Rabu, 23 April 2014

TEMU KAJI TERAP BUDIDAYA IKAN SIDAT AIR TAWAR

Pada hari Senin tanggal 21 April 2014, bertempat di Kantor UPT - Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Driyorejo, diadakan Temu Kaji Terap Budidaya Ikan Sidat Air Tawar.


Kegiatan ini diprakarsai oleh Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Gresik, yang bekerjasama dengan Nara Sumber Pemerhati Budidaya Perikanan Kabupaten Gresik (Bpk. Cahyo) dan Dinas Perikanan Propinsi Jawa Timur (Ir. M.Jupri). Sedangkan dari BP4K Kabupaten Gresik adalah Bpk. Suwono, S.Pi.

Kegiatan yang dilaksanakan di BP3K Kecamatan Driyorejo ini melibatkan 50 (lima puluh) orang petani se Kecamatan Driyorejo, baik dari Gapoktan maupun Poktan.

Budidaya Ikan Sidat sangatlah menjanjikan, karena dilihat dari segi harga, bukan main mahalnya yakni sekitar Rp.120.000,-/kg, disamping itu Ikan Sidat mengandung banyak kandungan yang dibutuhkan oleh manusia. Kandungan DHA untuk pertumbuhan otak, juga EPA, protein tinggi dan kualitas untuk export.
Kendala pemasaran mungkin menjadi hal yang perlu di pikirkan, yaitu masyarakat masih belum familiar sehingga jarang ada permintaan ikan sidat, sedangkan untuk export kurang bisa memenuhi permintaan karena stok Ikan Sidat dalam negeri terbatas.

bambang.puja@yahoo.co.id

Kamis, 10 April 2014

MONEV PUAP DI GAPOKTAN DRIYOREJO

Hari Rabu Tanggal 2 April 2014, Gapoktan PUAP Driyorejo kedatangan tamu dari Jakarta berkaitan dengan Monitoring dan Evaluasi (Monev PUAP). Pada Monev kali ini dihadiri oleh Tim PUAP dari Jakarta, Propinsi Jawa Timur, Dinas Pertanian, BP4K Kabupaten Gresik, Penyelia Mitra Tani (PMT) dan seluruh Penyuluh Pertanian maupun THL di wilayah Kecamatan Driyorejo.








Dalam kesempatan yang baik ini, Tim PUAP dari Jakarta maupun Prop. Jatim, mengecek data - data yang berkaitan dengan pencairan dana PUAP. mulai dari dana yang seratus juta sampai dengan perkembangannya sekarang,kemudian pembukuan, administrasi dan Neraca Keuangan Gapoktan, sampai juga pada letak titik koordinat Gapoktan Driyorejo.

Senin, 17 Februari 2014

KEUNGGULAN PUPUK ORGANIK DARIPADA PUPUK KIMIA


Ternyata masih banyak para petani yang belum paham tentang pupuk organik, ini terbukti masih banyak petani yang menanyakan tentang pupuk - pupuk organik tersebut kepada para Petugas Penyuluh Pertanian. Dalam kesempatan kali ini marikita ulas hanya tentang pupuk organik padat dan pupuk organik granule seperti yang biasa kita lihat dan kita beli di kios-kios pertanian. 
Sebenarnya jika kita ada kemauan untuk membuat pupuk organik tersedia bahan berlimpah disekitar kita. Tetapi pada umumnya petani enggan / malas membuat pupuk organik tersebut dan lebih suka membeli pupuk organik buatan pabrik. alasannya lebih praktis. Ya itulah sifat dasar orang Indonesia yang terkadang kurang bangga dan yakin dengan buatan sendiri. Mereka lebih suka membeli pupuk organik granule buatan pabrik atau perusahaan tertentu.
Penyuluh Pertanian selalu mendorong para petani untuk membuat pupuk organik sendiri saja dari bahan-bahan seadanya disekitar kita.  Yang penting intinya bahan-bahan organik tersebut (sampah organik, sisa buah-bahan, sisa dedaunan, jerami, limbah ikan, kotoran ayam, kotoran sapi, kotoran kambing dll)  kita fermentasi dan setelah jadi kompos baru kita gunakan ke lahan.


Padahal tidak semua pupuk organik granule kualitasnya lebih baik dari buatan kita sendiri. Karena petugas pernah menjumpai pupuk organik granule dari perusahaan yang isinya bahan organik + tanah liat yang di granule kan. Dan setelah  diaplikasikan ke tanaman cabe justru tanamannya yang menjadi layu karena belum terdekomposisikan dengan sempurna. Yang lebih mengerikan lagi pupuk organik tersebut masih dicampur dengan sampah kaca dan kerikil.

13 Kelebihan pupuk organik dibanding pupuk kimia antara lain :
  1. Pupuk organik harganya murah dan mudah dibuat sendiri.
  2. Pupuk organik mengandung unsur mikro yang lebih lengkap dibanding pupuk anorganik.
  3. Pupuk organik akan memberikan kehidupan mikroorganisme tanah yang selama ini menjadi sahabat petani dengan lebih baik.
  4. Pupuk organik mampu berperan memobilisasi atau menjembatani hara yang sudah ada ditanah sehingga mampu membentuk partikel ion yang mudah diserap oleh akar tanaman.
  5. Pupuk organik berperan dalam pelepasan hara tanah secara perlahan dan kontinu sehingga dapat membantu dan mencegah terjadinya ledakan suplai hara yang dapat membuat tanaman menjadi keracunan.
  6. Pupuk organik membantu menjaga kelembaban tanah dan mengurangi tekanan atau tegangan struktur tanah pada akar-akar tanaman
  7. Pupuk organik dapat meningkatkan struktur tanah dalam arti komposisi partikel yang berada dalam tanah lebih stabil dan cenderung meningkat karena struktur tanah sangat berperan dalam pergerakan air dan partikel udara dalam tanah, aktifitas mikroorganisme menguntungkan, pertumbuhan akar, dan kecambah biji.
  8. Pupuk organik sangat membantu mencegah terjadinya erosi lapisan atas tanah yang merupakan lapisan mengandung banyak hara.
  9. Pemakaian pupuk organik juga berperan penting dalam merawat/menjaga tingkat kesuburan tanah yang sudah dalam keadaaan berlebihan pemupukan dengan pupuk anorganik/kimia dalam tanah.
  10. Pupuk organik berperan positif dalam menjaga kehilangan secara luas hara Nitrogen dan Fosfor terlarut dalam tanah
  11. Keberadaan pupuk organik yang tersedia secara melimpah dan mudah didapatkan.
  12. Kualitas tanaman yang menggunakan pupuk organik akan lebih bagus jika dibanding dengan pupuk kimia sehingga tanaman tidak mudah terserang penyakit dan tanaman lebih sehat.
  13. Untuk kesehatan manusia tanaman yang menggunakan pupuk organik lebih menyehatkan karena kandungan nutrisinya lebih lengkap dan lebih banyak.
Setelah kita mengetahui 13 kelebihan penggunaaan pupuk organik tersebut akankah kita masih membabi buta dan selalu mengandalkan pupuk kimia untuk tanaman kita ?
Perlu kita renungkan kembali.....!!!!

Minggu, 26 Januari 2014

GERAKAN MASSAL VAKSIN ND AYAM BURAS

Vaksinasi ND pada ayam buras di Kecamatan Driyorejo dilaksanakan di desa Wedoroanom pada tanggal 15 s/d 16 Januari 2014. Kegiatan yang melibatkan Kelompok Tani dan Wanita Tani di desa Wedoroanom ini berlangsung selama 2 (dua) hari. Antusiasme kelompok cukup tinggi terbukti dengan disiapkannya ayam, baik induk ataupun anakan oleh kelompok sehari sebelum dilaksanakan vaksinasi.



Kegiatan vaksinasi ini diikuti oleh Kepala UPT BP3K Driyorejo dan Penyuluh Pertanian se Kec. Driyorejo.





Minggu, 22 Desember 2013

Antisipasi Perubahan Iklim Pengaturan Air Pada Tanaman Padi


Dampak perubahan iklim adalah kondisi kerugian dan keuntungan, baik secara fisik, produk, maupun secara sosial dan ekonomi yang disebabkan oleh cekaman perubahan iklim. Sektor pertanian, terutama subsektor tanaman pangan, paling rentan (mempunyai tingkat kerentanan paling tinggi) terhadap perubahan iklim karena tanaman pangan umumnya merupakan tanaman semusim yang relatif sensitif terhadap cekaman (kelebihan dan kekurangan) air, meningkatnya frekuensi cuaca ekstrim, dan curah hujan yang lebat dan menyebabkan banjir, adalah hanya sebagian contoh kecil dari akibat perubahan iklim.


Kerentanan terhadap perubahan iklim adalah sebuah kondisi yang mengurangi kemampuan manusia untuk menyiapkan diri, atau menghadapi kerawanan ataupun bencana. Secara umum, perubahan iklim yang ekstrim menyebabkan: (a) Kerusakan sumberdaya lahan pertanian, (b) Peningkatan frekuensi, luas, dan bobot/intensitas kekeringan dan banjir, (c) Peningkatan intensitas gangguan organisme pengganggu tanaman (OPT) dan (d) Kegagalan panen dan tanaman, penurunan Indeks Pertanaman, penurunan produktivitas, kualitas dan produksi.

Dengan adanya perubahan tahun-tahun ini mengakibatkan dampak pada lahan pertanian khususnya dalam pengaturan air untuk tanaman padi semangkin kurang baik kadang kekurangan dan kelebihan air tidak begitu stabilnya untuk perairan tanaman padi sehingga hal ini dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan dan perkembangan tanaman padi untuk masa vegetatif dan generatif.


Tanaman padi akan lebih baik tumbuhnya dan meningkatnya produksi padi adalah diperlukan air yang cukup atau tidak berlebihan, dalam menghadapi perubahan iklim yang begitu berubah-berubah maka disarankan para penyuluh pertanian dan petani di lapangan yang agar lebih memperhatikan untuk mengatur jalannya air yang lebih baik agar tidak terhadap dalam membudidayakan tanaman padi. Adapun langkah-langkah yang dilakukan hal sebagai berikut ; Prinsip-prinsip Pengelolaan Irigasi ada dua prinsip utama

(a) Pekalen Regeling: sistem pengelolaan yang didasarkan pada pola tanam (cultuur plan) yang ditetapkan sebelumnya. Pengelolaan air irigasi diperlukan untuk mendukung terlaksananya pola tanam yang dikehendaki, suatu prinsip klasik tentang azas. (a) Pekalen Regeling: sistem pengelolaan yang didasarkan pada pola tanam (cultuur plan) yang ditetapkan sebelumnya. Air irigasi diperlukan untuk mendukung terlaksananya pola tanam yang dikehendaki, suatu prinsip klasik tentang azas kegunaan, (b) Pategoean Regeling: mengadopsi prinsip pengelolaan air pada daerah irigasi yang dibangun masyarakat sendiri yaitu alokasi air berdasarkan kesamaan kesempatan, sedangkan pola tanam diserahkan sendiri pada masyarakat. Pada masa penjajahan untuk kepentingan kolonial maka dipilih yang pertama dengan turunannya sistem Golongan, sistem Pasten dll.

Sejak Pelita I: komitmen rehabilitasi dan perluasan irigas dipacu oleh kepentingan mencapai swasembada beras, dengan bantuan kredit lunak dari IDA (International Development Agency). Pada kurun waktu 1969-1984: Areal Irigasi seluas 3,4 juta hektar dalam kondisi rusak menjadi 5,0 juta hektar kondisi baik. Intensitas Pertanaman meningkat dari 100% menjadi 145%. produktivitas naik lebih dari 2 kali lipat (2 ton GKG/ha - 4,3 ton GKG/ha). Swasembada beras dicapai tahun 1984 - 1993, dan kembali swasembada beras tahun 2004 sampai sekarang. Swasembada beras tersebut dapat dicapai dengan pengelolaan irigasi yang baik dan teknik budidaya tanaman padi yang diterapkan petani sesuai anjuran serta dukungan dari berbagai pihak yang terkait.

Penggunaan air irigasi dapat dilakukan secara efesien dan efektif sesuai dengan volume air yang ada dapat dilakukan antara lain ; a) pemeliharaan bendungan, saluran primer, sekunder dan tertier, dengan pemeliharaan bendungan dan saluran tersebut maka air yang ada benar-benar dapat dialirkan ke persawahan para petani yang menanam padi, b) pemasukan air ke sawah sesuai kebutuhan, air yang dialirkan ke persawahan para petani harus disesuaikan debitnya sesuai kebutuhan padi yang sedang ditanam, pada saat air dibutuhkan padi misalnya pada persemaian dan pertumbuhan, sedangkan pada saat musim hujan dan pengeringan butir malai maka debit air yang dimasukkan ke sawah dikurangi/dibatasi, c) pengolahan tanah, pada saat pengolahan tanah ada masa pelapukan/pengeringan tanah maka saat itu pemasukan air ke sawah diberhentikan sehingga air dapat digunakan ke lahan sawah lainnya yang dibutuhkan petani.

Pada prinsipnya para petani padi di lapangan disarankan dalam pengelolaan air yang berhubungan dengan perubahan iklim harus melakukan langkah-langkah sebagai berikut ; a) bila iklim terjadi ekstrim kering maka usahakan menggunakan air irigasi sehemat mungkin yaitu pada saat vegetatif pertumbuhan padi air disalurkan secara teratur sehingga air tidak terbuang percuma,b) bila iklim terjadi ekstrim basah yaitu hujan berkepanjangan maka saluran air dalam petakan sawah harus di kontrol setiap saat supaya air jangan berlebihan di dalam petakan sawah yang dapat meningkatkan serangan hama penyakit yang terjadi. Dalam hal ini para petani di lapangan harus lebih berhati-hati dan lebih bekerja keras dengan terjadinya perubahan iklim.

sumber : Cyb-Ex Kementan

Kamis, 07 November 2013

SAMBUNG RASA DI KARANGANDONG

Acara Sambung Rasa Gapoktan oleh Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian (BP4K) Kabupaten Gresik di Kecamatan Driyorejo di laksanakan di Balai Desa Karangandong. Sebanyak 600 undangan hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari Gapoktan, Poktan, Kepala UPT-BP3K, Penyuluh Pertanian, Penyuluh Swadaya di Wilayah eks Pembantu Bupati Driyorejo *Kec. Driyorejo, Menganti, Kedamean dan Wringinanom) maupun Pihak Terkait seperti Muspika, Kepala Desa, dan lain - lain.


Acara Sambung Rasa ini dilaksanakan pada hari Kamis, Tanggal 24 Oktober 2013 dengan Tema : Sambung Rasa Wahana Membantu Pemecahan Masalah dan Mengikhtiarkan Kemudahan bagi Pelaku Utama dan Pelaku Usaha di Bidang Agribisnis. Acara yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada para petani ini berlangsung meriah dan mengena di hati para peserta. Disamping ada undian berupa 2 ekor kambing serta barang - barang elektronik, bapak Bupati Gresik juga memberikan bantuan kepada para warga miskin.

Tak kalah meriahnya, acara ini juga menampilkan grup Orkes yang ada di desa Karangandong dengan artis - artisnya, serta di dokumentasi dan ditayangkan di Stasiun Televisi JTV Jawa Timur.

Rabu, 25 September 2013

BUDIDAYA TANAMAN PISANG

SERI KEDUA

Pemeliharaan Tanaman
1.     Penjarangan : Untuk mendapatkan hasil yg baik, satu rumpun harus terdiri atas 3-4 batang. Pemotongan anak dilakukan sedemikian rupa sehingga dlm satu rumpun terdapat anakan yg masing-masing berbeda umur (fase pertumbuhan). Setelah 5 tahun rumpun dibongkar untuk diganti dengan tanaman yg baru.
2.     Penyiangan : Rumput/gulma di sekitar pohon induk harus disiangi agar pertumbuhan anak & juga induk baik. Penyiangan dilakukan bersamaan dengan penggemburan & penimbunan dapuran oleh tanah agar perakaran & tunas bertambah banyak. Perlu diperhatikan bahwa perakaran pisang hanya rata-rata 15 cm di bawah permukaan tanah, sehingga penyiangan jangan dilakukan terlalu dalam.
3.     Perempalan : Daun-daun yg mulai mengering dipangkas agar kebersihan tanaman & sanitasi lingkungan terjaga. Pembuangan daun-daun ini dilakukan setiap waktu.
4.     Pemupukan : Pisang sangat memerlukan kalium dlm jumlah besar. Untuk satu hektar, pisang memerlukan 207 kg urea, 138 kg super fosfat, 608 kg KCl & 200 kg batu kapur sebagai sumber kalsium. Pupuk N diberikan dua kali dlm satu tahun yg diletakkan di dlm larikan yg mengitari rumpun tanaman. Setelah itu larikan ditutup kembali dengan tanah. Pemupukan fosfat & kalium dilaksanakan 6 bulan setelah tanam (dua kali dlm setahun).

5.     Pengairan & Penyiraman : Pisang akan tumbuh subur & berproduksi dengan baik selama pengairannya terjaga. Tanaman diairi dengan cara disiram atau mengisi parit-parit/saluran air yg berada di antara barisan tanaman pisang.
6.     Pemberian Mulsa : Tanah di sekitar rumpun pisang diberi mulsa berupa daun kering ataupun basah. Mulsa berguna untuk mengurangi penguapan air tanah & menekan gulma, tetapi pemulsaan yg terus menerus menyebabkan perakaran menjadi dangkal sehingga pada waktu kemarau tanaman merana. Karena itu mulsa tidak boleh dipasang terus menerus.
7.      Pemeliharaan Buah : Jantung pisang yg telah berjarak 25 cm dari sisir buah terakhir harus dipotong agar pertumbuhan buah tidak terhambat. Setelah sisir pisang mengembang sempurna, tandan pisang dibungkus dengan kantung plastik bening. Kantung plastik polietilen dengan ketebalan 0,5 mm diberi lubang dengan diameter 1,25 cm. Jarak tiap lubang 7,5 cm. Ukuran kantung plastik adalah sedemikian rupa sehingga menutupi 15-45 cm di atas pangkal sisir teratas & 25 cm di bawah ujung buah dari sisir terbawah.


Hama
1.     Ulat daun (Erienota thrax.)
o    Bagian yg diserang adalah daun.
o    Gejala: daun menggulung seperti selubung & sobek hingga tulang daun.
o    Pengendalian: dengan menggunakan insektisida yg cocok belum ada, dapat dicoba dengan insektisida Malathion.
2.     Uret kumbang (Cosmopolites sordidus)
o    Bagian yg diserang adalah kelopak daun, batang.
o    Gejala: lorong-lorong ke atas/bawah dlm kelopak daun, batang pisang penuh lorong.
o    Pengendalian: sanitasi rumpun pisang, bersihkan rumpun dari sisa batang pisang, gunakan bibit yg telah disucihamakan.
3.     Nematoda (Rotulenchus similis, Radopholus similis).
o    Bagian yg diserang adalah akar.
o    Gejala: tanaman kelihatan merana, terbentuk rongga atau bintik kecil di dlm akar, akar bengkak.
o    Pengendalian: gunakan bibit yg telah disucihamakan, tingkatkan humus tanah & gunakan lahan dengan kadar lempung kecil.
4.     Ulat bunga & buah (Nacoleila octasema.)
o    Bagian yg diserang adalah bunga & buah.
o    Gejala: pertumbuhan buah abnormal, kulit buah berkudis. Adanya ulat sedikitnya 70 ekor di tandan pisang.
o    Pengendalian: dengan menggunakan insektisida.
Penyakit
1.     Penyakit darah
o    Penyebab: Xanthomonas celebensis (bakteri). Bagian yg diserang adalah jaringan tanaman bagian dalam.
o    Gejala: jaringan menjadi kemerah-merahan seperti berdarah.
o    Pengendalian: dengan membongkar & membakar tanaman yg sakit.
2.     Panama
o    Penyebab: jamur Fusarium oxysporum. Bagian yg diserang adalah daun.
o    Gejala: daun layu & putus, mula-mula daun luar lalu daun di bagian dalam, pelepah daun membelah membujur, keluarnya pembuluh getah berwarna hitam.
o    Pengendalian: membongkar & membakar tanaman yg sakit.
3.     Bintik daun
o    Penyebab: jamur Cercospora musae. Bagian yg diserang adalah daun dengan gejala bintik sawo matang yg makin meluas.
o    Pengendalian: dengan menggunakan fungisida yg mengandung Copper oksida atau Bubur Bordeaux (BB).
4.     Layu
o    Penyebab: bakteri Bacillus . Bagian yg diserang adalah akar.
o    Gejala: tanaman layu & mati.
o    Pengendalian: membongkar & membakar tanaman yg sakit.
5.     Daun pucuk
o    Penyebab: virus dengan perantara kutu daun Pentalonia nigronervosa. Bagian yg diserang adalah daun pucuk.
o    Gejala: daun pucuk tumbuh tegak lurus secara berkelompok.
o    Pengendalian: cara membongkar & membakar tanaman yg sakit.
Gulma
Tidak lama setelah tanam & setelah kanopi dewasa terbentuk, gulma akan menjadi persoalan yg harus segera diatasi. Penanggulangan dilakukan dengan:
1.     Penggunaan herbisida seperti Paraquat, Gesapax 80 Wp, Roundup & dalapon.
2.     Menanam tanaman penutup tanah yg dapat menahan erosi, tahan naungan, tidak mudah diserang hama-penyakit, tidak memanjat batang pisang. Misalnya Geophila repens.
3.     Menutup tanah dengan plastik polietilen.

1. Ciri & Umur Panen
Pada umur 1 tahun rata-rata pisang sudah berbuah. Saat panen ditentukan oleh umur buah & bentuk buah. Ciri khas panen adalah mengeringnya daun bendera. Buah yg cukup umur untuk dipanen berumur 80-100 hari dengan siku-siku buah yg masih jelas sampai hampir bulat. Penentuan umur panen harus didasarkan pada jumlah waktu yg diperlukan untuk pengangkutan buah ke daerah penjualan sehingga buah tidak terlalu matang saat sampai di tangan konsumen. Sedikitnya buah pisang masih tahan disimpan 10 hari setelah diterima konsumen.
2. Cara Panen
Dalam budidaya buah pisang dipanen bersama-sama dengan tandannya. Panjang tandan yg diambil adalah 30 cm dari pangkal sisir paling atas. Gunakan pisau yg tajam & bersih waktu memotong tandan. Tandan pisang disimpan dlm posisi terbalik supaya getah dari bekas potongan menetes ke bawah tanpa mengotori buah. Dengan posisi ini buah pisang terhindar dari luka yg dapat diakibatkan oleh pergesekan buah dengan tanah. Setelah itu batang pisang dipotong hingga umbi batangnya dihilangkan sama sekali. Jika tersedia tenaga kerja, batang pisang bisa saja dipotong sampai setinggi 1 m dari permukaan tanah. Penyisaan batang dimaksudkan untuk memacu pertumbuhan tunas.
3. Periode Panen
Pada perkebunan pisang yg cukup luas, panen dapat dilakukan 3-10 hari sekali tergantung pengaturan jumlah tanaman produktif.
4. Perkiraan Produksi
Belum ada standard produksi pisang di Indonesia, di sentra pisang dunia produksi 28 ton/ha/tahun hanya ekonomis untuk perkebunan skala rumah tangga. Untuk perkebunan kecil (10-30 ha) & perkebunan besar (> 30 ha), produksi yg ekonomis harus mencapai sedikitnya 46 ton/ha/tahun.
Secara konvensional tandan pisang ditutupi dengan daun pisang kering untuk mengurangi penguapan & diangkut ke tempat pemasaran dengan menggunakan kendaraan terbuka/tertutup. Untuk pengiriman ke luar negeri, sisir pisang dilepaskan dari tandannya kemudian dipilah-pilah berdasarkan ukurannya. Pengepakan dilakukan dengan menggunakan wadah karton. Sisir buah pisang dimasukkan ke dos dengan posisi terbalik dlm beberapa lapisan. Sebaiknya luka potongan di ujung sisir buah pisang disucihamakan untuk menghindari pembusukan.