Minggu, 28 Februari 2021

BERTANAM KACANG PANJANG DI PEKARANGAN

Kacang panjang merupakan salah satu jenis sayuran kacang-kacangan. Di samping itu, kacang panjang bisa diolah menjadi panganan yang lezat.

Nah, ternyata tanaman ini bisa hidup di mana saja selama kebutuhan air dan tanahnya terpenuhi lho, Itu artinya kita bisa menanamnya di pekarangan rumah. Cara menanamnya pun tidak terlalu sulit.

1. Pengolahan lahan tanam

Berikut ini langkah-langkah mengolah lahan tanam untuk tanaman kacang panjang,

a. Buat lahan dengan cara mencangkul tanah sedalam 25 cm, tujuan dicangkul agar tanah gembur.
b. Buatlah lubang pada lahan yang sudah dicangkul dengan kedalaman sekitar 10 cm. Pelubangan tersebut bertujuan untuk tempat peletakan pupuk dan juga tempat bertanam nantinya.
c. Masukkan pupuk kandang minimal dua kepal tangan orang dewasa ke dalam lubang.
d. Kemudian bisa ditambahkan pupuk KCL yang berwarna hitam dan putih di atas pupuk kandang tersebut. Campur terlebih dulu pupuk hitam dan pupuk putih hingga merata, lalu sebar diatas pupuk kandang. Jangan terlalu banyak, cukup 1 sendok makan, jika terlalu banyak justru akan meracuni tanaman itu sendiri.
e. Sebelum penanaman bibit, tutup biji kacang panjang dengan menggunakan tanah terlebih dahulu di atas pupuk yang sudah dimasukkan ke dalam lubang. Penutupan pada tanah dilakukan dengan ketebalan sekitar 3 cm dan jangan terlalu tebal.
f. Lalu lubangi tanah dengan kedalaman sekitar 2 cm, cukup menggunakan jari saja. Lubang digunakan untuk tempat peletakan bibit biji kacang panjang yang akan ditanam.

2. Penanaman

Berikut ini langkah-langkah penanaman kacang panjang di pekarangan rumah yang bisa Bunda lakukan:

a. Masukkan bibit biji kacang panjang ke dalam lubang. Dalam satu lubang cukup diisi 3 atau 4 biji bibit. Jangan terlalu banyak ya, karena bisa mengakibatkan pertumbuhan tanaman tidak sempurna, karena tanaman berebut sari-sari yang akan diserap dari dalam tanah.
b. Tutup lubang tanaman yang sudah terisi bibit dengan ketebalan sekitar 1 cm hingga 2 cm.
c. Tunggu sekitar 1 minggu, sampai biji mulai tumbuh.
d. Jika lebih dari 1 minggu bibit belum tumbuh, maka bisa jadi cara menanam kacang panjang salah atau gagal. Atau memang biji tidak bisa tumbuh. Kalau begitu langkah yang bisa dilakukan adalah penyusulan dengan menanam bibit biji kacang panjang kembali ke dalam lubang yang sama.

3. Perawatan

Cara merawat kacang panjang di pekarangan rumah tidak terlalu sulit kok. Kita bisa selalu memantau pertumbuhan tanaman setiap hari agar terawat. Perawatannya meliputi berapa hal berikut ini:

a. Di usia sekitar 20 hari, lakukan penyiraman agar tidak ada hama yang menyerang tanaman dan agar kadar air di dalam tanah selalu terpenuhi.
b. Beri penyangga atau lanjaran yang ditancapkan di sekitar tanaman kacang panjang. Tujuannya agar bisa digunakan sebagai media rambat tanaman kacang panjang.


4. Masa panen

Di usia sekitar 35 hari biasanya tanaman kacang panjang mulai tumbuh bunga dan bunga tersebut akan berubah menjadi kacang panjang yang nantinya siap dipanen. Sementara itu, kacang panjang sudah mulai bisa dipanen pada usia sekitar 50 hari.

Jumat, 29 Januari 2021

BUDIDAYA KACANG PANJANG

Tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.), Sebenarnya berasal dari India dan Afrika. Kemudian menyebar penanamanya ke daerah-daerah Asia Tropika hingga ke Indonesia. Tanaman kacang panjang mempunyai sebutan lain seperti kacang lanjaran (Jawa), kacang turus (Pasundan), taukok (Cina), sitao (Philipina), kacang belut (Malaysia), paythenki, yardlong bean dan asparagus bean. Tanaman ini mudah tumbuh dengan baik di berbagai jenis lahan, baik lahan sawah, tegalan bahkan pekarangan rumah. Kacang panjang merupakan tanaman semusim yang berbentuk perdu, bersifat memanjat dengan membelit. Daunnya bersusun tiga-tiga helai, sedangkan bunga kacang panjang seperti kupu-kupu berwarna biru muda, polongnya berwarna hijau berbentuk gilig dengan panjang sekitar 10 -80 cm. Kacang panjang bersifat dwiguna, artinya sebagai sayuran polong dan sebagai penyubur tanah. Tanaman sebagai penyubur tanah karena pada akarakarnya terdapat bintil-bintil bakteri Rhizobium. Bakteri tersebut berfungsi mengikat nitrogen bebas dari udara. Maka dari itu kacang panjang banyak ditanam oleh petani di pematang sawah baik monokultur maupun sebagai tanaman sela.

PERSYARATAN TUMBUH.

Kacang panjang dapat ditaman setiap saat dan dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 0-800 m dpl. Jenis tanah yang cocok untuk pertumbuhannya adalah latosol (lempung berpasir), regosol dan alluvial dengan pH 5,5 – 6,5. Suhu udara yang dibutuhkan adalah 18-32º C dengan suhu optimal 25 ºC. Tanaman ini membutuhkan banyak sinar matahari dan curah hujan berkisar antara 600-2.000 mm/tahun. Waktu tanam yang baik adalah awal atau akhir musim hujan. 



A. Persiapan Benih 

Salah satu faktor penting yang sangat menentukan keberhasilan usaha tani kacang panjang adalah mutu benih. Benih bersertifikat dapat diperoleh di toko pertanian, selain itu benih dapat diperoleh dari polong kacang panjang yang sudah masak pohon dengan ciri-ciri polongnya kering dipohon serta berasal dari tanaman yang sehat dan berproduksi banyak. Karakterisktik benih yang bermutu tinggi adalah sebagai berikut : 1. Daya tumbuh tinggi, lebih dari 80 %. 2. Tidak tercampur dengan varietas lain atau dapat dikatakan tingkat kemurniannya tinggi, yakni antara 98 %-100 %. 3. Memilik kecepatan tumbuh (vigor) yang baik. 4. Biji berwarna mengkilat, tidak keriput, bernas dan bebas dari gigitan serangga. 5. Tidak tercampur dengan kotoran, gulma atau biji tanaman lain

Benih yang akan ditanam harus diseleksi dahulu dengan cara merendam benih daam air. Benih yang tenggelam adalah benih yan baik untuk ditanam, sedangkan benih yang mengambang tidak baik untuk ditanam. 

B. Pengolahan Tanah 

Lahan yang akan ditanami kacang panjang sebaiknya diolah dengan tahapan : 1. Cangkul lahan penanaman hingga gembur dengan kedalaman 20-30 cm. 2. Buat bedengan dengan ukuran lebar 1 meter, tinggi 20-30 cm dan panjang sesuai dengan lahan yang tersedia. 3. Diantara bedengan dibuat saluran drainase dengan lebar 30 cm. 4. Untuk tanah yang mempunyai pH kurang dari 5,5 diperlukan tambahan dolomite sekitar 1-1,5 ton/ha. Dibiarkan 2-3 minggu sebelum tanam. 5. Sebaiknya dilakukan pemupukan dengan pupuk kandang 10-15 ton/ha satu minggu sebelum tanam.

C. Penanaman 

Kacang panjang sebaiknya ditanam pada awal atau akhir musim hujan pada musim kemarau dapat dilakukan penanaman dengan syarat kebutuhan airnya tercukupi. Sebelum ditanam benih sebaiknya direndam dulu dalam air ± 2-4 jam. Lubang tanam dibuat menggunakan tugal sedalam 4-5 cm dengan jarak antar lubang tanam 25-30 cm dan jarak antar barisan 60-75 cm. Setiap lubang tanam diisi dua butir benih, kemudian ditutup dengan tanah tipis tanpa dipadatkan. Benih biasanya berkecambah setelah 5 hari. 




D. Pemeliharaan 

1. Penyulaman Untuk mengganti benih yang tidak tumbuh atau mati, dilakukan penyulaman. Kegiatan penyulaman selambat-lambatnya dilakukan 1 minggu setelah penanaman. 2. Penyiraman Meskipun tanaman kacang panjang dapat tumbuh dengan baik dilahan kering, tetapi kebutuhan airnya tetap harus dipenuhi agar pertumbuhannya tidak terhambat. Setelah benih ditanam, maka sore harinya dilakukan penyiraman. Selanjutnya penyiraman rutin dilakukan tiap pagi atau sore hari. Penyiraman bisa dilakukan dengan mengunakan gembor atau mengalirkan air melalui saluran disekitar bedengan. Penyiraman dilakukan secukupnya saja, sampai tanah cukup lembab. 3. Pemasangan Ajir Setelah tanaman mulai tumbuh dan tinggi mencapai 25 cm, dapat dipasang ajir di sebelah tanaman. Ajir/lanjaran dibuat dari belahan bambu atau menggunakan kayu dengan panjang sekitar 2 meter. Pemasangan ajir dimaksudkan sebagi tempat merambatnya tanaman. Pemasangan ajir dilakukan 10 hari setelah tanam yaitu diantara dua lubang tanam. Setiap lima lanjaran dipasangi silang lanjaran. Kemudian diberi tali untuk merambatkan tanaman. Pemasangan tali yang mengikat tanaman dengan lanjaran dilakukan dua kali, yaitu pada saat tinggi tanaman 70 cm dan 150 cm. 4. Penyiangan Pengendalian gulma dilakukan dengan melakukan penyiangan. Penyiangan dapat dilakukan secara manual dengan mencabuti rumput yang tumbuh. Bersamaan dengan penyiangan bisa juga dilakukan pendangiran yang berfungsi untuk menggemburkan tanah. Selain sacara manul penyiangan dapat juga dilakukan dengan menggunakan herbisida, dengan dosis 1-2 ml per liter air. 5. Pemangkasan Apabila daun terlalu subur atau banyak cabang yang kurang produktif harus dilakukan pemangkasan. Dengan tujuan agar pertumbuhan generative dapat berjalan dengan baik. Pemangkasan dilakuan pada saat tanaman belum berbunga atau sekitar umur 3-4 minggu dengan memotong pucuk sekitar 2-3 ruas menggunakan pisau tajam atau gunting setek. 6. Pemupukan Selain pupuk dasar, tanaman membutuhkan pupuk anorganik untuk pertumbuhannya. Pemberian pupuk anorganik dilakukan dua kali yaitu pada saat umur satu minggu dan tiga minggu setelah tanam. Jenis pupuk yang diberikan adalah urea 100 kg/ha, TSP 200 kg/ha, KCl 100 kg/ha. Dosis pupuk dibagi dua kali pemberian. Pupuk diberikan dalam larikan yang berada diantara dua sisi barisan tanaman kemudian ditutup kembali dengan tanah. Selain itu dapat pula diberikan pupuk daun. Dilakukan pada saat menjelang berbunga sekitar 4 minggu setelah tanam. 7. Penanggulangan hama dan penyakit Beberapa hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman kacang panjang adalah sebagai berikut : a. Ulat grayak (Prodenis sp). Ulat ini menyerang daun tanaman sehingga menjadi berlubang-lubang. Pada serangan yang parah menyebabkan daun hanya tersisa tulangnya saja. b. Lalat kacang (Ophiomya phaseoli Tryon). Gejalanya terdapat bintikbintik putih sekitar tulang daun, pertumbuhan tanaman yang terserang terhambat dan daun berwarna kekuningan, pangkal batang terjadi perakaran sekunder dan membengkak. Tanaman tua yang terserang lalat kacang akan menjadi layu dan pertumbuhannya terhambat. Sementara tanaman yang baru tumbuh dapat mati. c. Ulat penggerek polong (Maruca testulalis). Ulat ini menyerang polong tanaman sehingga polong berlubang. Kadang-kadang ditemukan ulat bersarang di dalam polong tanaman. d. Kutu daun (Aphis cracivora Koch), Gejalanya pertumbuhan terlambat karena hama mengisap cairan sel tanaman. Kutu bergerombol di pucuk tanaman dan berperan sebagai vektor virus. e. Penyakit bercak daun (Cercospora sp). Penyakit ini menyerang daun dengan gejala berupa bercak-bercak kuning bulat pada daun. Pada serangan yang parah akan mengakibatkan daun rontok. f. Penyakit layu fusarium (Fusarium oxysporum). Gejalanya adalah bagian tulang daun pada mulanya menguning, kemudian menjalar ke tangkai daun dan akhirnya daun menjadi layu. Warna kuning ini juga dapat menjalar ke helai daun. Pengendalain dapat dilakukan dengan cara tanam awal dan serempak, sanitasi lingkungan, pergiliran tanaman dengan tanaman bukan kacang-kacangan, penggunan mulsa jerami, penggunaan musuh alami baik parasitoid, predator maupun entomopatogen dan pengendalian kimiawi dengan menggunakan insectisida untuk hama dan fungisida untuk penyakit. 

E. Panen dan pasca panen 

Kacang panjang dapat mulai dipanen setelah umur 50-60 hari tergantung pada varietas, musim dan tinggi rendahnya daerah penanaman. Ciri kacang panjang yang sudah siap panen yaitu polongnya tersisi penuh, polong mudah dipatahkan, warna polong hijau merata sampai hijau keputihan. Pemanenan dilakukan dengan cara dipetik, yaitu dengan memutar bagian pangkal polong hinga polong terlepas seluruhnya. Panen polong muda jangan sampai terlambat karena akan menyebabkan polong berserat dan liat. Pemanenan sebaiknya dilakukan secara bertahap dengan selang waktu 3 hari, panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari. Pemanenan dihentikan setelah tanaman berumur sekitar 3-4 bulan. Produksi kacang panjang bisa mencapai 15-30 ton/ha. 


Kamis, 10 Desember 2020

Brigade Roti Amankan Produksi Padi Melalui Gerdal Tikus di Poktan Gadung

Untuk mengendalikan hama tikus, disamping sanitasi kebersihan lingkungan persawahan, Gropyokan massal, memanfaatkan musuh alami, bisa juga dengan menggunakan rodentisida. Kali ini gerakan pengendalian (gerdal) tikus dilakukan di Desa Gadung, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, menggunakan Rodentisida pengemposan/ fumigasi yaitu basmiku 66 PS, racun yang bekerja sistemik untuk merusak sistem pernafasan tikus dan rodentisida bentuk umpan yaitu Ratol 80 P. Keterlambatan dalam pengendalian tikus bisa mengakibatklan petani tidak panen (puso).



Kegiatan gerdal tikus dilakukan bersama penyuluh BPP Kecamatan Driyorejo, POPT dan Brigade Roti (Brigade Roda Tiga ) di Desa Gadung Kec. Driyorejo. Brigade Roti dibentuk untuk membantu petani dalam hal sarana dan prasarana sebagai upaya pengendalian hama dan penyakit yang menyerang tanaman.

Tikus sawah merupakan hama penting karena tingkat perkembangbiakannya yang sangat cepat. Dalam 1 tahun, sepasang induk tikus dapat beranak pinak hingga mencapai sekitar 5000 ekor. Tiap tahun serangannya lebih dari 17 % dari total luas areal tanaman padi di Indonesia. Hal ini disebabkan karena pengendalian hama tikus oleh petani seringkali terlambat, karena petani mengendalikan setelah terjadi serangan dan kurangnya monitoring oleh petani,

Tikus yang telah terbunuh/tertangkap hanya merupakan indikasi turunnya populasi tikus. Yang perlu diwaspadai adalah populasi tikus yang masih hidup, karena akan terus berkembang biak dengan pesat selama musim tanam terutama padi. Disamping itu monitoring keberadaan dan aktivitas tikus sangat penting diketahui sejak dini oleh petani agar usaha pengendalian dapat berhasil. Cara monitoring antara lain dengan melihat lubang aktif, jejak tikus, jalur jalan tikus, kotoran atau gejala kerusakan tanaman. Dan tidak kalah pentingnya adalah mewaspadai terhadap kemungkinan terjadinya migrasi (perpindahan tikus) secara tiba-tiba dari daerah lain dalam jumlah yang besar

Menurut Bambang Pujaratna, SP, Koordinator PPL BPP Driyorejo, cara aplikasi menggunakan basmikus  yaitu: berbahan aktif belerang 66%, rodentisida berbentuk tepung berwarna kuning, wadah kertas berbentuk tabung dan digunakan untuk mengendalikan tikus sawah. Dosis aplikasi: 1 batang rodentisida basmikus, untuk 1 (satu) lubang aktif tikus. Cara aplikasi : sumbu rodentisida dibakar dengan korek api (usahakan tidak mengarah ke badan dan tidak melawan arah angin). Setelah menyala/keluar asap segera masukkan ke lubang tikus dan langsung tutup dengan tanah/lumpur sampai tidak ada asap yang keluar, tikus akan mati di dalam lubang sekitar 2 menit. Waktu aplikasinya, setiap saat dan kondisi tanah tidak banyak lubang tanah retak (nelo), digunakan terutama pada saat banyak serangan tikus sawah.

Untuk cara aplikasi menggunakan rodentisida ratol 80 P  adalah daun pisang, pelepah/gedebog pisang, beras afkir, rodentisida, minyak goreng bekas (jelantah) dan sarung tangan plastic. Kemudian siapkan daun pisang untuk alas. Kemudian taruh beras sebanyak 500 gram. Berikan jelantah secukupnya dan aduk sampai merata (harus pakai sarung tangan plastic). Setelah itu berikan satu sachet rodentisida ratol 80 P, aduk sampai merata. Pelepah/gedebog pisang dibentuk segitiga dan dipasang dekat jalan atau lobang tikus. Ditengahnya ditaruh umpan yang sudah diracik tadi. Maksud pakai gedebok pisang ini adalah untuk tikus berteduh dan memakan umpan tadi. “Banyak manfaat yang diambil dari kegiatan gerdal tikus ini, selain petani merasa diperhatikan tanamannya, petani juga bisa melakukan pengamatan berkala atau berkelanjutan dan dilakukan aplikasi sesuai anjuran penyuluh dan petugas POPT  ,” kata Bambang.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo selalu menegaskan kepada seluruh insan pertanian bahwa di tengah pandemi Covid-19, petani dan penyuluh harus tetap bersinergi menyediakan kebutuhan pangan sehingga tidak terjadi krisis pangan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi juga mengatakan bahwa pandemi Covid-19 mempengaruhi perekonomian, namun sektor pertanian semakin kokoh lantaran kerja keras petani didampingi penyuluh.

“Petani harus turun ke lapangan, penyuluh harus turun ke lapangan dan mendampingi petani. Dalam kondisi apa pun, pangan tidak boleh bermasalah. Pangan tidak boleh bersoal. Untuk itu, kita harus tanam dan memastikan produksi tidak berhenti,” tegas Dedi. 

Bambang Puja


Senin, 30 November 2020

Pepaya Si Manis Kaya Manfaat Di Poktan Tanjungan

Buah pepaya merupakan salah satu dari komoditas pertanian yang relatif murah harganya, sehingga dapat dijangkau oleh segala lapisan masyarakat. Pepaya mengandung unsur gizi lengkap termasuk vitamin A yang jarang terdapat pada buah-buahan lain. Pepaya (Carica papaya L.) merupakan tanaman tropis. Meskipun bukan tanaman asli Indonesia keberadaannya sudah tersebar di seluruh penjuru tanah air.

Desa Tanjungan Kecamatan Driyorejo, beberapa petaninya juga menanam buah pepaya di lahannya. Mereka berharap dengan bertanam pepaya bisa mendapatkan hasil yang menggiurkan. Kelompok tani (Poktan) Tanjungan di Desa Tanjungan selama ini selalu didampingi dan dikawal oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Kostratani Driyorejo, Kabupaten Gresik, salah satunya ialah Achmad Farid. Farid menuturkan, bahwa petani di desa Tanjungan hampir selalu bertanam buah pepaya di lahan yang memang dikhususkan untuk ditanami buah papaya.


“Poktan Tanjungan saat ini telah menanam papaya di lahan seluas 0,5 hektar. Menurut petani, buah papaya yang ditanam sangat manis dan segar, selain itu juga disukai oleh masyarakat. Disamping kandungan gizi dan vitaminnya harga pepaya juga harganya terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Dan menariknya petani menanam pohon pepaya menggunakan sistem tumpangsari  dengan kangkong. Sehingga jika pepaya belum menghasilkan buah yang siap dipanen, petani masih bisa meraup untung dari tanaman kangkong,” ujar Achmad Farid.

“Buah pepaya, baik yang masih mentah atau muda bisa digunakan sebagai sayuran. Buah pepaya juga memiliki kandungan unsur gizi, kalori dan beberapa unsur penting lain yang terkandung di dalamnya diantaranya Protein, Karbohidrat, Kalsium, Fosfor, Besi, Vitamin A, Vitamin B, Vitamin C dan Air,” imbuh Achmad Farid.

Tanaman pepaya memiliki banyak manfaat bagi manusia dalam berbagai bidang seperti dibidang kesehatan. Akar papaya dapat digunakan sebagai obat cacing, ginjal, kandung kemih, sakit persendian dan pegal-pegal; batang pepaya dapat digunakan sebagai pakan ternak terutama kuda penarik; akar pepaya dapat digunakan sebagai obat cacing, ginjal, kandung kemih, sakit persendian dan pegal-pegal; perasan daun pepaya muda dapat digunakan sebagai obat malaria, kejang perut, beri-beri dan sakit panas; bunga, air rebusan bunga pepaya jantan berkhasiat untuk meningkatkan nafsu makan, membersihkan darah dan obat sakit kuning; buah yang mentah (muda) menjadi berbagai olahan buah pepaya berkhasiat melancarkan ASI, juga dapat digunakan sebagai obat cystitis (radang kandung kemih), cacingan, gangguan pencernaan, jerawat dan sembelit; serta biji dapat digunakan sebagai obat cacing.

Dalam bidang perindustrian fungsi dan manfaat pepaya dalam bidang industri dapat dilihat pada manfaat produk olahannnya, seperti enzim papain, yang berasal dari batang, daun atau buah pepaya muda dimanfaatkan antara lain: pelunak daging, penghancur daging ikan (konsentrat protein ikan bahan kecap dan pakan ikan), pelembut kulit (pada proses penyamakan), stabilizer (penstabil suspensi) minuman anggur, bahan obat, campuran produk kosmetik dll.; Pektin, yang berasal dari bahan pepaya mengkal optimal dan dimanfaatkan antara lain untuk pemberi tekstur pada roti dan keju, bahan pengental dan stabilizer pada sari buah dan sirup, bahan baku pembuatan jelly, jam dan marmalade, pemacu daya larut obat-obatan jenis sulfa, bahan penurun kekuatan racun, bahan pembuatan kosmetik dll.; pepaya mentah dapat digunakan untuk produk olahan seperti manisan kering, manisan basah dimanfaatkan sebagai bahan industri makanan dalam dan luar negeri. Dan pepaya matang, produk olahannya dapat berupa selai/jam, koktail, pepaya pasta, juice pepaya dan saus pepaya serta campuran saus.

Achmad Zaini, selaku Ketua Gapoktan Tanjungan menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh PPL di BPP Kecamatan Driyorejo, yang telah membimbing petani, utamanya di Desa Tanjungan.
Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa sektor pertanian di masa yang akan datang tidak bisa diolah dengan cara yang biasa. Namun harus dikerjakan dengan cara yang serba maju, serba baru dan lebih modern.

“Minimal dengan terjadinya Covid-19 ini kita semakin menyadari bahwa pertanian tidak boleh lagi diolah dengan cara yang biasa. Harus ada inovasi dan ide-ide kreatif dalam mengelola pertanian,” terang SYL.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa Kostratani menjadi pusat pembelajaran, konsultasi agribisnis, termasuk juga pusat pengembangan jejaring kemitraan.

“BPP Kostratani mendukung gerakan pembangunan pertanian yang dilakukan dengan berbagai cara. Seperti pendampingan dan pengawalan gerakan pembangunan pertanian,” ujar Dedi.

Bambang Pujaratna, SP

Kamis, 08 Oktober 2020

Kompetisi Karya Dan Inovasi Tiada Henti Dinas Pertanian Kab. Gresik

 Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Kompetisi Karya dan Inovasi Tiada Henti dengan mengangkat tema “Sumbangsih Karya dan Inovasi“. Tujuan dan sasaran dari kompetisi Inovasi Tiada Henti ini adalah untuk mendapatkan inovasi teknologi terkini yang diharapkan berdampak pada penguatan teknologi pertanian, perluasan areal tanaman pangan dan peningkatan produksi pangan. Dan pula agar potensi wilayah unggulan dari masing-masing kecamatan di Kabupaten Gresik dapat terangkat.  

Peserta kompetisi ini adalah para petugas dan pegawai lingkup Dinas Pertanian Kabupaten Gresik. Kompetisi inovasi tiada henti ini sebenarnya merupakan pengembangan dan implementasi berupa karya cipta dan atau perekayasaan yang terus menerus. Karyanya bertujuan untuk mengembangkan penerapan praktis sebuah nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru atau cara baru menerapkan teknologi yang telah ada. Inovasi tiada henti meliputi aspek pertanian dari hulu sampai hilir di Kabupaten Gresik. Terdapat 4 (empat) jenis kategori yang dikompetisikan yaitu Karya Photografi seputar dunia pertanian di Kabupaten Gresik, Karya Vlog Video Kegiatan Pertanian di Kabupaten Gresik, Karya Vlog Video Produk Unggulan masing masing BPP/Puskeswan dan Karya Pengendalian Hama Tikus Tanpa Listrik.


Sedangkan kriteria penilaian untuk Karya Photografi adalah kesesuaian dengan tema, keunikan konsep/ide pada foto, pesan/ungkapan emosi pada foto dan angle, komposisi dan warna pada foto. Untuk kriteria penilaian  Karya Vlog Kegiatan Pertanian dan Karya Vlog Video Produk unggulan masing-masing BPP/Puskeswan adalah kesesuaian tema, konsep dan kreativitas dalam bercerita menggunakan audio visual, alur cerita video dilakukan dengan jelas dan berbobot, pesan yang dapat dicerna dan jumlah like serta comment pada vlog video yang diunggah dan diikutsertakan dalam kompetisi. Dan untuk kriteria penilaian karya pengendalian hama tikus tanpa listrik adalah teknologi inovatif yang sesuai dengan kebutuhan petani, dapat menjawab permasalahan petani, ramah/tidak merusak lingkungan, dapat dimanfaatkan oleh petani secara mudah serta menghasilkan nilai tambah, dimana penerapan teknologi ini merupakan teknologi tepat guna yang efektif dan efisien.

Setelah dilaksanakan penilaian oleh dewan juri, berdasarkan Surat Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, No: 520/978/437.54/2020,  Tanggal 21 September 2020, perihal Pengumuman Karya Inovasi terbaik 2020,  ditetapkan masing – masing kategori ada 3 (tiga)  pemenang.  
Kategori Karya Potografi seputar dunia pertanian di Kabupaten Gresik : Juara I : BPP Manyar, Juara II : BPP Driyorejo dan Juara III : BPP Kebomas. Untuk Kategori Karya Vlog Video Kegiatan Pertanian di Kabupaten Gresik :Juara I : BPP Driyorejo, Juara II : BPP Ujung Pangkah dan Juara III: BPP Kebomas. Sedangkan Kategori Karya Vlog Video Produk Unggulan masing masing BPP / Puskeswan : Juara I : BPP Bungah, Juara II : BPP Driyorejo dan Juara III : BPP Ujungpangkah. Untuk bidang – bidang Dinas Pertanian adalah Bidang Pangan, TPH dan PSP. Serta yang terakhir ialah Kategori Karya Pengendalian hama Tikus tanpa listrik diraih oleh Juara I : BPP Bungah, Juara II : BPP Benjeng

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Eko Anindito Putro, mengapresiasi adanya kompetisi Karya dan Inovasi pertanian di Kabupaten Gresik ini. Dan berharap tahun depan ada kegiatan Karya dan Inovasi pertanian seperti ini lagi serta muncul ide-ide maupun video kreatif dan inovatif di Kabupaten Gresik sehingga nantinya diharapkan agar dapat meningkatkan kreativitas Penyuluh Pertanian di lapangan dan sekaligus meningkatkan taraf hidup petani di Kabupaten Gresik. Melalui Kostratani, semua penyuluh dan petani bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menuju pertanian yang maju, mandiri dan modern.
Diantara sekian banyaknya, sektor pertanian merupakan sektor yang paling penting dan harus menjadi perhatian bersama. Utamanya dalam memperbaiki dan mengembangkan sarana prasarana pertanian berbasiskan teknologi. Bahkan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo seringkali menyampaikan, sektor pertanian di masa yang akan datang tidak bisa diolah dengan cara yang biasa. Namun harus dikerjakan dengan cara yang serba maju, serba baru dan lebih modern.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, juga menegaskan meskipun di tengah pandemi COVID-19 sektor pertanian tidak berhenti, bahkan peran Kostratani justru menjadi sangat penting untuk meningkatkan produksi pertanian. 
Optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai pusat kegiatan pembangunan pertanian ditingkat kecamatan dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional merupakan tujuan jangka panjang dari Kostratani, sedangkan tujuan jangka pendek Kostratani sebagai pusat informasi data, kelembagaan petani, meningkatkan kapasitas SDM petani dan diseminasi inovasi teknologi.

Bambang Pujaratna, SP

Senin, 07 September 2020

KANGKUNG HARGA MENGGIURKAN DIAMBIL BIJI NYA


Kali ini Teman - teman Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Driyorejo melaksanakan kegiatan Monitoring Panen kangkung di Lahan Ibu Juma’iyah  Poktan Banjarsari Desa Banjaran Kecamatan Driyorejo. 

Kangkung adalah tumbuhan yang termasuk jenis sayur-sayuran dan ditanam sebagai makanan. Kangkung banyak dijual di pasar-pasar dan banyak dijumpai di hampir semua daerah di Indonesia.

Petani di Desa Banjaran Kec. Driyorejo, mulai panen benih kangkung  sejak awal Agustus lalu, harga benih kangkung pada saat Petani di Banjaran panen ini adalah Rp.22.000/kg.  Petani di wilayah Desa banjaran dan sekitarnya menanam kangkung hanya untuk diambil benihnya, kemudian dijual kepada pengepul.


Ibu Juma’iyah, salah satu anggota  Kelompok Tani (Poktan) Banjarsari di Desa Banjaran Kecamatan Driyorejo mengatakan, sudah menjadi kebiasaan jika musim  kemarau, petani di Banjaran selalu menanam kangkungbukan untuk sayur melainkan dijual benihnya. Hal ini bukan tanpa alasan. karena, sebagian besar lahan di wilayah Kecamatan Driyorejo adalah lahan tadah hujan. Karena itu, untuk musim kemarau, banyak  petani yang mengalihkan tanam dari komoditas padi ke komoditas yang lain. Misalnya, tanaman jagung, kangkung, cabai dan lain-lain.




Berdasarkan perhitungan, menanam kangkung di lahan seluas 1 hektar hanya membutuhkan benih kangkung sekitar 8 kilogram, ditambah biaya garap dan merawat tanaman kangkung selama tiga bulan. Produksi tanaman kangkung seluas 1 hektar  bisa menghasikan benih kangkung sekitar 1,7 ton yang harga jualnya Rp.22 ribu per kilogram. Jadi dalam satu hektar bisa menghasilkan uang Rp.37.400.000 dari asumsi harga Rp.22 ribu kali 1.700 kg hasil panen per hektar.

Mengapa petani bertanam kangkung setelah padi? Menurut bu Juma’iyah, karena budidayanya cukup mudah, tidak membutuhkan perawatan yang rumit dan hasil panen lumayan tinggi harganya.

Bu Jumaiyah sendiri menggarap lahan seluas 3600 m2 dan menghasilkan 607 kg biji kangkung dikalikan Rp.22.000 = Rp.13.354.000,-  Hasil yang lumayan besar bukan ?

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Jumat, 14 Agustus 2020

Geliat Asosiasi Gapoktan Driyorejo di Tengah New Normal

Ibarat kata pepatah “Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh” itulah gambaran persatuan petani di Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Petani yang telah tergabung dalam gabungan kelompok tani (Gapoktan) membentuk Asosiasi Gapoktan untuk meningkatkan kemampuan petani dalam bidang pertanian.

Berdiri sejak 9 Mei 2014, Asosiasi Gapoktan ini merupakan salah satu niat baik pengurus Gapoktan se-Kecamatan Driyorejo yang menginginkan adanya pertemuan rutin tiap bulan dan difasilitasi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Driyorejo. Kepengurusan Asosiasi Gapoktan Driyorejo dibentuk berdasarkan hasil musyawarah seluruh anggota.



Kelompok tani (Poktan) yang terdapat di Kecamatan Driyorejo berjumlah  46 poktan dan 16 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Sedangkan jumlah petani yang telah menjadi anggota poktan sebanyak 3.637 orang, tersebar di 16 desa di Kecamatan Driyorejo. Petani di kecamatan tersebut banyak membudidayakan rimpang dan sayuran hortikultura seperti kangkung, pare, dll.

Pada periode pertama masa kepengurusan, anggota asosiasi berjumlah 30 orang yang mewakili 16 enam belas desa dan 4 kios di Kecamatan DriyorejoPada periode kedua kepengurusan, anggota asosiasi gapoktan meningkat jumlahnya menjadi 40 orang. Sedangkan pada periode ketiga kepengurusan tahun ini, anggota bertambah menjadi 50 orang dan 5 kios tani.

Sesuai kesepakatan seluruh anggota, per gapoktan membayar iuran sebesar Rp10.000 per bulan untuk kas asosiasi. Arisan per anggota sebesar Rp50.000 per bulan untuk pertemuan bulanan bagi yang mendapat arisan. Disamping itu ada juga buku tabungan bagi anggota yang ingin menabung untuk kegiatan rutin diakhir tahun yakni kegiatan study banding.

Achmad Misnan, Ketua Asosiasi Gapoktan mengatakan, selama periode awal pembentukan sampai sekarang, telah melaksanakan beberapa kegiatan studi banding sebanyak 4 kali. Seperti studi banding budidaya jamur tiram di Pacet Mojosari Kabupaten Mojokerto.

Studi banding kedua ke Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PPK) Sampoerna Pandaan Kabupaten Pasuruan. Pada kegiatan studini, anggota asosiasi diharapkan dapat mengambil manfaat dan menerapkan hal yang positif untuk diterapkan di dalam kegiatan usaha tani di wilayah masing- masing anggota,” tuturnya.

Studi Banding yang ketiga ke Republik Lele dan PT. Wiranusa Pare Kediri yang bertujuan agar berbudidaya lele dengan baik dan menjalin kemitraan dengan PT. Wiranusa selaku produsen benih sayuran dan tanaman pangan. Sedangkan studbanding yang keempat, Asosiasi Gapoktan belajar tentang teknologi pertanian di Taman Teknologi Pertanian (TTP) Kabupaten Pacitan.

Dari semua studi banding yang telah dilakukan, Misnan berharap bisa mengakomodir kebutuhan anggotanya, seperti kebutuhan anggota dibidang pertanian, misalkan saprodi"Kami berharap anggota asosiasi bisa mengaplikasikan  apa yang telah didapatkan setelah beberapa kali mengikuti studi banding. Bukan itu saja, kami berharap bisa menambah wawasan dengan budidaya yang lain, dan bisa menambah nilai tambah serta meningkatnya kesejahteraan anggota asosiasi meningkat," ujar Misnan.

Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Driyorejo, Bambang Pujaratna, SP mengatakan, Organisasi Asosiasi Gapoktan Kecamatan Driyorejo ini berjalan dengan baik dan sesuai yang diharapkan oleh seluruh anggota. Tujuan utama organisasi ini adalah agar anggota Asosiasi Gapoktan mempunyai landasan yang jelas dalam melaksanakan kegiatan di bidang pertanian.

Bukan hanya itutapi dapat menjadi pedoman melaksanakan kegiatan yaitu  meningkatnya produktivitas, kuantitas dan kualitas. Selain itu terjadi efisiensi dalam usaha, serta meningkatnya kemampuan kelembagaan dan pemberdayaan petani selaku pelaku utama dan pelaku usaha.

Untuk menunjang kegiatan asosiasi, dukungan pembinaan, baik teknis maupun manajerial dari penyuluh pertanian BPP Driyorejo maupun Dinas/Instansi di tingkat kabupaten sangat penting. Termasuk kerjasama dan koordinasi yang baik dengan pemerintah setempat (desa dan kecamatan) juga dilakukan demi kelancaran kegiatan yang akan dilaksanakan.

Terutama dimasa pandemi Covid 19 dan diberlakukannya New Normal, semakin mengintensifkan peran dari Kostratani agar petani tetap semangat dalam melakukan usaha taninya. Hal ini dibuktikan kesungguhan petani dalam melakukan olah, tanam dan panen untuk menjaga stok pangan aman.

Seperti diketahui, Menteri Pertanian Indonesia Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan Kostratani merupakan program pembangunan pertanian berbasis teknologi informasi untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan yang bermuara pada kesejahteraan petani.

Hal ini juga ditegaskan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi yang menyampaikan bahwa Kostratani merupakan gerakan pembangunan pertanian yang berbasis kecamatan dalam rangka mengoptimalisasi fungsi penyuluhan.

“Kostratani itu adalah revitalisasi BPP (Balai Penyuluhan Pertanian), artinya membangunkan kembali BPP dan penyuluhnya melalui pelatihan peningkatan kapasitas penyuluh, petani dan sebagainya,” tegas Dedi.

Bambang P