Hari Rabu Tanggal 2 April 2014, Gapoktan PUAP Driyorejo kedatangan tamu dari Jakarta berkaitan dengan Monitoring dan Evaluasi (Monev PUAP). Pada Monev kali ini dihadiri oleh Tim PUAP dari Jakarta, Propinsi Jawa Timur, Dinas Pertanian, BP4K Kabupaten Gresik, Penyelia Mitra Tani (PMT) dan seluruh Penyuluh Pertanian maupun THL di wilayah Kecamatan Driyorejo.
Dalam kesempatan yang baik ini, Tim PUAP dari Jakarta maupun Prop. Jatim, mengecek data - data yang berkaitan dengan pencairan dana PUAP. mulai dari dana yang seratus juta sampai dengan perkembangannya sekarang,kemudian pembukuan, administrasi dan Neraca Keuangan Gapoktan, sampai juga pada letak titik koordinat Gapoktan Driyorejo.
Kamis, 10 April 2014
Senin, 17 Februari 2014
KEUNGGULAN PUPUK ORGANIK DARIPADA PUPUK KIMIA
Ternyata masih banyak para petani yang belum paham tentang pupuk organik, ini terbukti masih banyak petani yang menanyakan tentang pupuk - pupuk organik tersebut kepada para Petugas Penyuluh Pertanian. Dalam kesempatan kali ini marikita ulas hanya tentang pupuk organik padat dan pupuk organik granule seperti yang biasa kita lihat dan kita beli di kios-kios pertanian.
Sebenarnya jika kita ada kemauan untuk membuat pupuk organik tersedia bahan berlimpah disekitar kita. Tetapi pada umumnya petani enggan / malas membuat pupuk organik tersebut dan lebih suka membeli pupuk organik buatan pabrik. alasannya lebih praktis. Ya itulah sifat dasar orang Indonesia yang terkadang kurang bangga dan yakin dengan buatan sendiri. Mereka lebih suka membeli pupuk organik granule buatan pabrik atau perusahaan tertentu.
Penyuluh Pertanian selalu mendorong para petani untuk membuat pupuk organik sendiri saja dari bahan-bahan seadanya disekitar kita. Yang penting intinya bahan-bahan organik tersebut (sampah organik, sisa buah-bahan, sisa dedaunan, jerami, limbah ikan, kotoran ayam, kotoran sapi, kotoran kambing dll) kita fermentasi dan setelah jadi kompos baru kita gunakan ke lahan.

Padahal tidak semua pupuk organik granule kualitasnya lebih baik dari buatan kita sendiri. Karena petugas pernah menjumpai pupuk organik granule dari perusahaan yang isinya bahan organik + tanah liat yang di granule kan. Dan setelah diaplikasikan ke tanaman cabe justru tanamannya yang menjadi layu karena belum terdekomposisikan dengan sempurna. Yang lebih mengerikan lagi pupuk organik tersebut masih dicampur dengan sampah kaca dan kerikil.


13 Kelebihan pupuk organik dibanding pupuk kimia antara lain :
- Pupuk organik harganya murah dan mudah dibuat sendiri.
- Pupuk organik mengandung unsur mikro yang lebih lengkap dibanding pupuk anorganik.
- Pupuk organik akan memberikan kehidupan mikroorganisme tanah yang selama ini menjadi sahabat petani dengan lebih baik.
- Pupuk organik mampu berperan memobilisasi atau menjembatani hara yang sudah ada ditanah sehingga mampu membentuk partikel ion yang mudah diserap oleh akar tanaman.
- Pupuk organik berperan dalam pelepasan hara tanah secara perlahan dan kontinu sehingga dapat membantu dan mencegah terjadinya ledakan suplai hara yang dapat membuat tanaman menjadi keracunan.
- Pupuk organik membantu menjaga kelembaban tanah dan mengurangi tekanan atau tegangan struktur tanah pada akar-akar tanaman
- Pupuk organik dapat meningkatkan struktur tanah dalam arti komposisi partikel yang berada dalam tanah lebih stabil dan cenderung meningkat karena struktur tanah sangat berperan dalam pergerakan air dan partikel udara dalam tanah, aktifitas mikroorganisme menguntungkan, pertumbuhan akar, dan kecambah biji.
- Pupuk organik sangat membantu mencegah terjadinya erosi lapisan atas tanah yang merupakan lapisan mengandung banyak hara.
- Pemakaian pupuk organik juga berperan penting dalam merawat/menjaga tingkat kesuburan tanah yang sudah dalam keadaaan berlebihan pemupukan dengan pupuk anorganik/kimia dalam tanah.
- Pupuk organik berperan positif dalam menjaga kehilangan secara luas hara Nitrogen dan Fosfor terlarut dalam tanah
- Keberadaan pupuk organik yang tersedia secara melimpah dan mudah didapatkan.
- Kualitas tanaman yang menggunakan pupuk organik akan lebih bagus jika dibanding dengan pupuk kimia sehingga tanaman tidak mudah terserang penyakit dan tanaman lebih sehat.
- Untuk kesehatan manusia tanaman yang menggunakan pupuk organik lebih menyehatkan karena kandungan nutrisinya lebih lengkap dan lebih banyak.
Setelah kita mengetahui 13 kelebihan penggunaaan pupuk organik tersebut akankah kita masih membabi buta dan selalu mengandalkan pupuk kimia untuk tanaman kita ?
Perlu kita renungkan kembali.....!!!!
Minggu, 26 Januari 2014
GERAKAN MASSAL VAKSIN ND AYAM BURAS
Vaksinasi ND pada ayam buras di Kecamatan Driyorejo dilaksanakan di desa Wedoroanom pada tanggal 15 s/d 16 Januari 2014. Kegiatan yang melibatkan Kelompok Tani dan Wanita Tani di desa Wedoroanom ini berlangsung selama 2 (dua) hari. Antusiasme kelompok cukup tinggi terbukti dengan disiapkannya ayam, baik induk ataupun anakan oleh kelompok sehari sebelum dilaksanakan vaksinasi.
Kegiatan vaksinasi ini diikuti oleh Kepala UPT BP3K Driyorejo dan Penyuluh Pertanian se Kec. Driyorejo.
Kegiatan vaksinasi ini diikuti oleh Kepala UPT BP3K Driyorejo dan Penyuluh Pertanian se Kec. Driyorejo.
Minggu, 22 Desember 2013
Antisipasi Perubahan Iklim Pengaturan Air Pada Tanaman Padi
Dampak perubahan iklim adalah kondisi kerugian dan keuntungan, baik secara fisik, produk, maupun secara sosial dan ekonomi yang disebabkan oleh cekaman perubahan iklim. Sektor pertanian, terutama subsektor tanaman pangan, paling rentan (mempunyai tingkat kerentanan paling tinggi) terhadap perubahan iklim karena tanaman pangan umumnya merupakan tanaman semusim yang relatif sensitif terhadap cekaman (kelebihan dan kekurangan) air, meningkatnya frekuensi cuaca ekstrim, dan curah hujan yang lebat dan menyebabkan banjir, adalah hanya sebagian contoh kecil dari akibat perubahan iklim.
Kerentanan terhadap perubahan iklim adalah sebuah kondisi yang mengurangi kemampuan manusia untuk menyiapkan diri, atau menghadapi kerawanan ataupun bencana. Secara umum, perubahan iklim yang ekstrim menyebabkan: (a) Kerusakan sumberdaya lahan pertanian, (b) Peningkatan frekuensi, luas, dan bobot/intensitas kekeringan dan banjir, (c) Peningkatan intensitas gangguan organisme pengganggu tanaman (OPT) dan (d) Kegagalan panen dan tanaman, penurunan Indeks Pertanaman, penurunan produktivitas, kualitas dan produksi.
Dengan adanya perubahan tahun-tahun ini mengakibatkan dampak pada lahan pertanian khususnya dalam pengaturan air untuk tanaman padi semangkin kurang baik kadang kekurangan dan kelebihan air tidak begitu stabilnya untuk perairan tanaman padi sehingga hal ini dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan dan perkembangan tanaman padi untuk masa vegetatif dan generatif.
Tanaman padi akan lebih baik tumbuhnya dan meningkatnya produksi padi adalah diperlukan air yang cukup atau tidak berlebihan, dalam menghadapi perubahan iklim yang begitu berubah-berubah maka disarankan para penyuluh pertanian dan petani di lapangan yang agar lebih memperhatikan untuk mengatur jalannya air yang lebih baik agar tidak terhadap dalam membudidayakan tanaman padi. Adapun langkah-langkah yang dilakukan hal sebagai berikut ; Prinsip-prinsip Pengelolaan Irigasi ada dua prinsip utama
(a) Pekalen Regeling: sistem pengelolaan yang didasarkan pada pola tanam (cultuur plan) yang ditetapkan sebelumnya. Pengelolaan air irigasi diperlukan untuk mendukung terlaksananya pola tanam yang dikehendaki, suatu prinsip klasik tentang azas. (a) Pekalen Regeling: sistem pengelolaan yang didasarkan pada pola tanam (cultuur plan) yang ditetapkan sebelumnya. Air irigasi diperlukan untuk mendukung terlaksananya pola tanam yang dikehendaki, suatu prinsip klasik tentang azas kegunaan, (b) Pategoean Regeling: mengadopsi prinsip pengelolaan air pada daerah irigasi yang dibangun masyarakat sendiri yaitu alokasi air berdasarkan kesamaan kesempatan, sedangkan pola tanam diserahkan sendiri pada masyarakat. Pada masa penjajahan untuk kepentingan kolonial maka dipilih yang pertama dengan turunannya sistem Golongan, sistem Pasten dll.
Sejak Pelita I: komitmen rehabilitasi dan perluasan irigas dipacu oleh kepentingan mencapai swasembada beras, dengan bantuan kredit lunak dari IDA (International Development Agency). Pada kurun waktu 1969-1984: Areal Irigasi seluas 3,4 juta hektar dalam kondisi rusak menjadi 5,0 juta hektar kondisi baik. Intensitas Pertanaman meningkat dari 100% menjadi 145%. produktivitas naik lebih dari 2 kali lipat (2 ton GKG/ha - 4,3 ton GKG/ha). Swasembada beras dicapai tahun 1984 - 1993, dan kembali swasembada beras tahun 2004 sampai sekarang. Swasembada beras tersebut dapat dicapai dengan pengelolaan irigasi yang baik dan teknik budidaya tanaman padi yang diterapkan petani sesuai anjuran serta dukungan dari berbagai pihak yang terkait.
Penggunaan air irigasi dapat dilakukan secara efesien dan efektif sesuai dengan volume air yang ada dapat dilakukan antara lain ; a) pemeliharaan bendungan, saluran primer, sekunder dan tertier, dengan pemeliharaan bendungan dan saluran tersebut maka air yang ada benar-benar dapat dialirkan ke persawahan para petani yang menanam padi, b) pemasukan air ke sawah sesuai kebutuhan, air yang dialirkan ke persawahan para petani harus disesuaikan debitnya sesuai kebutuhan padi yang sedang ditanam, pada saat air dibutuhkan padi misalnya pada persemaian dan pertumbuhan, sedangkan pada saat musim hujan dan pengeringan butir malai maka debit air yang dimasukkan ke sawah dikurangi/dibatasi, c) pengolahan tanah, pada saat pengolahan tanah ada masa pelapukan/pengeringan tanah maka saat itu pemasukan air ke sawah diberhentikan sehingga air dapat digunakan ke lahan sawah lainnya yang dibutuhkan petani.
Pada prinsipnya para petani padi di lapangan disarankan dalam pengelolaan air yang berhubungan dengan perubahan iklim harus melakukan langkah-langkah sebagai berikut ; a) bila iklim terjadi ekstrim kering maka usahakan menggunakan air irigasi sehemat mungkin yaitu pada saat vegetatif pertumbuhan padi air disalurkan secara teratur sehingga air tidak terbuang percuma,b) bila iklim terjadi ekstrim basah yaitu hujan berkepanjangan maka saluran air dalam petakan sawah harus di kontrol setiap saat supaya air jangan berlebihan di dalam petakan sawah yang dapat meningkatkan serangan hama penyakit yang terjadi. Dalam hal ini para petani di lapangan harus lebih berhati-hati dan lebih bekerja keras dengan terjadinya perubahan iklim.
sumber : Cyb-Ex Kementan
Kamis, 07 November 2013
SAMBUNG RASA DI KARANGANDONG
Acara Sambung Rasa Gapoktan oleh Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian (BP4K) Kabupaten Gresik di Kecamatan Driyorejo di laksanakan di Balai Desa Karangandong. Sebanyak 600 undangan hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari Gapoktan, Poktan, Kepala UPT-BP3K, Penyuluh Pertanian, Penyuluh Swadaya di Wilayah eks Pembantu Bupati Driyorejo *Kec. Driyorejo, Menganti, Kedamean dan Wringinanom) maupun Pihak Terkait seperti Muspika, Kepala Desa, dan lain - lain.
Acara Sambung Rasa ini dilaksanakan pada hari Kamis, Tanggal 24 Oktober 2013 dengan Tema : Sambung Rasa Wahana Membantu Pemecahan Masalah dan Mengikhtiarkan Kemudahan bagi Pelaku Utama dan Pelaku Usaha di Bidang Agribisnis. Acara yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada para petani ini berlangsung meriah dan mengena di hati para peserta. Disamping ada undian berupa 2 ekor kambing serta barang - barang elektronik, bapak Bupati Gresik juga memberikan bantuan kepada para warga miskin.
Tak kalah meriahnya, acara ini juga menampilkan grup Orkes yang ada di desa Karangandong dengan artis - artisnya, serta di dokumentasi dan ditayangkan di Stasiun Televisi JTV Jawa Timur.
Acara Sambung Rasa ini dilaksanakan pada hari Kamis, Tanggal 24 Oktober 2013 dengan Tema : Sambung Rasa Wahana Membantu Pemecahan Masalah dan Mengikhtiarkan Kemudahan bagi Pelaku Utama dan Pelaku Usaha di Bidang Agribisnis. Acara yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada para petani ini berlangsung meriah dan mengena di hati para peserta. Disamping ada undian berupa 2 ekor kambing serta barang - barang elektronik, bapak Bupati Gresik juga memberikan bantuan kepada para warga miskin.
Tak kalah meriahnya, acara ini juga menampilkan grup Orkes yang ada di desa Karangandong dengan artis - artisnya, serta di dokumentasi dan ditayangkan di Stasiun Televisi JTV Jawa Timur.
Rabu, 25 September 2013
BUDIDAYA TANAMAN PISANG
SERI KEDUA
Pemeliharaan Tanaman
Pemeliharaan Tanaman
1. Penjarangan : Untuk
mendapatkan hasil yg baik, satu rumpun harus terdiri atas 3-4 batang.
Pemotongan anak dilakukan sedemikian rupa sehingga dlm satu rumpun terdapat
anakan yg masing-masing berbeda umur (fase pertumbuhan). Setelah 5 tahun rumpun
dibongkar untuk diganti dengan tanaman yg baru.
2. Penyiangan :
Rumput/gulma di sekitar pohon induk harus disiangi agar pertumbuhan anak &
juga induk baik. Penyiangan dilakukan bersamaan dengan penggemburan &
penimbunan dapuran oleh tanah agar perakaran & tunas bertambah banyak. Perlu
diperhatikan bahwa perakaran pisang hanya rata-rata 15 cm di bawah permukaan
tanah, sehingga penyiangan jangan dilakukan terlalu dalam.
3. Perempalan : Daun-daun
yg mulai mengering dipangkas agar kebersihan tanaman & sanitasi lingkungan
terjaga. Pembuangan daun-daun ini dilakukan setiap waktu.
4. Pemupukan : Pisang
sangat memerlukan kalium dlm jumlah besar. Untuk satu hektar, pisang memerlukan
207 kg urea, 138 kg super fosfat, 608 kg KCl & 200 kg batu kapur sebagai
sumber kalsium. Pupuk N diberikan dua kali dlm satu tahun yg diletakkan di dlm
larikan yg mengitari rumpun tanaman. Setelah itu larikan ditutup kembali dengan
tanah. Pemupukan fosfat & kalium dilaksanakan 6 bulan setelah tanam (dua
kali dlm setahun).
5. Pengairan & Penyiraman : Pisang akan tumbuh subur & berproduksi dengan baik selama pengairannya terjaga. Tanaman diairi dengan cara disiram atau mengisi parit-parit/saluran air yg berada di antara barisan tanaman pisang.
6. Pemberian Mulsa : Tanah di sekitar rumpun pisang diberi mulsa berupa daun kering ataupun basah. Mulsa berguna untuk mengurangi penguapan air tanah & menekan gulma, tetapi pemulsaan yg terus menerus menyebabkan perakaran menjadi dangkal sehingga pada waktu kemarau tanaman merana. Karena itu mulsa tidak boleh dipasang terus menerus.
7. Pemeliharaan Buah : Jantung pisang yg telah berjarak 25 cm dari sisir buah terakhir harus dipotong agar pertumbuhan buah tidak terhambat. Setelah sisir pisang mengembang sempurna, tandan pisang dibungkus dengan kantung plastik bening. Kantung plastik polietilen dengan ketebalan 0,5 mm diberi lubang dengan diameter 1,25 cm. Jarak tiap lubang 7,5 cm. Ukuran kantung plastik adalah sedemikian rupa sehingga menutupi 15-45 cm di atas pangkal sisir teratas & 25 cm di bawah ujung buah dari sisir terbawah.
Hama
1. Ulat daun (Erienota
thrax.)
o Bagian yg diserang
adalah daun.
o Gejala: daun menggulung
seperti selubung & sobek hingga tulang daun.
o Pengendalian: dengan
menggunakan insektisida yg cocok belum ada, dapat dicoba dengan insektisida
Malathion.
2. Uret kumbang
(Cosmopolites sordidus)
o Bagian yg diserang
adalah kelopak daun, batang.
o Gejala: lorong-lorong ke
atas/bawah dlm kelopak daun, batang pisang penuh lorong.
o Pengendalian: sanitasi
rumpun pisang, bersihkan rumpun dari sisa batang pisang, gunakan bibit yg telah
disucihamakan.
3. Nematoda (Rotulenchus
similis, Radopholus similis).
o Bagian yg diserang
adalah akar.
o Gejala: tanaman
kelihatan merana, terbentuk rongga atau bintik kecil di dlm akar, akar bengkak.
o Pengendalian: gunakan
bibit yg telah disucihamakan, tingkatkan humus tanah & gunakan lahan dengan
kadar lempung kecil.
4. Ulat bunga & buah
(Nacoleila octasema.)
o Bagian yg diserang
adalah bunga & buah.
o Gejala: pertumbuhan buah
abnormal, kulit buah berkudis. Adanya ulat sedikitnya 70 ekor di tandan pisang.
o Pengendalian: dengan
menggunakan insektisida.
Penyakit
1. Penyakit darah
o Penyebab: Xanthomonas
celebensis (bakteri). Bagian yg diserang adalah jaringan tanaman bagian dalam.
o Gejala: jaringan menjadi
kemerah-merahan seperti berdarah.
o Pengendalian: dengan
membongkar & membakar tanaman yg sakit.
2. Panama
o Penyebab: jamur Fusarium
oxysporum. Bagian yg diserang adalah daun.
o Gejala: daun layu &
putus, mula-mula daun luar lalu daun di bagian dalam, pelepah daun membelah
membujur, keluarnya pembuluh getah berwarna hitam.
o Pengendalian: membongkar
& membakar tanaman yg sakit.
3. Bintik daun
o Penyebab: jamur
Cercospora musae. Bagian yg diserang adalah daun dengan gejala bintik sawo
matang yg makin meluas.
o Pengendalian: dengan
menggunakan fungisida yg mengandung Copper oksida atau Bubur Bordeaux (BB).
4. Layu
o Penyebab: bakteri
Bacillus . Bagian yg diserang adalah akar.
o Gejala: tanaman layu
& mati.
o Pengendalian: membongkar
& membakar tanaman yg sakit.
5. Daun pucuk
o Penyebab: virus dengan
perantara kutu daun Pentalonia nigronervosa. Bagian yg diserang adalah daun pucuk.
o Gejala: daun pucuk
tumbuh tegak lurus secara berkelompok.
o Pengendalian: cara
membongkar & membakar tanaman yg sakit.
Gulma
Tidak lama setelah tanam & setelah kanopi dewasa
terbentuk, gulma akan menjadi persoalan yg harus segera diatasi. Penanggulangan
dilakukan dengan:
1. Penggunaan herbisida
seperti Paraquat, Gesapax 80 Wp, Roundup & dalapon.
2. Menanam tanaman penutup
tanah yg dapat menahan erosi, tahan naungan, tidak mudah diserang
hama-penyakit, tidak memanjat batang pisang. Misalnya Geophila repens.
3. Menutup tanah dengan
plastik polietilen.
1. Ciri & Umur Panen
Pada umur 1 tahun rata-rata pisang sudah berbuah. Saat
panen ditentukan oleh umur buah & bentuk buah. Ciri khas panen adalah
mengeringnya daun bendera. Buah yg cukup umur untuk dipanen berumur 80-100 hari
dengan siku-siku buah yg masih jelas sampai hampir bulat. Penentuan umur panen
harus didasarkan pada jumlah waktu yg diperlukan untuk pengangkutan buah ke
daerah penjualan sehingga buah tidak terlalu matang saat sampai di tangan
konsumen. Sedikitnya buah pisang masih tahan disimpan 10 hari setelah diterima
konsumen.
2. Cara Panen
Dalam budidaya buah pisang dipanen bersama-sama
dengan tandannya. Panjang tandan yg diambil adalah 30 cm dari pangkal sisir
paling atas. Gunakan pisau yg tajam & bersih waktu memotong tandan. Tandan
pisang disimpan dlm posisi terbalik supaya getah dari bekas potongan menetes ke
bawah tanpa mengotori buah. Dengan posisi ini buah pisang terhindar dari luka
yg dapat diakibatkan oleh pergesekan buah dengan tanah. Setelah itu batang
pisang dipotong hingga umbi batangnya dihilangkan sama sekali. Jika tersedia
tenaga kerja, batang pisang bisa saja dipotong sampai setinggi 1 m dari
permukaan tanah. Penyisaan batang dimaksudkan untuk memacu pertumbuhan tunas.
3. Periode Panen
Pada perkebunan pisang yg cukup luas, panen dapat
dilakukan 3-10 hari sekali tergantung pengaturan jumlah tanaman produktif.
4. Perkiraan Produksi
Belum ada standard produksi pisang di Indonesia, di
sentra pisang dunia produksi 28 ton/ha/tahun hanya ekonomis untuk perkebunan
skala rumah tangga. Untuk perkebunan kecil (10-30 ha) & perkebunan besar
(> 30 ha), produksi yg ekonomis harus mencapai sedikitnya 46 ton/ha/tahun.
Secara konvensional tandan pisang ditutupi dengan daun
pisang kering untuk mengurangi penguapan & diangkut ke tempat pemasaran
dengan menggunakan kendaraan terbuka/tertutup. Untuk pengiriman ke luar negeri,
sisir pisang dilepaskan dari tandannya kemudian dipilah-pilah berdasarkan
ukurannya. Pengepakan dilakukan dengan menggunakan wadah karton. Sisir buah
pisang dimasukkan ke dos dengan posisi terbalik dlm beberapa lapisan. Sebaiknya
luka potongan di ujung sisir buah pisang disucihamakan untuk menghindari
pembusukan.
BUDIDAYA TANAMAN PISANG
SERI PERTAMA
SYARAT TUMBUH TANAMAN PISANG
SYARAT TUMBUH TANAMAN PISANG
Iklim
1. Iklim tropis basah,
lembab & panas untuk budidaya buah pisang. Namun demikian pisang
masih dapat tumbuh di daerah subtropis. Pada kondisi tanpa air, pisang masih
tetap tumbuh karena air disuplai dari batangnya yg berair tetapi produksinya
tidak dapat diharapkan.
2. Angin dengan kecepatan
tinggi seperti angin kumbang dapat merusak daun & mempengaruhi pertumbuhan
tanaman.
3. Curah hujan optimal
adalah 1.520–3.800 mm/tahun dengan 2 bulan kering. Variasi curah hujan harus
diimbangi dengan ketinggian air tanah agar tanah tidak tergenang.
Media Tanam
1. Pisang dapat tumbuh di
tanah yg kaya humus, mengandung kapur atau tanah berat. Tanaman ini rakus
makanan sehingga sebaiknya budidaya buah pisang di tanah berhumus
dengan pemupukan.
2. Air harus selalu
tersedia tetapi tidak boleh menggenang karena pertanaman pisang harus diari
dengan intensif. Ketinggian air tanah di daerah basah adalah 50 - 200 cm, di
daerah setengah basah 100 - 200 cm & di daerah kering 50 - 150 cm. Tanah yg
telah mengalami erosi tidak akan menghasilkan panen pisang yg baik. Tanah harus
mudah meresapkan air. Pisang tidak hidup pada tanah yg mengandung garam 0,07%.
Ketinggian Tempat
Tanaman ini toleran akan ketinggian & kekeringan.
Di Indonesia umumnya dapat tumbuh di dataran rendah sampai pegunungan setinggi
2.000 m dpl. Pisang ambon, nangka & tanduk tumbuh baik sampai ketinggian
1.000 m dpl.
Pembibitan
Pisang diperbanyak dengan cara vegetatif berupa
tunas-tunas (anakan).
1. Persyaratan Bibit :
Tinggi anakan yg dijadikan bibit adalah 1-1,5 m dengan lebar potongan umbi
15-20 cm. Anakan diambil dari pohon yg berbuah baik & sehat. Tinggi bibit
akan berpengaruh terhadap produksi pisang (jumlah sisir dlm tiap tandan). Bibit
anakan ada dua jenis: anakan muda & dewasa. Anakan dewasa lebih baik
digunakan karena sudah mempunyai bakal bunga & persediaan makanan di dlm
bonggol sudah banyak. Penggunaan bibit yg berbentuk tombak (daun masih
berbentuk seperti pedang, helai daun sempit) lebih diutamakan daripada bibit
dengan daun yg lebar.
2. Penyiapan Bibit : Bibit
dapat dibeli dari daerah/tempat lain atau disediakan di kebun sendiri. Tanaman
untuk bibit ditanam dengan jarak tanam agak rapat sekitar 2 x 2 m. Satu pohon
induk dibiarkan memiliki tunas antara 7-9. Untuk menghindari terlalu banyaknya
jumlah tunas anakan, dilakukan pemotongan/penjarangan tunas.
3. Sanitasi Bibit Sebelum
Ditanam : Untuk menghindari penyebaran hama/penyakit, sebelum
ditanam bibit diberi perlakuan sebagai berikut:
1. Setelah dipotong,
bersihkan tanah yg menempel di akar.
2. Simpan bibit di tempat
teduh 1-2 hari sebelum tanam agar luka pada umbi mengering. Buang daun-daun yg
lebar.
3. Rendam umbi bibit
sebatas leher batang di dlm insektisida 0,5–1% selama 10 menit. Lalu bibit
dikeringanginkan.
4. Jika tidak ada
insektisida, rendam umbi bibit di air mengalir selama 48 jam.
5. Jika di areal tanam
sudah ada hama nematoda, rendam umbi bibit di dlm air panas beberapa menit.
Pengolahan Media Tanam
1. Pembukaan Lahan :
Pemilihan lahan harus mempertimbangkan aspek iklim, prasarana ekonomi &
letak pasar/industri pengolahan pisang, juga harus diperhatikan segi keamanan
sosial. Untuk membuka lahan perkebunan pisang, dilakukan pembasmian gulma,
rumput atau semak-semak, penggemburan tanah yg masih padat; pembuatan sengkedan
& pembuatan saluran pengeluaran air.
2. Pembentukan Sengkedan
Bagian tanah yg miring perlu disengked (dibuat teras). Lebar sengkedan
tergantung dari derajat kemiringan lahan. Lambung sengkedan ditahan dengan
rerumputan atau batu-batuan jika tersedia. Dianjurkan untuk menanam tanaman
legum seperti lamtoro di batas sengkedan yg berfungsi sebagai penahan erosi,
pemasuk unsur hara N & juga penahan angin.
Pembuatan Saluran Pembuangan Air Saluran ini harus
dibuat pada lahan dengan kemiringan kecil & tanah-tanah datar. Di atas
landasan & sisi saluran ditanam rumput untuk menghindari erosi dari
landasan saluran itu sendiri.
Teknik Penanaman
1. Penentuan Pola Tanaman : Jarak tanam dalam budidaya buah pisang cukup lebar sehingga
pada tiga bulan pertama memungkinkan dipakai pola tanam tumpang sari/tanaman
lorong di antara tanaman pisang. Tanaman tumpang sari/lorong dapat berupa
sayur-sayuran atau tanaman pangan semusim. Di kebanyakan perkebunan pisang di
wilayah Asia yg curah hujannya tinggi, pisang ditanam bersama-sama dengan
tanaman perkebunan kopi, kakao, kelapa
& arecanuts. Di India Barat, pisang untuk ekspor ditanam secara permanen
dengan kelapa.
2. Pembuatan Lubang Tanam :
Ukuran lubang adalah 50 x 50 x 50 cm pada tanah berat & 30 x 30 x 30 cm
atau 40 x40 x 40 cm untuk tanah-tanah gembur. Jarak tanam 3 x 3 m untuk tanah
sedang & 3,3 x 3,3 m untuk tanah berat.
3. Cara Penanaman : Penanaman dilakukan menjelang musim hujan (September-Oktober). Sebelum tanam lubang diberi pupuk organik seperti pupuk kandang/kompos sebanyak 15–20 kg. Pemupukan organik sangat berpengaruh terhadap kualitas rasa buah
bersambung ke seri 2
3. Cara Penanaman : Penanaman dilakukan menjelang musim hujan (September-Oktober). Sebelum tanam lubang diberi pupuk organik seperti pupuk kandang/kompos sebanyak 15–20 kg. Pemupukan organik sangat berpengaruh terhadap kualitas rasa buah
bersambung ke seri 2
Langganan:
Postingan (Atom)


