Pada Hari Kamis, 17 Pebruari 2022, diadakan Uji Tanah di Wilayah Poktan Guwo Desa Sumput Kecamatan Driyorejo. Hadir dalam Kegiatan ini adalah Koordinator PPL Kec. Driyorejo, Kepala Desa Sumput, Tim Petrokimia Gresik, K3PG Gresik, POPT Kec. Driyorejo, PPL se Kec. Driyorejo, Ketua Gapoktan Sumput, Ketua Poktan Guwo beserta anggota dan perwakilan dari Gapoktan Cangkir dan Tenaru.
Kamis, 24 Februari 2022
UJI TANAH DI POKTAN GUWO SUMPUT OLEH PETROKIMIA GRESIK
Kamis, 27 Januari 2022
LIGHT TRAP INSECT (LTI) DI NGASIN BALONG PANGGANG
Desa Ngasin Kecamatan Balongpanggang, memasang ratusan lampu cerdas hama serangga atau smart light trap insect Untuk membasmi serangga di lahan persawahan. lampu cerdas perangkap hama serangga (LTI) ini diinisiasi oleh penyuluh pertanian dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) serta Kepala Desa Ngasin Kecamatan Balongpanggang Gresik. Anggaran pengadaan LTI ini diambilkan dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat. Sebesar Rp.15 juta.
LTI ini nantinya akan dipasang di lokasi lahan persawahan di Desa Ngasin Kecamatan Balongpanggang Gresik dan anggaran 15 juta tersebut diambilkan dari dana BUMDes dan Gapoktan Balongpanggang dengan jumlah lampu cerdas perangkap hama serangga sebanyak 200 unit. manfaat lampu cerdas ini untuk menjebak serangga yang masuk kategori hama bagi para petani seperti kupu – kupu, belalang, wereng, hama penggerek batang dan lain sebagainya. Untuk menarik hama serangga tersebut nantinya lampu ada yang berwarna mulai warna ungu, kuning, biru dan putih, tergantung jenis hama serangganya. ini dikarenakan hama serangga menyukai warna – warna lampu tersebut.
ke depan diharapkan LTI ini akan dilakukan pemasangan di seluruh lahan persawahan Kabupaten Gresik, pastinya akan bekerjasama dengan PENS dari UNESA Surabaya.
Kepala Desa Ngasin Kecamatan Balongpanggang Gresik, Samsul Anwar mengatakan, memang ini dana dari BUMDes dan Gapoktan sebesar Rp.15 juta dengan 200 unit lampu. Sedangkan untuk luas persawahan di Desa Ngasin Balongpanggang Gresik yang dipasangi memiliki luas 590 hektar. Nantinya lampu cerdas perangkap hama serangga ini akan di pasang di setiap sawah yang ada di desa Balongpanggang ini.
Secara teknis, dipaparkan Samsul, di bagian bawah lampu tersebut disediakan wadah seperti bak yang berisi air sabun. Fungsinya untuk menampung hama yang sudah terperangkap.
Kepala Desa Ngasin berharap dengan adanya lampu cerdas perangkap hama serangga ini bisa membantu masyarakat khususnya petani untuk menjaga tanamannya agar terhindar dari serangan hama khususnya Serangga dan nantinya bisa diketahui berapa populasi Hama Serangga di lahan persawahan tersebut.
Selasa, 28 Desember 2021
LAUNCHING PRODUK UNGGULAN DESA BERDAYA SAYUR HIDROPONIK DI KRIKILAN
Hadir dalam Launching Produk Unggulan Desa Berdaya Sayur Hidroponik Desa Krikilan Kec. Driyorejo, Bpk. Camat Driyorejo Narto, ST, Kades Krikilan Judi Wicaksono, SE, Koordinator PPL Kec. Driyorejo Bambang Pujaratna, SP, Babinsa Desa Krikilan, BPD, Sekdes beserta seluruh petani Sayur Hidroponik Desa Krikilan.
Bapak Camat dalam sambutannya menyampaikan agar Desa Hidroponik ini bisa menjadi Icon Desa Krikilan dan harus dibina dan dikembangkan agar lebih maju dalam budidaya maupun pengelolaannya, agar pemasarannya nanti juga bisa menguntungkan petani hidroponik dan mampu menambah income bagi petani hidroponik desa Krikilan.
Terima kasih.
Jumat, 26 November 2021
AGRO EXPO HARI TANI DI ICON MALL GRESIK
Dinas Pertanian Kabupaten Gresik dalam rangka Hari Tani Tahun 2021, mengadakan kegiatan Pameran Produk pertanian yang ada di wilayah Kabupaten Gresik. Perwakilan dari masing masing Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan, menghadirkan produk produk unggulannya, termasuk juga Tanaman Hias yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Gayung bersambut, Bea Cukai Gresik, Export Center Surabaya, dan Diskoperindag Kabupaten Gresik hadir sebagai narasumber pada Sabtu, 02 Oktober 2021.
Selain itu juga terdapat perwakilan dari Bank BNI 46 Gresik yang juga menyempatkan hadir untuk memberikan dukungan penuh. Acara ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Pertanian Siti Umi Saefiah, yang juga selaku moderator.
Diskusi interaktif ini diikuti oleh pelaku petani tanaman hias, petani sayur dan buah, penjual bibit, pelaku usaha produk peternakan, dan lain-lain.
Para peserta pelaku usaha selama ini melakukan perdagangan ke luar negeri dengan melakukan kerja sama dengan pihak lain di luar daerah, mereka mengaku kesulitan untuk mencari pasar dan persyaratan legalitas yang dibutuhkan untuk bertransaksi ke luar negeri atau ekspor.
Fernanda Reza Muhammad, narasumber dari Export Center Surabaya memberikan saran kepada pelaku usaha untuk bisa melakukan branding terhadap produknya supaya bisa laku di pasar ekspor.
Dia mengatakan, penjualan produk pertanian yang masih berupa bahan baku akan sulit untuk dijual meskipun kalau bisa dijual keuntungan yang diperoleh rendah, berbeda dengan yang sudah diolah karena ada nilai tambahnya sehingga mampu bersaing.
Narasumber dari Bank BNI Gresik yang pada kesempatan kali ini diwakili oleh Arif memberikan beberapa informasi seputar program-program dari Bank BNI Gresik pada sektor pertanian, salah satunya KUR untuk memberikan bantuan kebutuhan modal bagi para petani dan UMKM.
Sunik, narasumber dari Diskoperindag Gresik juga berharap kepada pelaku usaha selalu berkomitmen dalam melakukan ekspor dan tidak hanya sebuah gebrakan sesaat. "Melalui target yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Diskoperindag mendukung program 500 ribu UMKM Bisa Ekspor”" katanya.
Dia menambahkan bahwa, tahapan yang sangat penting dalam melakukan ekspor adalah melakukan standardisasi produk dan legalitas yang dimiliki oleh pelaku usaha.
Hal ini juga diamini oleh Eko Rudi narasumber dari Bea Cukai. Menurit dia, selain melakukan branding produk dan standardisasi produk, yang tidak kalah penting adalah legalitas serta dokumen pendukung untuk melakukan ekspor.
Dia menjelaskan cara-cara melakukan ekspor. Disebutkan ada dua prosedur utama untuk melakukan ekspor, yaitu penerbitan NIB Ekspor dan Asistensi permohonan Modul Ekspor dari Bea Cukai. "Dari pihak Bea Cukai akan memberikan pelatihan tata cara ekspor dan mengisi modul ekspor secara gratis. Khusus untuk sektor pertanian, sebelum melakukan ekspor harus ada izin dari Balai Karantina Pertanian," tambah dia.
Dalam kesempatan tersebut, dia juga membimbing para pelaku usaha sebagai eksportir secara mandiri. Sehingga keuntungan yang akan diperoleh menjadi maksimal, serta manfaat lainnya adalah perolehan restitusi pajak bagi pelaku usaha, dan insentif bagi daerah yang paling banyak melakukan ekspor.
Untuk itu, dia berharap semua pemangku kepentingan dan pelaku usaha yang ada di Kabupaten Gresik dapat bekerja sama dan bergotong royong meningkatkan ekspor.
Dari serangkaian kegiatan diskusi ini, diharapkan dapat memberikan motivasi kepada pelaku usaha khususnya sektor pertanian untuk lebih bergairah dalam melakukan ekspor, sehingga mampu membangun kembali perekonomian daerah maupun nasional.
Ketua Asosisasi Tanaman Hias, Glen Hayat juga berharap setelah acara sosialisasi dan diskusi interaktif ini, semua Pelaku UMKM Komoditas Pertanian Gresik, khususnya pelaku UMKM Tanaman Hias Gresik berani untuk ekspor mandiri tanpa harus melalui pihak ketiga. Terlebih lagi para pelaku UMKM tersebut telah mengantongi beberapa data buyer luar negeri dan asistensi oleh Sinergi Klinik Ekspor Bea Cukai dan Diskoperindag Gresik, dan dalam waktu dekat beberapa peserta diskusi siap melakukan ekspor perdana.
Harapan para pelaku usaha di bidang pertanian ini direspon positif oleh Bapak Bupati Gresik dan Juga Dinas Pertanian Kab. Gresik, sehingga diharapkan nantinya akan berakibat pada peningkatan taraf hidup bagi pelaku usaha di bidang pertanian di Kabupaten Gresik.
Kamis, 28 Oktober 2021
ASOSIASI TAN. HIAS GRESIK SIAP EKSPOR KE MANCA NEGARA
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani beberapa waktu yang lalu telah melaunching sentra tanaman hias di Gresik selatan. Kini beberapa pelaku usaha yang ada di wilayah sentra tanaman hias tersebut akan memulai langkah besar dengan mempersiapkan memasuki dunia ekspor. Untuk persiapan kearah sana, Asosiasi Tanaman Hias Gresik pada Rabu, mengundang Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Koorinator PPL dari 3 Kecamatan (Driyorejo, Wringinanom dan Kedamean), Diskoperindag, DPMPTSP dan Bea Cukai Gresik untuk berdiskusi.
Dia menyampaikan terima kasih kepada Bupati, Kadis Pertanian, Kadiskoperindag dan Bea Cukai Gresik yang sudah memberikan arahan dan sosialisasi ekspor sehingga membangun mindset UMKM berwawasan ekspor mandiri, meskipun selama ini juga praktek ekspor melalui pihak ketiga. Glen Hayat berharap kepada bea cukai,dinas pertanian,assosiasi maupun para pihak terkait lainnya untuk bisa selalu aktif memfasilitasi dan mengasistensi setiap tahapan proses dalam kegiatan ekspor baik secara perseorangan maupun badan usaha untuk meningkatkan kesejahtreraan para petani & pedagang tanaman hias di daerah Karangandong dan sekitarnya. Beberapa materi disampaikan oleh Tim Klinik Ekspor Bea Cukai Gresik tentang asistensi praktek masuk OSS sampai terbit NIB Ekspor.
Disamping itu, asistensi komunikasi dengan Karantina Pertanian penerbit ijin ekspor dan lain-lain, sehingga para UMKM diharapkan fokus untuk membuat tanaman hias yang berkualitas. Proses ekspornya akan dibantu oleh sinergitas Bea Cukai, Diskoperindag dan Dinas Pertanian Gresik.
Pemateri Eko Rudi ini berharap agar pedagang tanaman hias di Desa Karangandong berani ekspor mandiri melalui ekspor yang tercatat dalam PEB. Tidak hanya melalui barang titipan yang tidak dapat membuktikan bahwa tanaman hias yang dimiliki UMKM memiliki branding ekspor, hal tersebut sangat penting mengingat branding termasuk salah satu strategi dalam ekspansi pasar,
Sementara pemateri lain, Agus Prasetyo selaku fungsional pemeriksa menambahkan proses kepengurusan NIB ekspor untuk pengajuan modul PEB dapat dilakukan oleh setiap pelaku usaha baik perseorangan maupun badan usaha yang terpenting adalah para pelaku usaha bisa mengklasifikasikan legalitas usaha perseorangannnya ataupun badan usahanya serta skala usahanya apakah termasuk mikro,kecil dan / menengah sebelum masuk ke sistem OSS online.
Santy dari Komunitas Gading Emas Gresik yang sudah biasa memberikan pendampingan UMKM agar berani ekspor mandiri. Dia mengungkapkan potensi besar para pelaku UMKM tanaman hias ini lebih didomimasi oleh para pemuda yang memilki jiwa kritis dan adaptif ini sangat cocok dalam mengembangkan dan belajar dalam pengenalan kegiatan ekspor ke depan.
Rabu, 29 September 2021
BUDIDAYA SAYURAN & IKAN DALAM EMBER (BUSAKANBER)
Apa itu Busakanber? Busakanber adalah singkatan dari budidaya sayuran dan Ikan dalam ember,
Mengapa
membudidayakan sayuran dan ikan dalam ember?
Solusi ini dilakukan mengingat keterbatasan lahan untuk budidaya ikan dan mulai
berkurangnya kualitas dan kuantitas air terutama di daerah perkotaan, sehingga
Busakanber menjadi salah satu pilihan yang bisa diterapkan untuk mengatasi
solusi pangan masa depan.
Budidaya sayuran dan ikan
dalam ember dengan sistem aquaponik berpeluang meningkatkan kebutuhan akan
protein hewani dan sayuran serta memudahkan masyarakat mendapatkan ikan dan
sayur di lingkungan tempat tinggal. Cara ini sangat baik dikembangkan di daerah
perkotaan / perumahan yang sempit lahan tinggal.
Selain mudah dilakukan,
Busakanber menggunakan media yang kecil, portabel, hemat air dan tidak
membutuhkan listrik.
Terbukti dari hasil pengembangan
ini membantu banyak masyarakat Indonesia untuk mencoba mengembangkan sistem
aquaponik dengan menanam sayuran dan memelihara ikan dalam ember.
Alat dan Bahan
Budikdamper
Untuk membuat Busakanber dan Aquaponik bahan-bahannya sangatlah mudah didapat,
hanya membutuhkan
– Ember ukuran 80 liter / Bak bekas
– Benih ikan lele
– Bibit Kangkung
– Gelas plastik,
– Arang / sabut kelapa
– Kawat
– Tang
– Solder
Cara membuat Busakanber
Membuat Busakanber sangatlah mudah :
1. Sediakan gelas untuk tempat bibit kangkung sebanyak 10-15 buah, lubangi
dengan solder bawah gelas
2. Potong kangkung dan masukkan ke dalam gelas kemudian isikan dengan arang / batok
kelapa sebanyak 50-80 % ukuran gelas
3. Potong kawat sepanjang 12 cm dan buat kait untuk pegangan gelas dalam ember
4. Isi ember dengan air sebanyak 60 liter diamkan selama dua hari
5. Isi ember dengan bibit ikan lele ukuran 5-12 cm sebanyak 60-100 ekor diamkan
selama 1-2 hari
6. Setelah itu rangkai gelas kangkung dalam ember
Pemeliharaan
Budikdamper
Untuk pemeliharaan, letakkan ember di tempat terkena matahari maksimal. Berikan
pakan kepada ikan sesuai ukuran sekenyangnya bisa 2-3 kali dengan waktu
tetap.(5-7cm pakan pf800,10cm pf1000, >12cm 781-2,781-1, 781)
Tanaman kangkung akan
terlihat tumbuh di hari ke-3. Jangan lupa perhatikan bila ada kutu di daun
kangkung, segera buang daun atau batang karena kangkung akan kriting dan mati.
Penampakan air akan berubah menjadi warna hijau.
Perlu selalu
diperhatikan dan amati nafsu makan ikan setiap hari.
Apabila nafsu makan
ikan menurun, air berbau busuk (NH3, H2S), ikan menggantung (kepala di atas,
ekor ke bawah) segera ganti air atau lakukan sipon (Penyedotan kotoran di dasar
ember dengan selang).
Ganti air biasanya
10-14 hari sekali. Untuk penyedotan 5-8 liter, bisa lebih atau keseluruhan bila
perlu, ganti dengan air bersih. Jika kangkung membesar maka dibutuhkan air
lebih banyak, tambahkan air setinggi leher ember.
Waktu Panen
Kangkung dan Ikan
Waktu panen tanaman kangkung pertama adalah 14-21 hari sejak tanam. Saat panen
sisakan kembali bagian bawah atau tunas kangkung untuk pertumbuhan kembali.
Panen ke-2 dan
selanjutnya berjarak 10-14 hari sekali. Panen kangkung bisa bertahan 4 bulan.
Untuk waktu panen ikan
lele dapat dilakukan dalam 2 bulan, bila benih bagus dan pakan baik. Perlu
diketahui tingkat bertahan hidup (survival) ikan lele 40-100%.
Cara memanen ikan lele
dilakukan dengan diserok atau dikuras airnya. Ikan lele bisa berkurang karena
loncat terutama saat hujan atau dimakan oleh kucing.
Senin, 09 Agustus 2021
LIGHT TRAP INSECT (Lampu Perangkap Hama - Ramah Lingkungan)
Indonesia merupakan negara agraris artinya sektor pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. Sektor pertanian apabila ditangani dengan serius akan mampu memberikan sumbangan yang besar bagi perekonomian negara. Salah satu cara penanganannya adalah dengan mengoptimalkan hasil pertanian agar mampu menghasilkan panen yang maksimal sehingga bisa berswasembada terutama pangan. Agar mampu panen yang maksimal, maka penanganan serangan hama dan penyakit harus dikendalikan sebaik mungkin. Salah satunya adalah serangan hama serangga pada tanaman yang tidak dapat dihindarkan. Namun bukan berarti tidak dapat dicegah sejak dini, salah satunya adalah dengan menggunakan Light Trap atau Lampu Perangkap yang sudah diterapkan di Wilayah BPP Kecamatan Duduk Sampeyan Kab. Gresik.
Lampu perangkap merupakan suatu unit alat untuk menangkap
atau menarik hama serangga yang tertarik cahaya pada waktu malam hari. Alat ini
berfungsi untuk mengetahui keberadaan atau jumlah populasi serangga di lahan
pertanian. Ada pun hama yang bisa di
kendalikan adalah:
Kupu2 / ngenggat penggerek batang, WBC, Trips, Orong orong / anjing tanah, Kis
kisan, Kepinding tanah, dll.
Komponen utama dari lampu perangkap hama serangga atau
yang dikenal juga dengan light trap Insect ini adalah
lampu, panel surya dan Lampu dengan daya
minimal 1,5 watt, berfungsi untuk menarik serangga pada waktu malam hari. Bak
penampung merupakan tempat masuknya serangga untuk menampung serangga yang
tertangkap. Kemudian, tiang penyangga tingginya disesuaikan dengan tinggi
tanaman.
Cara kerja perangkap ini, lampu diletakkan di dalam lahan sawah
di pinggir pematang atau di tengah
sawah. Satu unit lampu perangkap sebagai monitoring dan pengendali dapat
digunakan untuk luasan 0,1 ha. Adapun kebutuhan lampu perangkap per hektar,
Untuk Tanaman pangan (padi, kedele dan jagung) 12 unit, Tanaman Hortikultura (
bawang merah, cabe, kubis, dll) 30 unit dan Tanaman perkebunan ( salak, kopi,
kakao, jeruk, dll) 15 unit ( berpindah
-pindah).
Lampu ini bekerja pada saat malam hari, menyala secara otomatis
hingga matahari terbit. Matahari terbit panel ganti bekerja mengisi battery
hingga matahari terbenam..
Dengan adanya Ligt Trap menyala serangga tersebut akan tertarik pada cahaya
tersebut, sehingga serangga mendekat pada lampu dan jatuh di bak perangkap yang
sdh di campur deterjen yang akhirnya hama serangga
akan mati. Light Trap akan bekerja setiap
hari, populasi hama akan terus berkurang sehingga hama belum sempat berkembang
menjadikan tanaman bisa terkendali pada serangan hama. hasil tangkapan diambil setiap pagi kemudian diamati
jenis serta jumlah serangga yang tertangkap. Selain
praktis, desain seperti ini juga lebih aman karena menggunakan arus (listrik)
yang bersumber dari tenaga matahari. Pemanfaatan bisa untuk bawang merah, padi,
kedelai, sayur mayur, hingga tanaman perkebunan
Selain untuk monitoring, lampu perangkap tersebut juga
sebagai pengendali. Mendeteksi dini wereng coklat imigran dan Ngengat penggerek
batang padi sehingga dapat mengetahui datangnya hama imigran dan puncak
tangkapan populasi suatu hama.
Rekomendasi waktu semai atau tanam adalah 15 hari setelah
puncak hasil tangkapan. Untuk pengendalian penggerek batang padi, 4 hari
setelah adanya penerbangan (hasil tangkapan) dilakukan penyemprotan
insektisida. Pada saat kondisi lahan sedang bero atau saat pengolahan tanah,
lampu perangkap digunakan terus untuk memantau perkembangan populasi serangga
hama terutama wereng coklat dan penggerek batang.
Keunggulan pengunaan Light
Trap Insect ini adalah Mengendalikan hama pada sumber masalahnya, tidak membuat
hama kebal, mengendalikan hama secara efektif, selektif dan berkelanjutan, tanpa
arus listrik, bisa dipindah – pindah sehingga berdampak pada Kawasan Pertanian
sehat, Petani sehat dan yang mengkonsumsi juga sehat.
Untuk perhitungan efisiensi pada tanaman padi, biaya yang
dikeluarkan dengan menggunakan Light Trap Insect setiap 1 hektar adalah Rp.
970.000 per-musim, sedangkan menggunakan pestisida adalah Rp. 3-5 juta per musim.
Sangat efisien dan hemat bukan ?
SALAM TANI







