunjukkan pertumbuhan normal. Tanaman dicabut beserta akarnya kemudian diganti dengan bibit/tanaman baru. Hal ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar tanaman muda ini dapat lebih beradaptasi dengan lingkungan barunya. Penyulaman dan penjarangan biasanya dilakukan selama 3 – 5 hari, karena kemungkinan dalam seminggu pertama masih ada tanaman lainnya yang perlu disulam. Saat setelah selesai penjarangan dan penyulaman tanaman baru harus disiram air.
2) Penyiangan
Pada budidaya melon sistem mulsa PHP penyiangannya dilakukan pada lubang tanam dan parit di antara dua bedengan. Gulma yang tidak dibersihkan menyebabkan lingkungan pertanaman lembab sehingga merangsang penyakit. Gulma juga dapat sebagai inang hama dan nematoda yang merugikan.
3) Pembubunan
Untuk pembubunan pertama-tama kita lakukan adalah pemupukan awal dan mensterilkan lahan di situ. Tujuannya adalah setelah tanah diolah dan dipupuk, tanah akan menjadi subur dan akan terbebas dari hama dan penyakit. Saat melakukan pemupukan, tanah yang sebelumnya sudah diolah, telah dikelentang
selama 2 minggu. Dengan begitu, diharapkan tanah yang cukup lama terkena terik matahari tersebut, cukup sehat untuk ditanami.
4) Perempalan
Perempelan dilakukan terhadap tunas/cabang air yang bukan merupakan cabang utama.
5) Pemupukan
Pemupukan diberikan sebanyak 3 kali, yaitu 20 hari setelah ditanam, tanaman berusia 40 hari (ketika akan melakukan penjarangan buah) dan pada saat tanaman berusia 60 hari (saat menginjak proses pematangan). Caranya sebarkan secara merata di atas tanah bedengan pada pinggiran kiri dan kanannya (10–15 cm). Kemudian tanah dibalik dengan hati-hati supaya tidak merusak perakaran tanaman, dan agar pupuk tersebut bisa aman terpendam dalam tanah. Untuk memudahkan dalam pemupukan, dibuat data mengenai rangkaian pemupukan sejak awal.
a) Pupuk kandang/kompos: pupuk dasar=10–20 ton/ha.
b) Urea: pupuk dasar=440 kg/ha; pupuk susulan I=330 kg/ha; pupuk susulan II=220 kg/ha; pupuk susulan III=440 kg/ha.
c) SP36: pupuk dasar=1.200 kg/ha; pupuk susulan I=220 kg/ha; pupuk susulan II=550 kg/ha.
d) KCl: pupuk dasar=330-440 kg/ha; pupuk susulan II=160 kg/ha.
Keterangan pupuk dasar: pemupukan pada pengolahan tanah (sebelum tanam); pupuk susulan I : umur ± 20 hari; pupuk susulan II: umur + 40 hari; pupuk susulan III: umur + 60 hari.
6) Pengairan dan Penyiraman
a) Pengairan
Tanaman melon menghendaki udara yang kering untuk pertumbuhannya, tetapi tanah harus lembab. Pengairan harus dilakukan jika hari tidak hujan. Pengairan dilakukan pada sore atau malam hari.
b) Penyiraman
Tanaman di siram sejak masa pertumbuhan tanaman, sampai tanaman akan dipetik buahnya. Saat menyiram jangan sampai air siraman membasahi daun dan air dari tanah jangan terkena daun dan buahnya. Tujuannya adalah supaya tanaman tidak dijangkiti penyakit yang berasal dari percikan tersebut, kalau daun basah kuyup akan mengundang jamur sangat besar. Penyiraman dilakukan pagi-pagi sekali atau malam hari. Oleh karena itu ada pengairan di sekitar kebun besar sekali manfaatnya.
 Waktu Penyemprotan Pestisida
a) Tindakan preventif, benih direndam dalam larutan bakterisida Agrimycin (oxytetracycline dan streptomycin sulfate) atau Agrept (streptomycin sulfate) dengan konsentrasi 1,2 gram/liter dan penyemprotan bakterisida pada umur 20 HST.
b) Penyemprotan fungisida Previcur N (propamocarb hydrochloride) dengan konsentrasi 2–3 ml/liter apabila serangan telah melewati ambang ekonomi.
c) Fungisida Derasol 500 SC (carbendazim) dengan konsentrasi 1–2 ml/liter. Pangkal batang yang terserang dioles dengan larutan fungisida Calixin 750 EC (tridemorph) dengan konsentrasi 5 ml/lite


Kamis, 14 Juli 2011

BPK DRIYOREJO EXIS

PETUGAS BPK DRIYOREJO



BERGAYA DALAM BIS PADA PELATIHAN PL. III DI PANDAAN