Rabu, 27 April 2022

PROGRAM MAKMUR DI RANDEGANSARI

Dinas Pertanian Kabupaten Gresik bekerjasama dengan Petrokimia Gresik, BNI 46, Jasindo, Kelompok Tani Randegan dan Klitih Desa Randegansari Kecamatan Driyorejo mengadakan kerjasama yang bertajuk PROGRAM MAKMUR. Dalam hal ini PT. Petrokimia Gresik menyediakan pupuk serta Pestisida, sedangkan BNI menyediakan modal dan Jasindo mengkaver apabila terjadi gagal panen.





Ada sekitar 13 orang petani yang ikut dalam Program Makmur ini. Dan ngubin serta panen sudah dilaksanakan bersama dengan Tim dari Petrokimia Gresik. Hasil Ubinan adalah 6 kg, berarti hasil per hektar diperkirakan sekitar 9,6 ton dengan menggunakan Varietas Padi Pajajaran. Dengan melihat hasil yang seperti itu berarti program Makmur ini cukup berhasil membantu petani di Randegansari terbukti dengan hasil panen yang optimal.


Semoga Program Makmur ini bisa ditindak lanjuti dan diikuti oleh kelompok tani kelompok tani yang lain.

Kamis, 17 Maret 2022

ASOSIASI TANAMAN HIAS GRESIK EKSPORT KE AMERIKA

Acara Sharing Session keluarga besar Alumni Universitas Jember (KAUJE) bersama Dinas Pertanian Kabupaten Gresik. Hadir dalam acara Session yaitu Anggota DPR RI, Wakil Ketua DPRD Gresik, dll. acara ini untuk menambah sinergitas kebijakan Pemerintah terhadap peluang Exsport tanaman hias di Kabupaten Gresik khususnya di Asosiasi Tanaman Hias Kab. Gresik.

Alumni Universitas Jember (Kauje) berkunjung bersama -sama Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik berserta DPR RI Dapil XI sebagai Narasumber, dalam rangka menggali potensi yang ada di Wilayah Gresik, khususnya AsosiasiTanaman Hias yang ada di wilayah Gresik selatan yaitu Kecamatan Driyorejo, Wringinanom dan Kedamean.

Kunjungan tersebut dinilai sangat membantu bagi perkembangan serta peluang dalam memajukan Budi Daya Petani Tanaman Hias yang ada di Wilayah Kabupaten Gresik, yang sudah terbentuk Asosiasi Tanaman Hias skala penjualan Exsport.




Kunjungan yang dihadiri Bpk. M. Sarmuji, SE,MSi, dari  Anggota Dewan DPR RI Komisi XI juga Budi Hanoto, SE., MBA., selaku Kepala Kanwil BI Jatim, Muhammad Ridho selaku Exsportir Tanaman Hias, Mulyanto Ketua OJK, Suwardi Sitio dari BNI Gresik, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Ir. Eko Anindito Putro, bersama-sama Koordinator PPL 3 Kecamatan juga beserta PPL juga ikut hadir dalam kunjungan tersebut.





Adanya kunjungan ini secara tidak langsung bisa menambah semangat serta bisa memajukan penjualan yang sangat baik di tingkat Exsport. Dukungan serta bimbingan untuk Asosiasi yang sudah berdiri menaungi dari tiga Kecamatan tersebut sangat dibutuhkan, sebab Asosiasi Tanaman Hias dinilai sangat berpotensi sehingga diharapkan mampu berkembang menjadi lebih baik dan maju. Serta dapat membantu dari segi penjualan di skala Internasional dikarenakan adanya Asosiasi Budi Tanaman Hias dengan jumlah Petani Tanaman Hias yang sudah mencapai dua ribu Petani Tanaman Hias mengharapkan adanya bimbingan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik.

Sentra tanaman hias ini terbentang di tiga kecamatan dengan luasan sekitar 7 km, di sepanjang jalan dari arah karangandong sampai wringinanom.


bbp/2022

Kamis, 24 Februari 2022

UJI TANAH DI POKTAN GUWO SUMPUT OLEH PETROKIMIA GRESIK

Pada Hari Kamis, 17 Pebruari 2022, diadakan Uji Tanah di Wilayah Poktan Guwo Desa Sumput Kecamatan Driyorejo. Hadir dalam Kegiatan ini adalah Koordinator PPL Kec. Driyorejo, Kepala Desa Sumput, Tim Petrokimia Gresik, K3PG Gresik, POPT Kec. Driyorejo, PPL se Kec. Driyorejo, Ketua Gapoktan Sumput, Ketua Poktan Guwo beserta anggota dan perwakilan dari Gapoktan Cangkir dan Tenaru.





Dari hasil dari Uji Tanah ini diambil kesimpulan bahwa tanah / lahan di wilayah Poktan Guwo perlu diberikan pemupukan organik agar unsur hara tanah dapat terserap dengan maksimal oleh tanaman yang dibudidayakan oleh petani, utamanya padi dan Jagung serta tanaman lainnya.


Kamis, 27 Januari 2022

LIGHT TRAP INSECT (LTI) DI NGASIN BALONG PANGGANG

Desa Ngasin Kecamatan Balongpanggang, memasang ratusan lampu cerdas  hama serangga atau smart light trap insect Untuk membasmi serangga di lahan persawahan. lampu cerdas perangkap hama serangga (LTI) ini diinisiasi oleh penyuluh pertanian dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) serta Kepala Desa Ngasin Kecamatan Balongpanggang Gresik. Anggaran pengadaan LTI ini diambilkan dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat. Sebesar Rp.15 juta.



LTI ini nantinya akan dipasang di lokasi lahan persawahan di Desa Ngasin Kecamatan Balongpanggang Gresik dan anggaran 15 juta tersebut diambilkan dari dana BUMDes dan Gapoktan Balongpanggang dengan jumlah lampu cerdas perangkap hama serangga sebanyak 200 unit. manfaat lampu cerdas ini untuk menjebak serangga yang masuk kategori hama bagi para petani seperti kupu – kupu, belalang, wereng, hama penggerek batang dan lain sebagainya. Untuk menarik hama serangga tersebut nantinya lampu ada yang berwarna mulai warna ungu, kuning, biru dan putih, tergantung jenis hama serangganya. ini dikarenakan hama serangga menyukai warna – warna lampu tersebut.








ke depan diharapkan LTI ini akan dilakukan pemasangan  di seluruh lahan persawahan Kabupaten Gresik, pastinya akan bekerjasama dengan PENS dari UNESA Surabaya.

Kepala Desa Ngasin Kecamatan Balongpanggang Gresik, Samsul Anwar mengatakan, memang ini dana dari BUMDes dan Gapoktan sebesar Rp.15 juta dengan 200 unit lampu. Sedangkan untuk luas persawahan di Desa Ngasin Balongpanggang Gresik yang dipasangi memiliki luas 590 hektar. Nantinya lampu cerdas perangkap hama serangga ini akan di pasang di setiap sawah yang ada di desa Balongpanggang ini.

Secara teknis, dipaparkan Samsul, di bagian bawah lampu tersebut disediakan wadah seperti bak yang berisi air sabun. Fungsinya untuk menampung hama yang sudah terperangkap.

Kepala Desa Ngasin berharap dengan adanya lampu cerdas perangkap hama serangga ini bisa membantu masyarakat khususnya petani untuk menjaga tanamannya agar terhindar dari serangan hama khususnya Serangga dan nantinya bisa diketahui berapa populasi Hama Serangga di lahan persawahan tersebut.

Selasa, 28 Desember 2021

LAUNCHING PRODUK UNGGULAN DESA BERDAYA SAYUR HIDROPONIK DI KRIKILAN

Hadir dalam Launching Produk Unggulan Desa Berdaya Sayur Hidroponik Desa Krikilan Kec. Driyorejo, Bpk. Camat Driyorejo Narto, ST, Kades Krikilan Judi Wicaksono, SE, Koordinator PPL Kec. Driyorejo Bambang Pujaratna, SP, Babinsa Desa Krikilan, BPD, Sekdes beserta seluruh petani Sayur Hidroponik Desa Krikilan.

Bapak Camat dalam sambutannya menyampaikan agar Desa Hidroponik ini bisa menjadi Icon Desa Krikilan dan harus dibina dan dikembangkan agar lebih maju dalam budidaya maupun pengelolaannya, agar pemasarannya nanti juga bisa menguntungkan petani hidroponik dan mampu menambah income bagi petani hidroponik desa Krikilan.









Terima kasih.


Jumat, 26 November 2021

AGRO EXPO HARI TANI DI ICON MALL GRESIK

Dinas Pertanian Kabupaten Gresik dalam rangka Hari Tani Tahun 2021, mengadakan kegiatan Pameran Produk pertanian yang ada di wilayah Kabupaten Gresik. Perwakilan dari masing masing Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan, menghadirkan produk produk unggulannya, termasuk juga Tanaman Hias yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.


Sebagai tindak lanjut rangkaian kegiatan Pameran Produk Hasil Pertanian dalam memperingati Hari Tani  yang dibuka Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani, di Icon Mall Gresik pada 1 Oktober 2021 lalu.

Gayung bersambut, Bea Cukai Gresik, Export Center Surabaya, dan Diskoperindag Kabupaten Gresik hadir sebagai narasumber pada Sabtu, 02 Oktober 2021.






Selain itu juga terdapat perwakilan dari Bank BNI 46 Gresik yang juga menyempatkan hadir untuk memberikan dukungan penuh. Acara ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Pertanian Siti Umi Saefiah, yang juga selaku moderator.

Diskusi interaktif ini diikuti oleh pelaku petani tanaman hias, petani sayur dan buah, penjual bibit, pelaku usaha produk peternakan, dan lain-lain.

Para peserta pelaku usaha selama ini melakukan perdagangan ke luar negeri dengan melakukan kerja sama dengan pihak lain di luar daerah, mereka mengaku kesulitan untuk mencari pasar dan persyaratan legalitas yang dibutuhkan untuk bertransaksi ke luar negeri atau ekspor.

Fernanda Reza Muhammad, narasumber dari Export Center Surabaya memberikan saran kepada pelaku usaha untuk bisa melakukan branding terhadap produknya supaya bisa laku di pasar ekspor.

Dia mengatakan, penjualan produk pertanian yang masih berupa bahan baku akan sulit untuk dijual meskipun kalau bisa dijual keuntungan yang diperoleh rendah, berbeda dengan yang sudah diolah karena ada nilai tambahnya sehingga mampu bersaing.

Narasumber dari Bank BNI Gresik yang pada kesempatan kali ini diwakili oleh Arif memberikan beberapa informasi seputar program-program dari Bank BNI Gresik pada sektor pertanian, salah satunya KUR untuk memberikan bantuan kebutuhan modal bagi para petani dan UMKM.

Sunik, narasumber dari Diskoperindag Gresik juga berharap kepada pelaku usaha selalu berkomitmen dalam melakukan ekspor dan tidak hanya sebuah gebrakan sesaat. "Melalui target yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Diskoperindag mendukung program 500 ribu UMKM Bisa Ekspor”" katanya.

Dia menambahkan bahwa, tahapan yang sangat penting dalam melakukan ekspor adalah melakukan standardisasi produk dan legalitas yang dimiliki oleh pelaku usaha.

Hal ini juga diamini oleh Eko Rudi narasumber dari Bea Cukai. Menurit dia, selain melakukan branding produk dan standardisasi produk, yang tidak kalah penting adalah legalitas serta dokumen pendukung untuk melakukan ekspor.

Dia menjelaskan cara-cara melakukan ekspor. Disebutkan ada dua prosedur utama untuk melakukan ekspor, yaitu penerbitan NIB Ekspor dan Asistensi permohonan Modul Ekspor dari Bea Cukai. "Dari pihak Bea Cukai akan memberikan pelatihan tata cara ekspor dan mengisi modul ekspor secara gratis. Khusus untuk sektor pertanian, sebelum melakukan ekspor harus ada izin dari Balai Karantina Pertanian," tambah dia.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga membimbing para pelaku usaha sebagai eksportir secara mandiri. Sehingga keuntungan yang akan diperoleh menjadi maksimal, serta manfaat lainnya adalah perolehan restitusi pajak bagi pelaku usaha, dan insentif bagi daerah yang paling banyak melakukan ekspor.

Untuk itu, dia berharap semua pemangku kepentingan dan pelaku usaha yang ada di Kabupaten Gresik dapat bekerja sama dan bergotong royong meningkatkan ekspor.

Dari serangkaian kegiatan diskusi ini, diharapkan dapat memberikan motivasi kepada pelaku usaha khususnya sektor pertanian untuk lebih bergairah dalam melakukan ekspor, sehingga mampu membangun kembali perekonomian daerah maupun nasional.

Ketua Asosisasi Tanaman Hias, Glen Hayat juga berharap setelah acara sosialisasi dan diskusi interaktif ini, semua Pelaku UMKM Komoditas Pertanian Gresik, khususnya pelaku UMKM Tanaman Hias Gresik berani untuk ekspor mandiri tanpa harus melalui pihak ketiga. Terlebih lagi para pelaku UMKM tersebut telah mengantongi beberapa data buyer luar negeri dan asistensi oleh Sinergi Klinik Ekspor Bea Cukai dan Diskoperindag Gresik, dan dalam waktu dekat beberapa peserta diskusi siap melakukan ekspor perdana.

Harapan para pelaku usaha di bidang pertanian ini direspon positif oleh Bapak Bupati Gresik dan Juga Dinas Pertanian Kab. Gresik, sehingga diharapkan nantinya akan berakibat pada peningkatan taraf hidup bagi pelaku usaha di bidang pertanian di Kabupaten Gresik.

Kamis, 28 Oktober 2021

ASOSIASI TAN. HIAS GRESIK SIAP EKSPOR KE MANCA NEGARA

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani beberapa waktu yang lalu telah melaunching sentra tanaman hias di Gresik selatan. Kini beberapa pelaku usaha yang ada di wilayah sentra tanaman hias tersebut akan memulai langkah besar dengan mempersiapkan memasuki dunia ekspor. Untuk persiapan kearah sana, Asosiasi Tanaman Hias Gresik pada Rabu, mengundang Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Koorinator PPL dari 3 Kecamatan (Driyorejo, Wringinanom dan Kedamean), Diskoperindag, DPMPTSP dan Bea Cukai Gresik untuk berdiskusi.


Rupanya Animo para petani tanaman hias dari desa Karangandong Kec Driyorejo, desa Banyuurip, Manunggal Kec Kedamean, desa Sooko, Kesamben Kulon dan Pedagangan Kec Wringin Anom Kab Gresik, yang sudah kebelet ekspor ini sangat tinggi. Dalam diskusi ini, para petani tampak sangat respek dengan tema diskusi peningkatan kualitas produksi tanaman hias. Para petani juga diajari dalam praktek eksportir yang disampaikan oleh para nara sumber. Glen Hayat Ketua Asosiasi Tanaman Hias Gresik mengaku, meskipun telah lama para petani tersebut dianggap sebagai petani dan pedagang tanaman hias jenis aglaonema, lidah mertua, bonsai, anggrek dan gelombang cinta. Namun untuk memenuhi kebutuhan tanaman dengan kualitas ekspor, mereka perlu diberi sentuhan khusus.

Dia menyampaikan terima kasih kepada Bupati, Kadis Pertanian, Kadiskoperindag dan Bea Cukai Gresik yang sudah memberikan arahan dan sosialisasi ekspor sehingga membangun mindset UMKM berwawasan ekspor mandiri, meskipun selama ini juga praktek ekspor melalui pihak ketiga. Glen Hayat berharap kepada bea cukai,dinas pertanian,assosiasi maupun para pihak terkait lainnya untuk bisa selalu aktif memfasilitasi dan mengasistensi setiap tahapan proses dalam kegiatan ekspor baik secara perseorangan maupun badan usaha untuk meningkatkan kesejahtreraan para petani & pedagang tanaman hias di daerah Karangandong dan sekitarnya. Beberapa materi disampaikan oleh Tim Klinik Ekspor Bea Cukai Gresik tentang asistensi praktek masuk OSS sampai terbit NIB Ekspor.

Disamping itu, asistensi komunikasi dengan Karantina Pertanian penerbit ijin ekspor dan lain-lain, sehingga para UMKM diharapkan fokus untuk membuat tanaman hias yang berkualitas. Proses ekspornya akan dibantu oleh sinergitas Bea Cukai, Diskoperindag dan Dinas Pertanian Gresik.

Pemateri Eko Rudi ini berharap agar pedagang tanaman hias di Desa Karangandong berani ekspor mandiri melalui ekspor yang tercatat dalam PEB. Tidak hanya melalui barang titipan yang tidak dapat membuktikan bahwa tanaman hias yang dimiliki UMKM memiliki branding ekspor, hal tersebut sangat penting mengingat branding termasuk salah satu strategi dalam ekspansi pasar,

Sementara pemateri lain, Agus Prasetyo selaku fungsional pemeriksa menambahkan proses kepengurusan NIB ekspor untuk pengajuan modul PEB dapat dilakukan oleh setiap pelaku usaha baik perseorangan maupun badan usaha yang terpenting adalah para pelaku usaha bisa mengklasifikasikan legalitas usaha perseorangannnya ataupun badan usahanya serta skala usahanya apakah termasuk mikro,kecil dan / menengah sebelum masuk ke sistem OSS online.

Santy dari Komunitas Gading Emas Gresik yang sudah biasa memberikan pendampingan UMKM agar berani ekspor mandiri. Dia mengungkapkan potensi besar para pelaku UMKM tanaman hias ini lebih didomimasi oleh para pemuda yang memilki jiwa kritis dan adaptif ini sangat cocok dalam mengembangkan dan belajar dalam pengenalan kegiatan ekspor ke depan.