Jumat, 14 November 2014

MANFAAT JAHE MERAH UNTUK KESEHATAN

jahe Merah yang memiliki nama latin Zingiber officinale Roxb. var Rubra atau Zingiberaceae Officinale Roscoeatau Zingiberaceae Officinale Rose Merupakan tanaman semusim yang mana Tumbuhan ini memiliki Panjang sekitar 40 Samapi 50 Centi Meter, Siapa sangka di balik Bentuknya yang Kecil mungil ini terkandung banyak sekali Manfaat Jahe Merah untuk kesehatan tubuh manusia.

Manfaat Jahe Merah
Jahe Merah

Lalu apa perbedaan Jahe merah ini dengan jahe Biasa ? Dimana Jahe Biasa Rasanya lebih pedas dari Jahe Merah, Rimpangnya lebih Kecil dan juga Warnanya lebih putih di banding jahe Merah yang Kemerah-merahan.

Manfaat apa saja yang bisa di Ramuu dari Tanaman jahe Merah ini :
  1. Mampu Mengatasi muntah-muntah (emetic)
  2. Mampu Mengatasi pegal-pegal
  3. Mampu Mengatasi radang tenggorokan (bronchitis)
  4. Mampu Mengatasi sakit demam (fevers)
  5. Mampu Mengatasi sakit encok,
  6. Mampu Mengatasi sakit pinggang
  7. Dapat Membersihkan kotoran dalam tubuh
  8. Mampu Menambah stamina (tonikum)
  9. Mampu Mencegah penggumpalan darah
  10. Mampu Mencegah perut buncit
  11. Mengatasi pencernanan kurang baik
  12. Sebagai obat bengek (asma)
  13. Sebagai obat jerawat
  14. Sebagai obat pencahar (laxative)
  15. Sebagai obat untuk melawan gejala penyakit (alophathia)
  16. Mampu Mengatasi gangguan lambung
  17. Mampu Mengatasi kurang darah
  18. Mampu Mengatasi kurang darah (anemia)
  19. Mampu Mengatasi kurang daya penglihatan
  20. Mampu Mengatasi masuk angin (expectorant)
  21. Mampu Mengobati batuk
  22. Mampu Mengobati sakit kepala
  23. Mampu Menurunkan berat badan
  24. Mampu Menurunkan tekanan tinggi
Sangat banyak sekali tanaman Obat yang satu ini, siapa yang menyangka di baik Tumbuhan yang sederhana ini terkandung banyak sekali manfaat yang ada di dalamnya, 

Selasa, 11 November 2014

PERTEMUAN GAPOKTAN DI DESA GADUNG

Pertemuan Gapoktan se Kecamatan Driyorejo dilaksanakan pada hari Kamis, Tgl. 6 Nopember 2014 di Balai Desa Gadung.
Acara rutin yang di gagas oleh Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kec. Driyorejo ini berlangsung cukup bagus dengan antusiasme dari Gapoktan maupun Poktan.
Hadir dalam pertemuan ini Bapak Kepala UPT BP3K Kec. Driyorejo, Mantri Tani Kec. Driyorejo, Kepala Desa Gadung dan Penyuluh Pertanian se Kec. Driyorejo.







Jumat, 31 Oktober 2014

Penyuluhan Peningkatan Produksi

Kegiatan Pelatihan Penyuluhan Peningkatan Produksi di Hotel Purnama Selecta Batu Malang bersama-sama dengan Gapoktan se Kabupaten Gresik pada bulan September 2014.





Jumat, 05 September 2014

PERSIAPAN KONTES TERNAK SAPI

Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kec. Driyorejo akan mengirimkan wakilnya dalam pelaksanaan Lomba Kontes Ternak Sapi pada tanggal 8-9 September 2014 di Lapangan Desa Metatu Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik.




Adapun sebelum mengirimkan Sapi - sapi terbaik untuk mengikuti lomba, Tim dari BP3K Kec. Driyorejo melakukan survey dan seleksi terhadap sapi - sapi yang akan diikutkan dalam lomba / kontes ternak sapi.




Akhirnya diperoleh sapi terbaik  milik Bapak H. Yunus dari desa Sumput untuk mewakili Kecamatan Driyorejo.



Sabtu, 26 Juli 2014

DEM JAGUNG DI KESAMBEN WETAN

Dem Jagung di Poktan Pasinan desa Kesamben Wetan - Kecamatan Driyorejo
Dalam rangka Pengawalan dan Pendampingan Penyuluh di luar lokasi
Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT)
Tahun 2014









Jumat, 06 Juni 2014

Menanam Sayuran Organik di Rumah

Hampir setiap hari kita mengkonsumsi sayuran, beberapa jenis sayuran dapat kita makan tanpa dimasak, misalnya terong, tomat, dan cabai. Tanpa kita sadari berbagai sayuran yang kita konsumsi sebenarnya mengandung racun kimia, racun itu berasal dari pestisida, herbisida, fungisida, bakterisida dan pupuk kimia yang diaplikasikan dalam proses produksi sayuran tersebut.
Agar kesehatan tubuh terjaga sebaiknya kita mengkonsumsi sayuran organik dan tanaman organik, yaitu sayuran yang diproduksi tanpa aplikasi bahan kimia. Sayuran organik dapat kita budidayakan sendiri, jenis sayuran yang dapat dibudidayakan adalah yang sesuai dengan iklim di tempat tinggal kita. Berikut ini adalah cara sederhana membudidayakan sayuran organik untuk konsumsi sendiri.

Cara Bertanam Organik

Gunakan Pupuk Organik.

Pupuk organik dapat dibeli di toko pertanian atau dibuat sendiri. Cara untuk membuat sendiri pupuk organik adalah sebagai berikut :

Pembuatan Bakteri 1

Bahan :
  • Berbagai jenis buah-buahan yang sudah masak 5 kg.
  • Tetes tebu, atau gula pasir  ¼ kg
Cara pembuatan :
  • Bahan ditumbuk atau diparut sampai menjadi bubur.
  • Ambil sari buahnya dengan cara disaring atau di peras.
  • Larutkan tetes tebu atau gula pasir.
  • Campur air perasan sari buah-buahan dengan larutan gula.
  • Simpan dalam wadah ditempat yang tidak terkana sinar matahari selama 2 minggu.
  • Bakteri 1 siap digunakan untuk membuat kompos.

Pembuatan Bakteri 2

Bahan
  • Air cucian beras 1 liter.
  • Bakteri 1 sebanyak 10 sendok makan.
  • Alkohol 40% atau air tape sebanyak 10 sendok  makan.
  • Cuka 10 sendok makan.
  • Gula pasir 1 ons.
Cara pembuatan :
  • Campur semua bahan  menjadi satu.
  • Simpan di dalam botol  tertutup selama 2 minggu dan tidak terkena sinar matahari.
  • Bakteri 2 siap digunakan.
Kegunaan :
  • Sebagai pupuk cair dan dapat  mengendalikan hama tanaman.
  • Bahan pembuat kompos.
  • Pembiakan Bakteri
Bahan :
  • Bakteri 1 liter
  • Daun (1-2 kg) dari tumbuhan yang tidak bergetah.
  • Terasi ½ kg dan campur dengan air secukupnya.
  • Gula pasir atau tetes tebu (pilih salah satu) sebanyak 1 kg dan larutkan dalam air.
  • Kotoran hewan 30 kg.
  • Air secukupnya.
Pembuatan :
  • Masukan kotoran hewan dan dedaunan  ke dalam drum.
  • Masukan  larutan gula, terasi dan larutan bakteri .
  • Tambahkan air hingga tergenang sambil diaduk-aduk
  • Tutup drum.
  • Setelah 8-10 hari pembiakan bakteri sudah selesai dan tutup drum dibukak.
  • Saring dan masukan ke dalam  wadah  atau  botol, simpan ditempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung.
  • Ampas sisa saringan masih mengandung bakteri, sisakan 1-2  liter dan tambahkan air, terasi, larutan gula dengan perbandingan yang sama sambil diaduk-aduk dan tutup kembali wadah tersebut.
  • Setelah 8-10 hari bakteri sudah berkembang biak dan siap digunakan.
  • Lanjutkan pekerjaan tersebut hingga beberapa kali.
Kegunaan:
  • Untuk membuat kompos.
  • Dapat digunakan langsung sebagai pupuk semprot
  • Tidak boleh dicampur dengan bahan lain, terutama bahan kimia atau  bahan untuk pestisida.

Siapkan Tanaman dalam Pot

Tanaman akan tumbuh subur dalam media tanam yang baik. Media tanam yang baik adalah media tanam yang dapat menyediakan sumber makanan bagi tanaman. Gunakan tanah yang gembur untuk media tanam, tanah yang gembur biasanya berwarna hitam, tidak lengket dan tidak menggumpal. Untuk mempermudah sirkulasi udara dalam media tanam, tanah dapat dicampur dengan arang sekam, akan lebih baik lagi jika tanah juga dicampur dengan kotoran hewan ternak yang telah kering.
Apabila media tanam telah siap, masukan media tanam kedalam pot. Menanam benih sayuran sebaiknya pada pagi atau sore. Pada musim hujan tanaman perlu diberi atap pelindung agar tidak kelebihan air. Media tanam yang becek akan menyebabkan sayuran menjadi mudah busuk.

Aplikasikan Pupuk Organik yang Anda Buat

Setelah tanaman dalam pot mulai tumbuh, aplikasikan pupuk organik yang telah dibuat. Pemberian pupuk organik dapat dilakukan satu minggu sekali. Ingat, jangan sampai media tanam terlalu basah dan lembab, hal tersebut dapat menyebabkan tanaman terserang jamur atau bakteri pengganggu.
Dengan cara bertanam organik diatas, anda dapat memproduksi sendiri sayuran organik. Selamat mencoba dan semoga sukses.

sumber : http://cara-merawat.net/menanam-sayuran-organik-di-rumah

Sabtu, 17 Mei 2014

PENGERTIAN RDK DAN RDKK


I.          Latar Belakang

Rencana Indikatif di tingkat Kabupaten ini dirinci per Kecamatan dan selanjutnya masing-masing Penyuluh Pertanian dengan diketahui Kepala Desa mengadakan konsultasi dengan Pengurus Kelompok tani. berapa luas (ha) yang dapat dilaksanakan intensifikasi di Kelompok tani tersebut. Rencana ini disebut rencana konsultatif.
Apabila telah terdapat kesepakatan antara Penyuluh Per­tanian dengan Pengurus dan anggota Kelompok tani, maka diadakanlah musyawarah Kelompok tani untuk menyusun RDK dan RDKK. Perencanaan harus memperhatikan keingingan para petani, untuk mencegah perbedaan penilaian antara perencanaan dari atas dan penilaian para petani mengenai kebutuhan di suatu daerah/lokasi tertentu.

1.1.        Tujuan dan Sasaran.
Penyusunan RDK dan RDKK bertujuan agar 6 (enam) tepat penyaluran kredit dan sarana produksi dapat dilaksanakan sehingga penerapan teknologi oleh petani sesuai dengan rekomendasi / anjuran.
Sasaran yang ingin dicapai adalah agar masing-masing pe­tani dapat menentukan, berapa jumlah sarana produksi yang diperlukan, baik dengan swadana maupun dengan fasilitas kredit. Demikian juga kebutuhan biaya lainnya, mengingat kredit yang disediakan Pemerintah penyalurannya bukan lagi secara massal, melainkan selektif sesuai dengan kebutuhan petani.

1.2.        Pengertian – Pengertian

A.   Rencana   Definitif Kelompok tani (RDK) adalah rencana kegiatan Kelompok tani untuk satu tahun yang disusun berdasarkan kesepakatan kerjasama sebagai hasil dari musyawarah Kelompok tani. RDK berisi kegiatan Kelompok tani dalam   melaksanakan   usahataninya  yang   memuat   data Kelompok tani,  sasaran  areal  dan produktivitas intensifikasi. rencana kebutuhan sarana produksi, modal usaha tani­nya dan jadwal kegiatan serta pelaksana/penanggung jawab kegiatan  dan  Iain-lain yang mengikat semua anggota Ke­lompok tani.

B.   Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok tani (RDKK) ada­lah pesanan kelompok tani terhadap sarana produksi pertanian dan biaya lainnya untuk satu musim tanam sebagai hasil dari musyawarah Kelompok tani yang memuat jenis, jumlah, jadwal waktu yang dibutuhkan dan sumber dana untuk pembeliannya (baik swadana atau kredit).

1). Kredit kepada Koperasi Primer untuk Anggotanya adalah  kredit  yang diberikan oleh  BRI atau Bank-Bank lainnya (yang mendapat ijin dari Bank Indonesia) melalui Koperasi Primer lainnya untuk diteruskan  kepada   anggotanya guna membiayai   kegiatan produktif di luar sektor perdagangan dan jasa. Dalam program  intensifikasi kredit  kepada  Koperasi  Primer untuk    anggotanya disediakan untuk pembiayaan intensifikasi   Ternak Kerja (INTEK).
2). Sarana produksi pertanian adalah input yang dipergunakan dalam peningkatan produksi   pertanian  seperti   benih, pupuk, pakan, pestisida, PPC/ZPT, vaksin dan Iain-lain.
3). Intensifikasi pertanian adalah upaya pengamalan ilmu dan teknologi  produksi pertanian  di dalam penyelenggaraan usaha tani untuk meningkatkan produktivitas dengan memperhatikan kelestarian sumber daya alam.

II.       Fungsi  RDK.

2.1.   RDK sebagai perwujudan rencana dari bawah.

Dalam sistem perencanaan yang kita anut dikenal perencanaan dari atas dan perencanaan dari bawah. Dalam hal ini tidak berarti bahwa perencanaan dari bawah ber-jalan sendiri - sendiri. tetapi harus sinkron.
Perencanaan dan atas pada dasarnya adalah rencana/ program Pemerintah secara nasional yang dijabarkan di Daerah Tingkat I. Tingkat II, Kecamatan dan Desa. Agar program tersebut dapat terlaksana dengan baik maka perlu diproyeksikan menjadi program Kelompok tani yang dituangkan dalam Rencana Definitif Kelompok tani (RDK). Dengan kata lair, bahwa penyusunan RDK adalah proses alih program dari program Pemerintah menjadi program petani yang terorganisir dalam Kelompok tani. Jadi dalam penyusunan RDK harus diarahkan agar keputusan sebagai hasil musyawarah anggota Kelompok tani merupakan cerminan dari program Pemerintah dan sekaligus diatur dukungan dalam mensukseskan program tersebut.

RDK harus bercirikan :
1. Hasil keputusan musyawarah anggota Kelompok tani.
2. Sinkron dengan program Pemerintah.
3. Mendukung terlaksananya rekomendasi teknologi yang dianjurkan.

2.2.        RDK sebagai perwujudan kerjasama antar anggota Kelompok tani.

RDK secara garis besar memuat rencana intensifikasi usaha tani dan rencana kegiatan Kelompok tani dalam mensukseskan usaha taninya. Dengan adanya rencana bersama tersebut masing-masing anggota Kelompok tani akan melaksanakan usaha taninya secara berencana dan terkoordinasi. Demikian juga dalam mencari informasi, sarana produksi, tambahan modal dan pemasaran hasil, semua anggota Kelompok tani harus merasa terikat dengan RDK yang mereka susun bersama, sehingga kerjasama antar anggota Kelompok tani akan berjalan secara terencana.
RDK adalah rencana intensifikasi usaha tani yang di-_ susun   para   anggota   dalam musyawarah Kelompok tani atas dasar potensi, jenis komoditi, kondisi lahan usaha tani dan kemampuan anggota Kelompok tani.

2.3.        RDK sebagai salah satu alat kontrol

Dalam RDK rencana kegiatan Kelompok tani harus terlihat jelas tentang jenis kegiatan yang akan dilaksanakan, waktu pelaksanaan. lokasi kegiatan, siapa yang melaksanakan dan siapa penanggung jawabnya serta bagaimana melaksanakannya. Dengan RDK yang demikian maka masing-masing anggota Kelompok tani memahami dan menghayati apa yang harus dikerjakan serta apa yang men-jadi tanggung jawabnya. Sedangkan bagi para pembina Kelompok tani, Penguins Kelompok, Penyuluh Pertanian, Kepala Desa dan seterusnya dapat menggunakan RDK tersebut sebagai alat kontrol, apakah kegiatan Kelompok tani sudah sesuai dengan RDK, atau apakah RDK sudah dilaksanakan oleh Kelompok tani secara baik. Apabila ada hal-hal yang belum dilaksanakan dengan baik, maka pembina dapat meluruskannya.
Dalam hal ini kegiatan pemantauan (monitoring) sangat penting dilakukan oleh POSKO di setiap tingkatan untuk dapat melaksanakan koreksi dalam pelaksanaannya (correction on the way).

III.        Fungsi RDKK

3.1.   RDKK sebagai sarana untuk mengarahkan Kelompok tani agar menerapkan teknologi sesuai anjuran.

RDKK memuat kebutuhan Kelompok tani untuk melaksanakan intensifikasi usaha tani berupa sarana produksi baik yang akan didapatkan secara swadana maupun secara kredit dan kebutuhan biaya lainnya. Belum semua petani/ Kelompok tani mengetahui apa yang diperlukan dalam in­tensifikasi usaha taninya secara baik, atau dengan kata lain ada jenis-jenis sarana produksi yang petani merasa tidak perlu, tetapi sebetulnya sangat diperlukan dalam melaksa­nakan intensifikasi yang baik, misalnya: benih unggul ber-mutu, KC1, PPC/ZPT dan sebagainya.
Jadi dalam penyusunan RDKK Kelompok tani tidak dibiarkan menyusun sesuai dengan kemampuan mereka saja, tetapi hams diarahkan sehingga yang diputuskan dalam  RDKK   akan  menjamin diterapkannya  teknologi sesuai dengan anjuran. Hal ini merupakan tugas para penyuluh dan pembina lainnya untuk membuat skenario musyawarah Kelompok tani. sehingga menghasilkan keputusan RDKK yang sesuai dengan kebutuhan intensifikasi sesuai rekomendasi. Anjuran Latihan tentang penyusunan RDKK ini perlu dilakukan dalam bentuk simulasi dan Iain-lain pada pertemuan teknis penyuluh pertanian agar dalam praktek di lapang-an dalam membimbing/membina Kelompok tani dapat ber-jalan lancar.

3.2.   RDKK sebagai sarana untuk memperlancar penyaluran sarana produksi dan kredit.
RDKK yang memuat kebutuhan sarana produksi per­tanian dan kredit harus tergambar jelas tentang jenis sarana produksi pertanian yang diperlukan. jumlah masing-masing jenis. kapan diperlukan. dimana diperlukan lokasi) dan akan diperoleh secara swadana (tuna:) atau kredit. RDKK tersebut digunakan sebagai pesanan Kelompok tani ke KUD. sehingga pada waktu penyusunan perlu hadir wakil dan KUD. agar KUD dapat lebih awal menyiapkan sarana produksi yang diperlukan. Karena RDKK adalah merupa­kan pesanan Kelompok tani ke KUD. maka RDKK harus betul-betul merupakan rekapitulasi kebutuhan masing-masing anggota Kelompok tani sesuai dengan pernyataan masing-masing yang dikuatkan dengan tanda tangan, se­hingga masing-masing anggota akan konsekwen mengambil pesanannya.
Sumber : http://bpptiris.blogspot.com/2012/08/pengertian-rdk-dan-rdkk.html